KAEDAH MENGERJAKAN SOLAT
Bentangkan sejadah , kemudian naik atasnya dimulai dengan kaki kanan lalu azan dan iqamat Berdiri betul ..tangan kanan dan kiri disilangkan ..kanan diatas..pejamkan mata ..pandang DIRI BATIN..apabila jelas ..ucapkan KALIMAH SYAHADAH 3 x dan bedoa seperti berikut :-
DOA…
Aku berdiri dengan HURUF ALIF, aku duduk dengan huruf BA ..diatas HAMPARAN RASULLULLAH . Aku mengadap ke BAITULLAH KIBLAT DADA….KIBLAT RUH ke BAITUL MAKMUR – ALLAH KHALIQUL ALAM. Ruhku yang MENYEMBAH ALLAH ZAT WAJIBUL WUJUD – WUJUDUL MUKHDO ( Maha Suci ) yang BERDIRI PADA SIFAT LAISA KAMISLIHI SYAIUN..
Mengucap 2 Kalimah Syahadah
Melafazkan NIAT mengikut solat yang hendak didirikan itu
Luruskan kedua tangan dan TARIK NAFAS dari hujung kaki hingga sampai ubun ubun , kemudian lafazkan TAKBIR – Allah Hu Akbar.beserta angkat kedua tangan.
Semasa kita QIAM…tangan kanan atas tangan kiri lalu kit abaca Kalimah ini didalam hati.
Kalimahnya spt berikut :-
Aa Uu Zubillah Minash Syaitanurrajim – Bismillah Hir Rahmanirrahim
Ya Muhammad RahsiaKU kepadamu. Ya Muhammad AKU yang mengadakan , AKU Zat Allah Taala menjadi DIRI.
Baca DOA IFTITAH, Fatihah dan seterusnya sampai akhir
Semasa membaca TAHIYYAT maka hendaklah kita ingat akan MAKSUD Kalam Allah itu seperti berikut :-
Attahiyya ….hga …assalamualaika ..wabarakatuh
AKU yang BERHAYAT sebenar-benarnya. AKU Yang Esa yang mengadakan engkau Muhammad. AKU Yang Memeberi RAHMAT engkau dan Yang Memberi Rahmat
Assalamua ALAI NA….
AKU yang sebenar-benarnya Tuhanmu
Wa ala ibadillah….solihin
Dan yang ibadatullah itu yang amat baik itu AKU
Ash hadu Ila ha illalallah
AKU Tuhan Yang ESA..Tiada Tuhan Yang Disembah Melainkan AKU
Wa..ash hadu….rasullullah
AKU bersaksi Nabi Muhammad itu Pesuruh Allah
Allahuma….wa ala alihi Muhammad..
Ya tuhanku juga yang member ANUGERAH itu ..Yang memberi kepada hambanya dan sekalian umat
Salam…Inni ana ZATUL HAQ..kekanan…inni ana SIFATUL HAQ..kekiri
PERINGATAN
Semasa kita melangkah keatas sejadah dengan KAKI KANAN hendaklah dimulai bacaan BISMILLAH
Semasa mengatakan ALLAH HU AKBAR..maka niat dalam hati…AKULAH YANG MAHA BESAR
Semasa membaca FATIHAH maka hendaklah kita ingat akan SIFAT KITA dalam Fatihah.
Semasa RUKUK selepas baca subhana rabbial adzim…wabihamdihi 3 x ..maka baca pula ..AKU mempunyai KEBESARAN dan YANG AMAT MENGETAHUI
Semasa kita ITTIDAL selepas baca sami allahu liman hamidah 3 x ..lalu kit abaca pula ..AKUlah YANG AMAT MENDENGAR dan AKU-lah YANG MEMBERI SEGALA KURNIAAN 1 x didalam hati
Semasa kita SUJUD selepas membaca subhana rabbial a'ala wabihamdihi 3 x lalu kit abaca pula…AKU jua YANG DISEMBAH dan AKU jua YANG MENYAMBAH pada diriku sendiri 1x didalam hati.
Semasa DUDUK ANTARA 2 SUJUD slepas membaca rabbigh firgli warhamni wa jeburni warzukni wahdini wa'afni wa'fu anni 3x lalu kit abaca AKU-lah YANG MENGAMPUNKAN DOSA dan MENGURNIAKAN RAHMAT dan KESEJAHTERAAN kepadamu 1 x didalam hati.
TENTANG SOLAT
Sebelum kita memulakan solat terlebih dahulu kita fahami akan PERATURAN & PEGANGAN dalam solat itu kerana ia amat PENTING bagi kita. Tanpa pengertian ini, solat kita tidak akan diterima oleh Allah dan tidak diakui oleh Nabi Muhammad SAW.
Sabda Nabi :
Sollu kama roai tumuni usolli
Sembahyanglah kamu sebagaimana kamu lihat aku sembahyang
Perkara perkara itu adalah :-
1. AHDAH
Kita hendaklah mengerti bahawa ZAT YANG QODIM itulah DIRI BAGI MUHAMMAD ( ruh ) kerana AHDAH itulah MERTABAT ZAT atau MUHAMMAD AWAL ( Ta'ain Awal )
2. WAHDAH
Sesungguhnya SEGALA PERBUATAN dan KEJADIAN itu DARI NUR MUHAMMAD…DIRI bagi ADAM ( Tubuh ) kerana ia adalah MERTABAT TA'AIN TSANI ..SIFAT bagi ZAT.
3. WAHDIAH
PENGAKUAN kita pada Allah kerana MENERIMA JASAD, hakikatnya ialah KUDRAT & IRADAT Allah jua didalam sembahyang itu atau dengan kata lain YANG SEMBAHYANG ITU adalah RUH atau ZATUL BUKTI. Hilangkan perasaan kita pada pebuatan kita. YAND ADA HANYA DIRINYA semata-mata.
La failun filsolati bihakikati illallah
Tidak ada perbuatan dalam solat itu melainkan Allah.
4. MIKRAJ
Semasa kita mengatakan ALLAH HU AKBAR maka yang naik atau MIKRAJ ialah KUDRAT & IRADAT Allah jua beserta naiknya NAFAS kita . Maka hilanglah UJUD kita pada UJUDNYA dibawa WAHDATUL AF'AL.
5. IHRAM – TERCENGANG
Hilang perasaan kita ketika mengatakan ALLAH HU AKBAR , fana'kan perasaan kita sampai kepada LA HAULAWALA QUWWATA ILLA BILLAHI ALIYYU ADZIM.
6. TUBADIL – TERGANTI
Gantikan pakaian zahir atau perbuatan zahir dengan perbuatanNYA. Jadi yang sembahyang itu adalah DIA juga pada hakikatnya.
7. MUNAJAT – PERMOHONAN
Yang meminta itu adalah sebenarnya KUDRAT IRADATNYA jua…maknanya diri kita bermunajat dengan HAKIKATNYA.
🙏🙏🙏wasalam..
Kamis, 13 Juni 2019
DZIKIR 7 MAKRIFAT
Zikir Tujuh
Yang Pertama Dzikir Thawaf, yaitu dzikir dengan memutar kepala, mulai dari bahu kiri menuju bahu kanan, dengan mengucapkan Laa Ilaha sambil menahan nafas. Setelah sampai di bahu kanan, nafas ditarik lalu mengucapkan illallah yang dihujamkan ke dalam hati sanubari, untuk menghancurkan berhala dalam diri yaitu hawa nafsu.
Yang Kedua Dzikir Nafi Itsbat, yaitu dzikir dengan Laa Ilaha Illallah, dengan lebih mengeraskan suara nafi-nya, Laa Ilaha, ketimbang itsbat-nya illallah, ke dalam hati sanubari. Agar semua berhala-berhala yang selama ini berwujud, uang, harta, wanita, jabatan dll. dibakar dan dihancurkan.
Yang Ketiga Dzikir Itsbat Faqad, yaitu berdzikir dengan Illallah, Illallah, Illallah, yang dihujamkan ke dalam hati sanubari.setelah kita berhasil membakar semua berhala di dalam diri, maka berikutnya kita mengisi dan menghujamkan di dalam hati kita bahwa Allah adalah sebagai Tuhan.
Yang Keempat, Dzikir Ismu Dzat, dzikir dengan Allah, Allah, Allah, yang dihujamkan ke tengah-tengah dada, tempat bersemayamnya Ruh yang menandai adanya hidup dan kehidupan manusia.
Dengan dzikir Allah yang diulang-ulang dalam jumlah tertentu dan waktu selama tertentu, agar diri kita lenyap dan masuk menuju ke kesadaran ruhani yang lebih dalam, sehingga mencapai fana’ fillah.
Yang Kelima, Dzikir Taraqqi, yaitu dzikir Allah-Hu, ketika nafas masuk lewat hidung hati mengucapkan dzikir Allah diambil dari dalam dada dan dan ketika nafas keluar dari hidung hati mengucapkan dzikir Hu dimasukkan ke dalam Baitul Makmur (Kepala/otak). Dzikir ini dimaksudkan agar pikiran selalu tersinari oleh Cahaya Illahi.
Yang Keenam, Dzikir Tanazul, yaitu dzikir Hu-Allah, ketika nafas masuk lewat hidung hati mengucapkan Dzikir Hu diambil dari Baitul Makmur (kepala), dan ketika nafas masuk lewat hidung hati mengucapkan lafadz Allah dimasukkan ke dalam dada. Dzikir ini dimaksudkan agar seorang salik senantiasa memiliki kesadaran yang tinggi sebagai insan Cahaya Illahi.
Yang Ketujuh, Dzikir Isim Ghaib, yaitu dzikir Hu, Hu, Hu dengan mata dipejamkan dan mulut dikatupkan kemudian diarahkan tepat ke tengah-tengah dada menuju ke arah ke dalam rasa, dengan begitu, maka setiap nafas adalah dzikir, sehingga dalam setiap hal kita selalu ingat kepada Allah Swt.
Ketujuh macam dzikir di atas didasarkan kepada firman Allah SWT. di dalam Surat al-Mukminun ayat 17:
ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎ ﻓَﻮْﻗَﻜُﻢْ ﺳَﺒْﻊَ ﻃَﺮَﺍﺋِﻖَ ﻭَﻣَﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﺨَﻠْﻖِ ﻏَﺎﻓِﻠِﻴﻦَ
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit); dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).” [Qs. Al-Mukinun:17]
Jika kamu sudah khatam dengan tujuh dzikir di atas, maka kamu akan mencapai fana' fillah, dirimu lebur yang ada hanyalah Allah. Itulah hakekat Tauhid. Tubuhmu akan memancarkan cahaya tauhid, jiwamu tenggelam kepada Cinta kepada Allah.
Dengan demikian, kamu menjadi seorang mukmin yang tidak mudah kena tipu, mudah marah, mudah terbakar. karena kamu diberi kemampuan melihat hakekat sesuatu.
Jika terjadi sesuatu peristiwa duduklah yang rileks dan hening, maka kamu akan melihat dan mengetahui hekekat sesuatu itu yang terjadi.
🙏🙏🙏wasalam..
Yang Pertama Dzikir Thawaf, yaitu dzikir dengan memutar kepala, mulai dari bahu kiri menuju bahu kanan, dengan mengucapkan Laa Ilaha sambil menahan nafas. Setelah sampai di bahu kanan, nafas ditarik lalu mengucapkan illallah yang dihujamkan ke dalam hati sanubari, untuk menghancurkan berhala dalam diri yaitu hawa nafsu.
Yang Kedua Dzikir Nafi Itsbat, yaitu dzikir dengan Laa Ilaha Illallah, dengan lebih mengeraskan suara nafi-nya, Laa Ilaha, ketimbang itsbat-nya illallah, ke dalam hati sanubari. Agar semua berhala-berhala yang selama ini berwujud, uang, harta, wanita, jabatan dll. dibakar dan dihancurkan.
Yang Ketiga Dzikir Itsbat Faqad, yaitu berdzikir dengan Illallah, Illallah, Illallah, yang dihujamkan ke dalam hati sanubari.setelah kita berhasil membakar semua berhala di dalam diri, maka berikutnya kita mengisi dan menghujamkan di dalam hati kita bahwa Allah adalah sebagai Tuhan.
Yang Keempat, Dzikir Ismu Dzat, dzikir dengan Allah, Allah, Allah, yang dihujamkan ke tengah-tengah dada, tempat bersemayamnya Ruh yang menandai adanya hidup dan kehidupan manusia.
Dengan dzikir Allah yang diulang-ulang dalam jumlah tertentu dan waktu selama tertentu, agar diri kita lenyap dan masuk menuju ke kesadaran ruhani yang lebih dalam, sehingga mencapai fana’ fillah.
Yang Kelima, Dzikir Taraqqi, yaitu dzikir Allah-Hu, ketika nafas masuk lewat hidung hati mengucapkan dzikir Allah diambil dari dalam dada dan dan ketika nafas keluar dari hidung hati mengucapkan dzikir Hu dimasukkan ke dalam Baitul Makmur (Kepala/otak). Dzikir ini dimaksudkan agar pikiran selalu tersinari oleh Cahaya Illahi.
Yang Keenam, Dzikir Tanazul, yaitu dzikir Hu-Allah, ketika nafas masuk lewat hidung hati mengucapkan Dzikir Hu diambil dari Baitul Makmur (kepala), dan ketika nafas masuk lewat hidung hati mengucapkan lafadz Allah dimasukkan ke dalam dada. Dzikir ini dimaksudkan agar seorang salik senantiasa memiliki kesadaran yang tinggi sebagai insan Cahaya Illahi.
Yang Ketujuh, Dzikir Isim Ghaib, yaitu dzikir Hu, Hu, Hu dengan mata dipejamkan dan mulut dikatupkan kemudian diarahkan tepat ke tengah-tengah dada menuju ke arah ke dalam rasa, dengan begitu, maka setiap nafas adalah dzikir, sehingga dalam setiap hal kita selalu ingat kepada Allah Swt.
Ketujuh macam dzikir di atas didasarkan kepada firman Allah SWT. di dalam Surat al-Mukminun ayat 17:
ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎ ﻓَﻮْﻗَﻜُﻢْ ﺳَﺒْﻊَ ﻃَﺮَﺍﺋِﻖَ ﻭَﻣَﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﺨَﻠْﻖِ ﻏَﺎﻓِﻠِﻴﻦَ
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit); dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).” [Qs. Al-Mukinun:17]
Jika kamu sudah khatam dengan tujuh dzikir di atas, maka kamu akan mencapai fana' fillah, dirimu lebur yang ada hanyalah Allah. Itulah hakekat Tauhid. Tubuhmu akan memancarkan cahaya tauhid, jiwamu tenggelam kepada Cinta kepada Allah.
Dengan demikian, kamu menjadi seorang mukmin yang tidak mudah kena tipu, mudah marah, mudah terbakar. karena kamu diberi kemampuan melihat hakekat sesuatu.
Jika terjadi sesuatu peristiwa duduklah yang rileks dan hening, maka kamu akan melihat dan mengetahui hekekat sesuatu itu yang terjadi.
🙏🙏🙏wasalam..
SHOLAT YANG HAKIKIH
SHOLAT YANG HAKIKI
atau sholat yang sebenarnya sholat.
Orang lain SEMBAHYANG. Aku tidak. Aku SHOLAT. Orang lain sembahyang MENYEMBAH TUHAN yang entah dimana untuk mendapatkan pahala dan surga, menjauhkan dosa dan neraka. Aku tidak. Aku sholat untuk meng-usul Diriku. Aku sholat untuk menyaksikan dan me-nyata-kan DIRI HAKIKIku yaitu Allah yang meliputi seluruh diriku sebagai manusia. perkara dosa, pahala, surga dan neraka adalah Hak Allah bagiku, bukannya hak aku. Orang lain sembahyang Rukunnya 13. Aku sholat Rukunku 14. Aku sholat dengan Wudhu Sempurna. Orang lain berwudhu untuk bersihkan diri. Aku wudhu’ untuk Me-nafi-kan diri dan Meng-iya-kan (Isbatkan) Diri Hakikiku yaitu Allah Tuhanku. Orang lain QIAM dengan coba mematikan diri mereka yaitu mematikan hawa nafsu. Aku pun QIAM dengan :-
1. Mengucap Dua Kalimah Syahadah DIDALAM HATI bukan dengan suara mulutku dengan mentasdiqkan Tiada Tuhan Melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu Pesuruh Allah.
2. Kemudian aku mengucap Kalimah itu buat kali keduanya dengan cara yang sama dengan mentasdiqkan : Bahwa tiada apa yang NYATA didalam diriku melainkan DIRI HAKIKIku yaitu Allah semata-mata dan Akulah Muhammad penyampai HAQ ALLAH kepada seluruh Jasadku.
3. Aku bersyahadah buat kali ketiga dengan mentasdiqkan : Bahwa Yang Wujud dialamku dan Alam maya ini hanyalah Allah semata-mata.
4. Aku teruskan Qiamku dengan BERSALAWAT kepada Baginda Rasullullah dengan bertasdiq bahwa Dialah asal usulku , bapak kepada Nyawaku dan beliaulah sebenar-benarnya Diri Hakikiku itu yaitu yang menamakan Dirinya Allah. Dialah Sifat Agung Allah Yang Rahasia yaitu Diri Rahasiaku. Didalam Qiam aku BERHAUQALAH dan aku nyatakan penyerahan aku kepada Diri Hakikiku yaitu Allah : Ya Allah masukkanlah wujud Jasadku kedalam Wujud Batinku dan masukkanlah Wujud Batinku kedalam DzatMu semata-mata Ya Allah setiap detik dan ketika dalam hidupku dunia akhirat. Aku serahkan apa yang ada padaku kepadaMu dan engkau serahkan pula apa yang ada padaMu kepadaku. Aku adalah kepunyaan Engkau sepenuhnya.
5. Aku memang berniat untuk Sholat. Namun aku nyatakan Niatku itu dengan melafazkan didalam hati : Ya Allah, aku sholat ……. zohor ….. empat rakaat untuk MENG-USUL, ME-NYAKSI-KAN dan ME-NYATA-KAN DIRI HAKIKIku YAITU ENGKAU karena Engkau juga Ya Allah. Jadi orang lain menyatakan niatnya dengan lafaz yang disuarakan mulutnya. Aku tidak, karena hatiku yang berkata aku sholat ……
6. Orang lain sembahyang dengan menyuarakan TAKBIRATUL IHRAM, Allah Hu Akbar. Aku tidak. Aku hanya menyuarakan Allah. Didalam HU, aku MI’RAJ kealam asalku yaitu ALAM LAHUT dengan menyerahkan wujudku kedalam Wujud Allah semata-mata. Kemudian aku turun dari Mi’rajku menuju keseluruh Alam tubuhku dengan Kebesaran AKBAR. Aku simpan Allah Hu Akbar di baitullah Mukminku didalam Jantungku.
7. Orang lain sembahyang BERKIBLATKAN BAITULLAH di Mekah. Aku tidak, aku cuma menghadapkan wajahku kearah Kaabah. Aku berkiblatkan Diri Hakikiku yaitu Allah yang meliputi diriku. Aku memandang wajahku sendiri.
8. Orang lain sembahyang dengan membaca apa apa yang perlu dibaca dengan mulut dan lidahnya yaitu dengan suara dzahir. Aku tidak. Diri Hakikiku membaca didalam hatiku. Aku hanya mendengar dan memperhatikan saja.
9. Didalam sembahyang, orang lain memberi salam kepada entah siapa. tapi aku tidak, Aku tahu kepada siapa aku tujukan salamku. Aku tujukan kepada Diri Batinku yaitu DZATULHAQ yaitu Aku yaitu Dzat Allah dan aku juga tujukan salam itu kepada SIFATUL HAQ yaitu Diri Dzahirku yaitu aku yaitu Sifat Allah.
10. Aku mengakhiri MUNAJATku dengan Kalimah Syahadah dan Salawat Nabi. Aku sadar wudhu’ itu pemisahan sementara antara Diri Dzahirku dengan Diri Batinku sementara Sholat itu Penyatuan semula kedua-duanya menjadi Esa dengan Dzat, Sifat, Asma dan Af’al Allah Tuhanku. Aku sudah TIADA, senantiasa TIDAK ADA karena YANG ADA HANYA DIRI HAKIKIKU yaitu ALLAH Tuhanku, Tuhan diriku dan Tuhan Rabbul Alamin. ITULAH SHOLAT HAKIKI… dan orang akan mengatakan Islam macam apakah aku ini..? karena tidak sembahyang…, Ya..! memang aku sudah berhenti sembahyang sebab aku SHOLAT. Biarlah orang mengatakan aku asalkan jangan aku mengatakan orang.
“ Sholat dalam pandangan Ilmu Hakekat “ . Pandangan Hakekat : Sholat bukan menyembah namun Sholat adalah berdiri menyaksikan diri sendiri yaitu bersaksi diri kita sendiri bahwa Tiada Nyata pada Diri Kita Hanya Allah yaitu Diri Batin ( Muhammad Mustaffa ) dan Diri Dzahir kita itu menanggung Rahasia Allah. Pengertian SHOLAT HAKIKI ter-urai dalam kalimah ALHAMDU (alif–lam–ha–mim-dal) yang bermaksud SEGALA PUJI MILIK ALLAH. Inilah perkataan yang mula mula dilafazkan oleh manusia yaitu Nabi Allah Adam a.s “ALIF” Melambangkan NIAT karena niat itu ialah mendzahirkan DIRI BATIN. Diri inilah IMAM yang kita ikuti yaitu ULIL AMRI atau pemerintah = pemimpin. “LAM” Bila telah nyata Diri Batin, maka kita lafazkan TAKBIR RATUL IHRAM. Maka berawal dari sini bukanlah manusia yang berkehendak tetapi segala-galanya adalah digerakkan oleh Allah. “HA” Apabila telah nyata Allah menguasai diri kita, maka kita pun rukuk menandakan kita tunduk patuh akan Kebesaran Allah dan siap menerima segala PerintahNya. “MIM” Maka diri kita mengakui bahwa Dzat Allah itulah Tuhan Sekalian Alam yang meliputi seluruh diri kita mengwujudkan dan menghidupkan kita. Kita pun sujud menandakan rasa syukur kita. “DAL” Satelah kita tahu Dzat telah meng-karunia-kan kepada diri kita menjadi KhalifahNya dibumi ini, maka kita pun merendah diri atas Karuniah itu (yang tidak dikaruniahkan Allah kepada makhluk lain selain manusia ) . RINGKASAN ALHAMDU . ALIF = Niat LAM = Berdiri Betul HA = Ruku’ MIM = Sujud DAL = Duduk Antara Dua Sujud . URAIAN TENTANG NIAT Usalli, Fardhu, Rakaat, Lillah Hi Ta’ala Usul Diri Rangka Nyata Allah Usalli = Kita berniat untuk mengusul asal diri kita Fardhu = Fardhu ialah Diri Yang Di-usul Rakaat = Rangka kita ialah Jasad yang di dzahirkan Lillah Hi Taala = Nyata Allah melalui jasad yang dzahir. Barulah dapat diusul akan Asal Usul Diri. Maka setelah diusul nyatalah Allah itu Meliputi Diri Dzahir dan Diri Batin. Diri Dzahir tiada mempunyai daya dan upaya melainkan melakukan Af’al Allah semata-mata. Dengan KESADARAN itu maka Nyatalah Kebesaran Allah dan kita-pun TAKBIR untuk meng-ESA-kan Dzat Tuhan itu meliputi sekalian diri. . URAIAN TAKBIRATUL IHRAM Allah = Sifat Napsiah = 1 Hu = Sifat Salbiah = 5 Akbar = Sifat Maani & Maknuyah = 14 Maka nyatalah ke 20 Sifat-sifat Kebesaran Allah didalam ucapan “ALLAH HU AKBAR”. . CARA- CARA SHOLAT HAKIKI . HAKEKAT SHOLAT : Artinya berdiri menyaksikan diri sendiri, kita bersaksi dengan diri kita sendiri bahwa tiada yang nyata pada diri kita.. Hanya diri batin (Allah) dan diri dzahir kita (Muhammad) yang membawa dan menanggung rahasia Allah swt. Hal ini terkandung dalam surat Al-Fatihah yaitu : Alhamdu (Alif, Lam, Ha, Mim, Dal) Kalimah Alhamdu ini diterima ketika Rasulullah isra’ dan mi’raj. Mengambil pengertian akan hakekat manusia pertama yang diciptakan Allah swt yaitu Adam as. Takkala Roh (diri batin) Adam as. sampai ketahap dada, Adam as pun bersin dan berkata Alhamdulillah = Segala puji bagi Allah Apa yang dipuji adalah : Dzat (Allah), Sifat (Muhammad), Asma’(Adam) dan Afa’al (Manusia) Jadi sholat itu bukan berarti : Menyembah tapi suatu “cara” penyaksian diri sendiri dan sesungguhnya tiada diri kita melainkan diri Allah semata. Kita menyaksikan bahwa diri kitalah yang membawa dan menanggung rahasia Allah swt. Dan tiada sesuatu pada diri kita hanya rahasia Allah semata serta..tiada sesuatu yang kita punya kecuali Hak Allah semata. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Ahzab : 72 “Inna ‘aradnal amanata ‘alas samawati wal ardi wal jibal. Fa abaina anyah milnaha wa’asfakna minha wahamalahal insanu” Artinya : “Sesungguhnya kami telah menawarkan suatu amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung tapi mereka enggan menerimannya (memikulnya) karena merasa tidak akan sanggup, lantas hanya manusia yang sanggup menerimanya” Dan karena firman Allah inilah kita mengucap : “Asyhaduanlla Ilaaha Illallah Wa Asyahadu Anna Muhammadar Rasulullah” . “Kita bersaksi dengan diri kita sendiri bahwa tiada yang nyata pada diri kita sendiri hanya Allah semata-mata dengan tubuh dzahir kita sebagai tempat menanggung rahasia Allah dan akan menjaganya sampai pada masa yang telah ditentukan.” Manusia akan berguna disisi Allah jika dapat menjaga amanah Rahasia Allah dan berusaha mengenal dirinya sendiri. Bila manusia dapat mengenal dirinya maka dengan sendirinya ia dapat mengenal Allah. . Hadits Qudsi…. “MAN ARAFA NAFSAHU FAKAD ARAFA RABBAHU” “Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal Allah Tuhannya” . Perkataan pertama dalam sembahyang itu adalah : Allahu Akbar (Allah Maha Besar) Perkataan ini diambil dari asal ketika Roh diri Rahasia Allah itu dimasukkan kedalam tubuh Adam as. Kemudian Adam berusaha berdiri sambil menyaksikan keindahan tubuhnya dan berkata : Allahu Akbar (Allah Maha Besar). Dalam Sholat harus memenuhi 3 syarat : a. Fiqli (perbuatan) b. Qauli (bacaan) c. Qalbi (Hati atau roh atau qalbu). . Mengapa kita Sholat sehari-semalam 17 rakaat… ? . Pengertiannya sebagai berikut : Hawa, Adam, Muhammad, Allah dan Ah . 1. AH itu menandakan sholat subuh,”2”= Dzat dan Sifat 2. ALLAH itu menandakan sholat Zohor, “4” = Wujud, Alam, Nur dan Syahadah. 3. MUHAMMAD itu menandakan sholat Ashar “4” = Tanah, Air, Api dan Angin. 4. ADAM itu menandakan sholat Magrib, “3” = Ahda, Wahda, dan Wahdiah. 5. HAWA itu menandakan sholat Isya ,“4” = Mani, Manikam, Madi, dan Di. . Mengapa kita mengucapkan 2 kalimah Syahadat 9X dalam 5 waktu Sholat .. ? . Sebab diri batin manusia mempunyai 9 wajah. Dua kalimah syahadat pada : Sholat SUBUH 1X itu memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIR USIR (Rahasia di dalam Rahasia) Sholat ZOHOR 2X memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIR dan AHDAH Sholat ASHAR 2X memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat WAHDA dan WAHDIAH Sholat MAGHRIB 2X memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat AHAD dan MUHAMMAD Sholat ISYA 2X memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat MUSTAFA dan MUHAMMAD . Mengapa kita harus berniat dalam Sholat… ? . Karena= Niat itu merupakan kepala sembahyang. Hakekat niat letaknya pada martabat “Alif” dan kalbu manusia di dalam sholat itu kita lafazkan di dalam hati : Niat Sholat : “Aku hendak Sholat menyaksikan diriku karena Allah semata-mata.” Dalilnya : “LA SHOLATAN ILLA BI HUDURIL QALBI” Artinya : Tidak Sah Sholat-Nya Kalau Tidak Hadir Hatinya (Qalbunya) “LAYASUL SHOLAT ILLA BIN MA’RIFATULLAH” Artinya : Tidak sah Sholat Tanpa Mengenal Allah “WAKALBUL MU’MININ BAITULLAH” Artinya : Jiwa Orang Mu’min Itu Rumahnya Allah “WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ” Artinya : Aku (Allah) Lebih Dekat Dari Urat Nadi Lehermu “IN NAMAS SHOLATU TAMAS KUNU TAWADU’U” Artinya : Hubungan Antara Manusia Dengan Tuhannya Adalah Cinta. Cintailah Allah Yang Karena Allah Engkau Hidup Dan Kepada Allah Engkau Kembali. “AQIMIS SHOLATA LI ZIKRI” Artinya : Dirikan Solat Untuk Mengingat Allah (QS. Taha : 145) . Sedangkan : Al-Fatihah ialah merupakan tubuh sembahyang Tahayat ialah merupakan hati sembahyang Salam ialah merupakan kaki tangan sembahyang. . HAKEKAT AL-FATIHAH DALAM SHOLAT Membersihkan hati dari pada syirik kepada Allah swt Mengingat kita bahwa tubuh manusia itu mempunyai 7 lapis susunan jasad yaitu : 1. Bulu 2. Kulit 3. Daging 4. Darah 5. Tulang 6. Lemak 7. Lendir . 7 ayat dalam Al-Fatihah merupakan tawaf 7 kali keliling Ka’abah. . HAKEKAT ALLAHU AKBAR DALAM SHOLAT : . “Mengambil makna ucapan Nabi Adam as. Ketika berdiri menyaksikan dirinya sendiri dan Nabi Adam as, mengucap kalimah Allahu Akbar” Peristiwa ini merupakan tajjali (perpindahan) diri rahasia Allah sehingga dapat di tanggung oleh manusia dengan 4 perkara yaitu : 1. Wujud 2. Ilmu 3. Nur 4. Syahadah Perkataan Allah pada Allahu Akbar mengandungi makna atau martabat dzat sedangkan perkataan “Akbar” pada Allahu Akbar mengandungi makna atau martabat sifat. Jadi Dzat dan Sifat itu tidak boleh berpisah. Dzat dan Sifat sama-sama saling puji memuji. . DALAM SHOLAT ITU JUGA MENGANDUNGI HAKEKAT ZAKAT. . Hakekat zakat dalam sholat ialah : Mengandungi makna“Pembersih hati“ daripada syirik kepada Allah SWT. “iiya Kanak Budu Wa iiya Kanasta’in” Hanya kepada Allah lah aku menyembah dan hanya kepada Allah lah aku mohon pertolongan. . HAKEKAT PUASA DALAM SHOLAT : . a. Tidak Boleh Makan Dan Minum b. Mata Berpuasa c. Telinga Berpuasa d. Kulit Berpuasa e. Hati Berpuasa. . SHOLAT HAKIKI . Sesungguhnya Sholat itu ada 4 jenis yaitu :- 1 Sholat Syariat 2 Sholat Tharikat 3 Sholat Hakikat 4 Sholat Makrifat ke 4 jenis Sholat diatas berkaitan antara satu dengan yang lainya. Firman Allah swt : “Inna sholati kaanat ala mukminina kitabin mauquta” Sesungguhnya sholat itu adalah WAJIB bagi orang orang yang beriman. Hadist Nabi : “Assholatu imanuddin” Sholat itu tiang agama . LAFADZ NIAT SHOLAT HAKEKAT . ZOHOR Sengaja aku sholat fardhu ZOHOR 4 rakaat dihadapan KAABAH di Mekah tunai karena Allah Ta’ala. Ya Muhammad aku TAJALLI ini wajib adanya, sebabnya AKU mengadakan 4 rakaat ini ialah UJUD-ILMU–NUR–SUHUD, AKU mengadap kepada Aku ada Allah Ta’ala. ASHAR Sengaja aku sholat fardhu ASHAR 4 rakaat dihadapan KAABAH di Mekah tunai karena Allah Ta’ala Ya Muhammad AKU tajalli wajib BERANASIR dengan 4 perkara yakni API-ANGIN-AIR–TANAH. Aku menghadap kepada AKU ada Allah Ta’ala. MAGHRIB Sengaja aku sholat fardhu MAGRIB 3 rakaat dihadapan KAABAH di Mekah tunai karena Allah Ta’ala Ya Muhammad aku tajalli wajib AKU gaib kehendak mengadakan 3 rakaat yakni ALLAH-MUHAMMAD–ADAM. aku menghadap kepada AKU ada Allah Ta’ala. ISYA’ Sengaja aku sholat fardhu ISYA 4 rakaat dihadapan KAABAH di Mekah tunai karena Allah Ta’ala Ya Muhammad aku tajalli wajib AKU INSAN itu AKU mengadakan 4 rakaat yakni WADZI-MADZI–MANI-MAKNIKAM aku menghadap kepada AKU ada Allah Ta’ala SUBUH Sengaja aku sholat fardhu SUBUH 2 rakaat dihadapan KAABAH di Mekah tunai karena Allah Taala Ya Muhammad aku yang WUJUD tajalli itu wajib BERTUBUH yang mengadakan 2 rakaat yakni DZAT – SI FAT aku mengadap kepada AKU ada dengan yaitu sebenar benarnya Allah Ta’ala. ADAB MENGERJAKAN SHOLAT a. Bentangkan sejadah , kemudian naik atasnya dimulai dengan kaki kanan lalu azan dan iqamat b. Berdiri betul ..tangan kanan dan kiri disilangkan ..kanan diatas..pejamkan mata ..pandang DIRI BATIN..apabila jelas ..ucapkan KALIMAH SYAHADAH 3 x dan bedoa seperti berikut : . DOA… Aku berdiri dengan HURUF ALIF, aku duduk dengan huruf BA .. diatas HAMPARAN RASULLULLAH . Aku menghadap ke BAITULLAH KIBLAT DADA, KIBLAT RUH ke BAITUL MAKMUR – ALLAH KHALIQUL ALAM. Ruhku yang MENYEMBAH ALLAH DZAT WAJIBUL WUJUD – WUJUDUL MUKHDO Maha Suci, yang BERDIRI PADA SIFAT “LAISA KAMISLIHI SYAIUN” Mengucap 2 Kalimah Syahadah . c. Melafazkan NIAT mengikut sholat yang hendak didirikan itu d. Luruskan kedua tangan dan TARIK NAFAS dari ujung kaki hingga sampai ubun ubun, kemudian lafazkan TAKBIR – Allah Hu Akbar. beserta angkat kedua tangan. e. Sewaktu kita berdiri QIAM…tangan kanan diatas tangan kiri lalu kita baca Kalimah ini didalam hati. Aa Uu Zubillah Minash Syaitanurrajim – Bismillah Hir Rahmanirrahim Ya Muhammad RahasiaKU kepadamu. Ya Muhammad AKU yang mengadakan , AKU Dzat Allah Taala menjadi DIRI. f. Baca DOA IFTITAH, Fatihah dan seterusnya sampai akhir g. Selama membaca TAHIYYAT maka hendaklah kita ingat akan MAKSUD Kalam Allah itu seperti berikut : Attahiyya ….hingga …assalamualaika ..wabarakatuh AKU yang BERHAYAT sebenar-benarnya. AKU Yang Esa yang mengadakan engkau Muhammad. AKU Yang Memeberi RAHMAT engkau dan Yang Memberi Rahmat Assalamua ALAI NA…. AKU yang sebenar-benarnya Tuhanmu Wa ala ibadillah….sholihin Dan yang ibadatullah itu yang amat baik itu AKU Ash hadu Ila ha illalallah AKU Tuhan Yang ESA..Tiada Tuhan Yang Disembah Melainkan AKU Wa..ash hadu….rasullullah AKU bersaksi Nabi Muhammad itu Pesuruh Allah Allahuma….wa ala alihi Muhammad.. Ya Tuhanku juga yang memberi ANUGERAH itu ..Yang memberi kepada hambanya dan sekalian umat Salam… Inni ana ZATUL HAQ kekanan … Inni ana SIFATUL HAQ kekiri. . PERHATIKAN HAL DI BAWAH INI : . 1 Sewaktu kita melangkah keatas sejadah dengan KAKI KANAN hendaklah dimulai bacaan BISMILLAH 2 Sewaktu takbir ALLAH HU AKBAR..maka niat dalam hati…AKULAH YANG MAHA BESAR 3 Sewaktu membaca FATIHAH maka hendaklah kita ingat akan SIFAT KITA dalam Fatihah. 4 Sewaktu RUKUK setelah baca subhana rabbial adzim…wabihamdihi 3 x ..maka baca pula ..AKU mempunyai KEBESARAN dan YANG AMAT MENGETAHUI 5 Sewaktu ITTIDAL setelah baca sami allahu liman hamidah 3 x ..lalu kita baca pula ..AKUlah YANG AMAT MENDENGAR dan AKU-lah YANG MEMBERI SEGALA KURNIAAN 1 x didalam hati 6 Sewaktu SUJUD setelah membaca subhana rabbial a’ala wabihamdihi 3 x lalu kita baca pula…AKU jua YANG DISEMBAH dan AKU jua YANG MENYEMBAH pada diriku sendiri 1x didalam hati. 7 Sewaktu DUDUK ANTARA 2 SUJUD setelah membaca rabbigh firgli warhamni wa jeburni warzukni wahdini wa’afni wa’fu anni 3x lalu kita baca AKU-lah YANG MENGAMPUNKAN DOSA dan MENGURNIAKAN RAHMAT dan KESEJAHTERAAN kepadamu 1 x didalam hati. PAHAMI DULU TENTANG SHOLAT . Sebelum kita memulai sholat terlebih dahulu kita fahami akan ETIKA & PEGANGAN dalam sholat itu karena ini amat PENTING bagi kita. Tanpa pengertian ini, sholat kita HAMBAR tidak akan diterima oleh Allah dan tidak diakui oleh Nabi Muhammad SAW. Sabda Nabi : “Shollu kama roai tumuni usholli” Sholat-lah kamu sebagaimana kamu lihat aku sholat . Perkara perkara itu adalah :- 1. AHDAH Kita hendaklah mengerti bahwa DZAT YANG QODIM itulah DIRI BAGI MUHAMMAD (ruh) karena AHDAH itulah MARTABAT DZAT atau MUHAMMAD AWAL (Ta’ain Awal) 2. WAHDAH Sesungguhnya SEGALA PERBUATAN dan KEJADIAN itu DARI NUR MUHAMMAD … DIRI bagi ADAM (Tubuh) karena ia adalah MARTABAT TA’AIN TSANI .. SIFAT bagi DZAT. 3. WAHDIAH PENGAKUAN kita pada Allah karena MENERIMA JASAD, hakekatnya ialah QUDRAT & IRADAT Allah jua didalam sholat itu atau dengan kata lain YANG SEMBAHYANG ITU adalah RUH atau DZATUL BUKTI. Hilangkan perasaan kita pada pebuatan kita. YANG ADA HANYA DIRINYA semata-mata. “La failun filsolati bihakikati illallah” Tidak ada perbuatan dalam sholat itu melainkan Allah. 4. MI’RAJ Sewaktu kita takbiratulihram ALLAH HU AKBAR maka yang naik atau MI’RAJ ialah QUDRAT & IRADAT Allah jua beserta naiknya NAFAS kita . Maka hilanglah UJUD kita pada UJUDNYA dibawa WAHDATUL AF’AL. 5. IHRAM – TERCENGANG Hilang perasaan kita ketika mengatakan ALLAH HU AKBAR, fana’kan perasaan kita sampai kepada LA HAULAWALA QUWWATA ILLA BILLAHI ALIYYU ADZIM. 6. TUBADIL – TERGANTI Gantikan pakaian dzahir atau perbuatan dzahir dengan perbuatanNYA. Jadi yang sholat itu adalah DIA juga pada hakekatnya. 7. MUNAJAT – PERMOHONAN Yang meminta itu adalah sebenarnya QUDRAT IRADATNYA jua…maknanya diri kita bermunajat dengan HAKEKATNYA.
SEKELUMIT KISAH
Suatu hari terjadi dialog antara seorang Mursyid muda dengan seorang Kyai sepuh, yang anaknya telah menjadi murid dari Sang Mursyid Muda tersebut.
Pak kiai: Nak, saya dengar anak muda mengajar ilmu hakekat kepada putra saya.
Guru mursyid: Betul pak kiai.
Pak Kiai: Tolong jelaskan kepada saya, sebab putra saya sekarang bicaranya selalu tentang hakekat saja
Guru mursyid: Apa yang harus saya jelaskan kepada pak kiai?
Pak kiai: Ya. Saya sudah kenyang berguru di banyak pesantren besar, tapi sampai saat ini saya belum bisa menyelesaikan ilmu syareat yang saya pelajari. Coba anak muda renungkan kembali ajaran yang disampaikan kepada putra saya tentang hakehat. Saya sudah berumur tua saja belum menyelesaikan syareat yang saya tahu begitu banyak. Bagaimana mungkin anda anak muda bicara tentang hakekat kepada putra saya yang nyatanya saja lebih tua dari anda. Nanti saja kalau anak muda sudah menyelesaikan semua syaerat lengkap barulah anak muda bicara tentang hakekat. Itu masih jauh anak muda. Apa sih sekarang yang anak muda ketahui tentang Hakekat itu?
Guru mursyid: Betul pak kiai, saya masih muda jauh lebih muda dari putra pak kiai, apalagi dibandingkan umur pak kiai. Rupanya methode yang kita pelajari jauh berbeda dan apa yang kita caripun berbeda.
Pak kiai: Maksud anak muda? Ajaran Islam kan methodenya hanya dua saja, yaitu Al Quran dan Al Hadist. Yang lain bagi saya hanya embel-embel.
Guru mursyid: Bolehkah saya bertanya?
Pak kiai: Silahkan saja, asal masuk akal.
Pak kiai: Belum (pak kiai menjawab dengan agak ragu)
Guru mursyid: Sudahkan pak kiai membuktikan surat Ar Rahman ayat 17?
Pak kiai: Belum. (pak kia menjawab lirih dan agak terbata)
Guru mursyid: Methode kita yang berbeda. Pak kiai mencari surga sedangkan saya mencari Pemilik surga atau saya sebut “Inna lillahi wa ina lillahi roji’un” – Asal (dari) Allah kembali (ke) Allah. Kenapa kata dari dan ke saya beri tanda kurung, Sebab Tuhan yang Maha Tinggi Yang Maha Meliputi, Ada “dimana-mana”. jika saya memakai kata “dari” dan “ke” menjadikan seolah Tuhan Yang Maha Meliputi menjadi “terikat” dengan di satu arah dan tempat. Menurut pak kiai apa yang kekal?
Pak kiai: Hanya Allah yang kekal.
Guru mursyid: Betul. CiptaanNya tidak ada yang kekal. Jadi surgapun tidak kekal. Apakah ini tidak membuat pak kiai mau berfikir?
Pak kiai terdiam, tidak menjawab.
Guru mursyid: Nabi Adam yang lebih mulia dari kita gagal bersaing dengan iblis dan terusir dari surga karena Iblis ternyata lebih licin. Pak kiai siapa dibanding nabi Adam?
Nabi terusir dari surga tetapi iblis masih berada disurga sampai saat ini. Iblis memohon kepada Allah agar diberikan tangguh dan Allah mengabulkannya. Silahkan pak kiai baca surah Al A’raff ayat 14-17, Al Hijr ayat 36-38, Shaad ayat 79-80. Jadi kalau pak kiai mencari surga artinya pak kiai akan kembali dilahirkan kebumi kembali karena masih ingin melihat sungai-sungai yang mengalir dibawahnya gunung-gunung yang hijau masih mengharapkan bidadari cantik, pak kiai masih mendambakan nafsu dan belum melepaskan diri dari lingkaran kelahiran dan kematian.
Bagaimana mungkin pak kiai mencari Allah, ujudnya saja pak kiai tidak tahu karena pak kiai tidak paham marifatullah, apalagi hakekatNya. Pak kiai hanya paham dan “latah” sebatas dongeng yang pak kiai terima sejak kanak-kanak dan disimpan serta diyakini sampai sekarang tanpa diolah, dikaji dan diselaraskan dengan nalar yang berkembang sejalan dengan bertambahnya ilmu, kecerdasan dan umur.
Mudah-mudahan pak kiai paham apa yang difirmankan Allah dalam surah Al Waaqi’ah ayat 7 sampai dengan ayat 10. Saya tidak ingin masuk golongan kanan dari tiga golongan tersebut, karena saya tidak ingin kembali ber”gaul” dengan nafsu rendah lagi dengan masih mengharapkan pemuasan nafsu syahwat di “Surga” bersama bidadari-bidadari, bukankah masih ada satu golongan lain lagi yang lebih mulia?, yaitu golongan mereka yang tulus dan ikhlas, golongan yang menyembah Allah bukan karena pamrih mengharap “hadiah” yang dijanjikanNya.
Betulkah pak kiai sudah berumur sekitar 75 tahun?
Pak kiai tidak menjawab.
Guru mursyid: Saya hitung-hitung pak kiai sudah dapat bonus sekitar 10 tahun dari rata-rata umur orang Indonesia yang hanya sekitar 65 tahun secara statistik. Bolehkan saya bertanya lagi?
Pak kiai:………. Silahkan??!!
Guru mursyid: Saya mengajarkan kepada ikhsan-ikhsan tentang syareat dari bawah dan bersamaan juga mengajarkan hakekat dari atas kebawah. Jadi bertemu ditengah-tengah, sehingga mereka memahami dzat dan benda, juga hal-hal lain yang sebenarnya sama yang dibicarakan dengan bahasa yang berbeda dalam syareat hingga hakekat. Dan syareat /tarekat pun menjadi cepat selesai karena sudah ada keselarasan pemahaman tentang apa yang dibicarakan. Sudahkan pak kiai membuktikan bintang yang (cahayanya) menembus pada surat Ath Thaariq :6, bintang pada langit terdekat pada surat Ash Shaafaat ayat 6?
Pak kiai: ………belum (jawabannya sudah kehilangan kepercayaan diri)
Betulkkah syareat artinya syarat-syarat? Kalau diistilahkan seolah memasak didapur pak kiai di syareat hanya mengumpulkan informasi syarat-syaratnya saja bahwa untuk memasak syaratnya diperlukan adanya benda-benda seperti kompor atau api, panci dll.
Lalu tarekatnya, untuk jalannya pak kiai harus pergi kepasar, berbelanja, membersihkan dan memotong bahan-bahan yang akan dimasak, mengulek bumbu-bumbuan dll apapun yang perlu dikerjakan sebagai cara memasak yang sehat dan benar.
Barulah makrifatnya semua bahan dasar dan bumbu-bumbu dimasak dan dicampur/bertemu/bersatu dalam satu wajan atau panci. Selesai dimasak barulah pak kiai bisa merasakannya, mendapatkan hakekatnya “Oh rasanya sayur asem itu seperti ini rupanya”. Disinilah akal sementara kita lepaskan sebagaimana juga malaikat Jibril terpaksa harus ditinggalkan oleh Nabi, di “puncak” hakekat hanya manusia yang madani yang bisa menyelesaikan hal ini. Disini, ichsan sudah paham dan mengerti apa yang diperTuhankan sehingga syahadatnya syah, bukan mereka-reka dan mengira-ngira saja jadi bukan sumpah palsu seperti selama ini pak kiai ucapkan. Apakah pak kiai anggap nabi Muhammad tidak bisa membedakan kata “bersaksi” dengan “percaya”. Nabi kercerdasannya tinggi dibandingkan manusia sepert kita ini.
Hari ini dalam usia senja pak kiai belum menyelesaikan ilmu syareat yang sangat banyak tidak ada habisnya dan menyita waktu. Pak kiai masih sibuk mengumpulkan syarat-syarat, kapan pak kiai akan mulai “masak”, kapan pak kiai akan mulai menunaikan ma’rifat sampai ke hakekat? Mengapa pak kiai tidak memilih jalan / methode yang pendek dan tepat tapi banyak manfaatnya dan cepat sampainya? Masih sempatkah pak kiai membuktikan ayat-ayat yang saya sebutkan tadi sebelum ajal? Tanyakan kepada putra pak kiai pengandaian saya ini “Apakah seorang kapolres akan bersedia menerima permintaan seorang pesakitan koruptor untuk dipertemukan dengan Kapolres di tahanan?” Tentunya si pesakitan hanya akan menjadi bulan-bulanan “tahanan miskin” yang lain maupun “oknum-oknum”. Apalagi Allah, Yang Maha Tinggi tentu Beliau tidak mau menemui mahluk pesakitan yang belum pernah menemui dan mengenalNYA sebelumnya, apalagi jika orang itu gemar menista orang lain walaupun pemahamannya sendiri masih hanya tebak dan terka tanpa pembuktian. Apa yang akan ditanyakan Allah kepada mahluk seperti itu? Tentang “pertemuannya dengan Allah”? jelas tidak akan paham. Tentang bukit Tursinanya? Tentang gua Kahfi atau gua Hiranya? Tentang surga dan nerakanya? jawaban yang akan diberikan tentu monotype dan klise hanya sekedar “Katanya, yang saya dengar dari kata dan dongeng anak-anak sejak saya kecil yang demikian itu seperti ini dan itu”. Semua serba katanya. Saya tidak mau tebak dan terka seperti itu, Islam adalah agama akal dan ilmiah. Ini sudah senja bagi pak kiai, sambung Guru mursyid mantap.
🙏🙏🙏wasalam..
atau sholat yang sebenarnya sholat.
Orang lain SEMBAHYANG. Aku tidak. Aku SHOLAT. Orang lain sembahyang MENYEMBAH TUHAN yang entah dimana untuk mendapatkan pahala dan surga, menjauhkan dosa dan neraka. Aku tidak. Aku sholat untuk meng-usul Diriku. Aku sholat untuk menyaksikan dan me-nyata-kan DIRI HAKIKIku yaitu Allah yang meliputi seluruh diriku sebagai manusia. perkara dosa, pahala, surga dan neraka adalah Hak Allah bagiku, bukannya hak aku. Orang lain sembahyang Rukunnya 13. Aku sholat Rukunku 14. Aku sholat dengan Wudhu Sempurna. Orang lain berwudhu untuk bersihkan diri. Aku wudhu’ untuk Me-nafi-kan diri dan Meng-iya-kan (Isbatkan) Diri Hakikiku yaitu Allah Tuhanku. Orang lain QIAM dengan coba mematikan diri mereka yaitu mematikan hawa nafsu. Aku pun QIAM dengan :-
1. Mengucap Dua Kalimah Syahadah DIDALAM HATI bukan dengan suara mulutku dengan mentasdiqkan Tiada Tuhan Melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu Pesuruh Allah.
2. Kemudian aku mengucap Kalimah itu buat kali keduanya dengan cara yang sama dengan mentasdiqkan : Bahwa tiada apa yang NYATA didalam diriku melainkan DIRI HAKIKIku yaitu Allah semata-mata dan Akulah Muhammad penyampai HAQ ALLAH kepada seluruh Jasadku.
3. Aku bersyahadah buat kali ketiga dengan mentasdiqkan : Bahwa Yang Wujud dialamku dan Alam maya ini hanyalah Allah semata-mata.
4. Aku teruskan Qiamku dengan BERSALAWAT kepada Baginda Rasullullah dengan bertasdiq bahwa Dialah asal usulku , bapak kepada Nyawaku dan beliaulah sebenar-benarnya Diri Hakikiku itu yaitu yang menamakan Dirinya Allah. Dialah Sifat Agung Allah Yang Rahasia yaitu Diri Rahasiaku. Didalam Qiam aku BERHAUQALAH dan aku nyatakan penyerahan aku kepada Diri Hakikiku yaitu Allah : Ya Allah masukkanlah wujud Jasadku kedalam Wujud Batinku dan masukkanlah Wujud Batinku kedalam DzatMu semata-mata Ya Allah setiap detik dan ketika dalam hidupku dunia akhirat. Aku serahkan apa yang ada padaku kepadaMu dan engkau serahkan pula apa yang ada padaMu kepadaku. Aku adalah kepunyaan Engkau sepenuhnya.
5. Aku memang berniat untuk Sholat. Namun aku nyatakan Niatku itu dengan melafazkan didalam hati : Ya Allah, aku sholat ……. zohor ….. empat rakaat untuk MENG-USUL, ME-NYAKSI-KAN dan ME-NYATA-KAN DIRI HAKIKIku YAITU ENGKAU karena Engkau juga Ya Allah. Jadi orang lain menyatakan niatnya dengan lafaz yang disuarakan mulutnya. Aku tidak, karena hatiku yang berkata aku sholat ……
6. Orang lain sembahyang dengan menyuarakan TAKBIRATUL IHRAM, Allah Hu Akbar. Aku tidak. Aku hanya menyuarakan Allah. Didalam HU, aku MI’RAJ kealam asalku yaitu ALAM LAHUT dengan menyerahkan wujudku kedalam Wujud Allah semata-mata. Kemudian aku turun dari Mi’rajku menuju keseluruh Alam tubuhku dengan Kebesaran AKBAR. Aku simpan Allah Hu Akbar di baitullah Mukminku didalam Jantungku.
7. Orang lain sembahyang BERKIBLATKAN BAITULLAH di Mekah. Aku tidak, aku cuma menghadapkan wajahku kearah Kaabah. Aku berkiblatkan Diri Hakikiku yaitu Allah yang meliputi diriku. Aku memandang wajahku sendiri.
8. Orang lain sembahyang dengan membaca apa apa yang perlu dibaca dengan mulut dan lidahnya yaitu dengan suara dzahir. Aku tidak. Diri Hakikiku membaca didalam hatiku. Aku hanya mendengar dan memperhatikan saja.
9. Didalam sembahyang, orang lain memberi salam kepada entah siapa. tapi aku tidak, Aku tahu kepada siapa aku tujukan salamku. Aku tujukan kepada Diri Batinku yaitu DZATULHAQ yaitu Aku yaitu Dzat Allah dan aku juga tujukan salam itu kepada SIFATUL HAQ yaitu Diri Dzahirku yaitu aku yaitu Sifat Allah.
10. Aku mengakhiri MUNAJATku dengan Kalimah Syahadah dan Salawat Nabi. Aku sadar wudhu’ itu pemisahan sementara antara Diri Dzahirku dengan Diri Batinku sementara Sholat itu Penyatuan semula kedua-duanya menjadi Esa dengan Dzat, Sifat, Asma dan Af’al Allah Tuhanku. Aku sudah TIADA, senantiasa TIDAK ADA karena YANG ADA HANYA DIRI HAKIKIKU yaitu ALLAH Tuhanku, Tuhan diriku dan Tuhan Rabbul Alamin. ITULAH SHOLAT HAKIKI… dan orang akan mengatakan Islam macam apakah aku ini..? karena tidak sembahyang…, Ya..! memang aku sudah berhenti sembahyang sebab aku SHOLAT. Biarlah orang mengatakan aku asalkan jangan aku mengatakan orang.
“ Sholat dalam pandangan Ilmu Hakekat “ . Pandangan Hakekat : Sholat bukan menyembah namun Sholat adalah berdiri menyaksikan diri sendiri yaitu bersaksi diri kita sendiri bahwa Tiada Nyata pada Diri Kita Hanya Allah yaitu Diri Batin ( Muhammad Mustaffa ) dan Diri Dzahir kita itu menanggung Rahasia Allah. Pengertian SHOLAT HAKIKI ter-urai dalam kalimah ALHAMDU (alif–lam–ha–mim-dal) yang bermaksud SEGALA PUJI MILIK ALLAH. Inilah perkataan yang mula mula dilafazkan oleh manusia yaitu Nabi Allah Adam a.s “ALIF” Melambangkan NIAT karena niat itu ialah mendzahirkan DIRI BATIN. Diri inilah IMAM yang kita ikuti yaitu ULIL AMRI atau pemerintah = pemimpin. “LAM” Bila telah nyata Diri Batin, maka kita lafazkan TAKBIR RATUL IHRAM. Maka berawal dari sini bukanlah manusia yang berkehendak tetapi segala-galanya adalah digerakkan oleh Allah. “HA” Apabila telah nyata Allah menguasai diri kita, maka kita pun rukuk menandakan kita tunduk patuh akan Kebesaran Allah dan siap menerima segala PerintahNya. “MIM” Maka diri kita mengakui bahwa Dzat Allah itulah Tuhan Sekalian Alam yang meliputi seluruh diri kita mengwujudkan dan menghidupkan kita. Kita pun sujud menandakan rasa syukur kita. “DAL” Satelah kita tahu Dzat telah meng-karunia-kan kepada diri kita menjadi KhalifahNya dibumi ini, maka kita pun merendah diri atas Karuniah itu (yang tidak dikaruniahkan Allah kepada makhluk lain selain manusia ) . RINGKASAN ALHAMDU . ALIF = Niat LAM = Berdiri Betul HA = Ruku’ MIM = Sujud DAL = Duduk Antara Dua Sujud . URAIAN TENTANG NIAT Usalli, Fardhu, Rakaat, Lillah Hi Ta’ala Usul Diri Rangka Nyata Allah Usalli = Kita berniat untuk mengusul asal diri kita Fardhu = Fardhu ialah Diri Yang Di-usul Rakaat = Rangka kita ialah Jasad yang di dzahirkan Lillah Hi Taala = Nyata Allah melalui jasad yang dzahir. Barulah dapat diusul akan Asal Usul Diri. Maka setelah diusul nyatalah Allah itu Meliputi Diri Dzahir dan Diri Batin. Diri Dzahir tiada mempunyai daya dan upaya melainkan melakukan Af’al Allah semata-mata. Dengan KESADARAN itu maka Nyatalah Kebesaran Allah dan kita-pun TAKBIR untuk meng-ESA-kan Dzat Tuhan itu meliputi sekalian diri. . URAIAN TAKBIRATUL IHRAM Allah = Sifat Napsiah = 1 Hu = Sifat Salbiah = 5 Akbar = Sifat Maani & Maknuyah = 14 Maka nyatalah ke 20 Sifat-sifat Kebesaran Allah didalam ucapan “ALLAH HU AKBAR”. . CARA- CARA SHOLAT HAKIKI . HAKEKAT SHOLAT : Artinya berdiri menyaksikan diri sendiri, kita bersaksi dengan diri kita sendiri bahwa tiada yang nyata pada diri kita.. Hanya diri batin (Allah) dan diri dzahir kita (Muhammad) yang membawa dan menanggung rahasia Allah swt. Hal ini terkandung dalam surat Al-Fatihah yaitu : Alhamdu (Alif, Lam, Ha, Mim, Dal) Kalimah Alhamdu ini diterima ketika Rasulullah isra’ dan mi’raj. Mengambil pengertian akan hakekat manusia pertama yang diciptakan Allah swt yaitu Adam as. Takkala Roh (diri batin) Adam as. sampai ketahap dada, Adam as pun bersin dan berkata Alhamdulillah = Segala puji bagi Allah Apa yang dipuji adalah : Dzat (Allah), Sifat (Muhammad), Asma’(Adam) dan Afa’al (Manusia) Jadi sholat itu bukan berarti : Menyembah tapi suatu “cara” penyaksian diri sendiri dan sesungguhnya tiada diri kita melainkan diri Allah semata. Kita menyaksikan bahwa diri kitalah yang membawa dan menanggung rahasia Allah swt. Dan tiada sesuatu pada diri kita hanya rahasia Allah semata serta..tiada sesuatu yang kita punya kecuali Hak Allah semata. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Ahzab : 72 “Inna ‘aradnal amanata ‘alas samawati wal ardi wal jibal. Fa abaina anyah milnaha wa’asfakna minha wahamalahal insanu” Artinya : “Sesungguhnya kami telah menawarkan suatu amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung tapi mereka enggan menerimannya (memikulnya) karena merasa tidak akan sanggup, lantas hanya manusia yang sanggup menerimanya” Dan karena firman Allah inilah kita mengucap : “Asyhaduanlla Ilaaha Illallah Wa Asyahadu Anna Muhammadar Rasulullah” . “Kita bersaksi dengan diri kita sendiri bahwa tiada yang nyata pada diri kita sendiri hanya Allah semata-mata dengan tubuh dzahir kita sebagai tempat menanggung rahasia Allah dan akan menjaganya sampai pada masa yang telah ditentukan.” Manusia akan berguna disisi Allah jika dapat menjaga amanah Rahasia Allah dan berusaha mengenal dirinya sendiri. Bila manusia dapat mengenal dirinya maka dengan sendirinya ia dapat mengenal Allah. . Hadits Qudsi…. “MAN ARAFA NAFSAHU FAKAD ARAFA RABBAHU” “Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal Allah Tuhannya” . Perkataan pertama dalam sembahyang itu adalah : Allahu Akbar (Allah Maha Besar) Perkataan ini diambil dari asal ketika Roh diri Rahasia Allah itu dimasukkan kedalam tubuh Adam as. Kemudian Adam berusaha berdiri sambil menyaksikan keindahan tubuhnya dan berkata : Allahu Akbar (Allah Maha Besar). Dalam Sholat harus memenuhi 3 syarat : a. Fiqli (perbuatan) b. Qauli (bacaan) c. Qalbi (Hati atau roh atau qalbu). . Mengapa kita Sholat sehari-semalam 17 rakaat… ? . Pengertiannya sebagai berikut : Hawa, Adam, Muhammad, Allah dan Ah . 1. AH itu menandakan sholat subuh,”2”= Dzat dan Sifat 2. ALLAH itu menandakan sholat Zohor, “4” = Wujud, Alam, Nur dan Syahadah. 3. MUHAMMAD itu menandakan sholat Ashar “4” = Tanah, Air, Api dan Angin. 4. ADAM itu menandakan sholat Magrib, “3” = Ahda, Wahda, dan Wahdiah. 5. HAWA itu menandakan sholat Isya ,“4” = Mani, Manikam, Madi, dan Di. . Mengapa kita mengucapkan 2 kalimah Syahadat 9X dalam 5 waktu Sholat .. ? . Sebab diri batin manusia mempunyai 9 wajah. Dua kalimah syahadat pada : Sholat SUBUH 1X itu memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIR USIR (Rahasia di dalam Rahasia) Sholat ZOHOR 2X memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIR dan AHDAH Sholat ASHAR 2X memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat WAHDA dan WAHDIAH Sholat MAGHRIB 2X memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat AHAD dan MUHAMMAD Sholat ISYA 2X memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat MUSTAFA dan MUHAMMAD . Mengapa kita harus berniat dalam Sholat… ? . Karena= Niat itu merupakan kepala sembahyang. Hakekat niat letaknya pada martabat “Alif” dan kalbu manusia di dalam sholat itu kita lafazkan di dalam hati : Niat Sholat : “Aku hendak Sholat menyaksikan diriku karena Allah semata-mata.” Dalilnya : “LA SHOLATAN ILLA BI HUDURIL QALBI” Artinya : Tidak Sah Sholat-Nya Kalau Tidak Hadir Hatinya (Qalbunya) “LAYASUL SHOLAT ILLA BIN MA’RIFATULLAH” Artinya : Tidak sah Sholat Tanpa Mengenal Allah “WAKALBUL MU’MININ BAITULLAH” Artinya : Jiwa Orang Mu’min Itu Rumahnya Allah “WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ” Artinya : Aku (Allah) Lebih Dekat Dari Urat Nadi Lehermu “IN NAMAS SHOLATU TAMAS KUNU TAWADU’U” Artinya : Hubungan Antara Manusia Dengan Tuhannya Adalah Cinta. Cintailah Allah Yang Karena Allah Engkau Hidup Dan Kepada Allah Engkau Kembali. “AQIMIS SHOLATA LI ZIKRI” Artinya : Dirikan Solat Untuk Mengingat Allah (QS. Taha : 145) . Sedangkan : Al-Fatihah ialah merupakan tubuh sembahyang Tahayat ialah merupakan hati sembahyang Salam ialah merupakan kaki tangan sembahyang. . HAKEKAT AL-FATIHAH DALAM SHOLAT Membersihkan hati dari pada syirik kepada Allah swt Mengingat kita bahwa tubuh manusia itu mempunyai 7 lapis susunan jasad yaitu : 1. Bulu 2. Kulit 3. Daging 4. Darah 5. Tulang 6. Lemak 7. Lendir . 7 ayat dalam Al-Fatihah merupakan tawaf 7 kali keliling Ka’abah. . HAKEKAT ALLAHU AKBAR DALAM SHOLAT : . “Mengambil makna ucapan Nabi Adam as. Ketika berdiri menyaksikan dirinya sendiri dan Nabi Adam as, mengucap kalimah Allahu Akbar” Peristiwa ini merupakan tajjali (perpindahan) diri rahasia Allah sehingga dapat di tanggung oleh manusia dengan 4 perkara yaitu : 1. Wujud 2. Ilmu 3. Nur 4. Syahadah Perkataan Allah pada Allahu Akbar mengandungi makna atau martabat dzat sedangkan perkataan “Akbar” pada Allahu Akbar mengandungi makna atau martabat sifat. Jadi Dzat dan Sifat itu tidak boleh berpisah. Dzat dan Sifat sama-sama saling puji memuji. . DALAM SHOLAT ITU JUGA MENGANDUNGI HAKEKAT ZAKAT. . Hakekat zakat dalam sholat ialah : Mengandungi makna“Pembersih hati“ daripada syirik kepada Allah SWT. “iiya Kanak Budu Wa iiya Kanasta’in” Hanya kepada Allah lah aku menyembah dan hanya kepada Allah lah aku mohon pertolongan. . HAKEKAT PUASA DALAM SHOLAT : . a. Tidak Boleh Makan Dan Minum b. Mata Berpuasa c. Telinga Berpuasa d. Kulit Berpuasa e. Hati Berpuasa. . SHOLAT HAKIKI . Sesungguhnya Sholat itu ada 4 jenis yaitu :- 1 Sholat Syariat 2 Sholat Tharikat 3 Sholat Hakikat 4 Sholat Makrifat ke 4 jenis Sholat diatas berkaitan antara satu dengan yang lainya. Firman Allah swt : “Inna sholati kaanat ala mukminina kitabin mauquta” Sesungguhnya sholat itu adalah WAJIB bagi orang orang yang beriman. Hadist Nabi : “Assholatu imanuddin” Sholat itu tiang agama . LAFADZ NIAT SHOLAT HAKEKAT . ZOHOR Sengaja aku sholat fardhu ZOHOR 4 rakaat dihadapan KAABAH di Mekah tunai karena Allah Ta’ala. Ya Muhammad aku TAJALLI ini wajib adanya, sebabnya AKU mengadakan 4 rakaat ini ialah UJUD-ILMU–NUR–SUHUD, AKU mengadap kepada Aku ada Allah Ta’ala. ASHAR Sengaja aku sholat fardhu ASHAR 4 rakaat dihadapan KAABAH di Mekah tunai karena Allah Ta’ala Ya Muhammad AKU tajalli wajib BERANASIR dengan 4 perkara yakni API-ANGIN-AIR–TANAH. Aku menghadap kepada AKU ada Allah Ta’ala. MAGHRIB Sengaja aku sholat fardhu MAGRIB 3 rakaat dihadapan KAABAH di Mekah tunai karena Allah Ta’ala Ya Muhammad aku tajalli wajib AKU gaib kehendak mengadakan 3 rakaat yakni ALLAH-MUHAMMAD–ADAM. aku menghadap kepada AKU ada Allah Ta’ala. ISYA’ Sengaja aku sholat fardhu ISYA 4 rakaat dihadapan KAABAH di Mekah tunai karena Allah Ta’ala Ya Muhammad aku tajalli wajib AKU INSAN itu AKU mengadakan 4 rakaat yakni WADZI-MADZI–MANI-MAKNIKAM aku menghadap kepada AKU ada Allah Ta’ala SUBUH Sengaja aku sholat fardhu SUBUH 2 rakaat dihadapan KAABAH di Mekah tunai karena Allah Taala Ya Muhammad aku yang WUJUD tajalli itu wajib BERTUBUH yang mengadakan 2 rakaat yakni DZAT – SI FAT aku mengadap kepada AKU ada dengan yaitu sebenar benarnya Allah Ta’ala. ADAB MENGERJAKAN SHOLAT a. Bentangkan sejadah , kemudian naik atasnya dimulai dengan kaki kanan lalu azan dan iqamat b. Berdiri betul ..tangan kanan dan kiri disilangkan ..kanan diatas..pejamkan mata ..pandang DIRI BATIN..apabila jelas ..ucapkan KALIMAH SYAHADAH 3 x dan bedoa seperti berikut : . DOA… Aku berdiri dengan HURUF ALIF, aku duduk dengan huruf BA .. diatas HAMPARAN RASULLULLAH . Aku menghadap ke BAITULLAH KIBLAT DADA, KIBLAT RUH ke BAITUL MAKMUR – ALLAH KHALIQUL ALAM. Ruhku yang MENYEMBAH ALLAH DZAT WAJIBUL WUJUD – WUJUDUL MUKHDO Maha Suci, yang BERDIRI PADA SIFAT “LAISA KAMISLIHI SYAIUN” Mengucap 2 Kalimah Syahadah . c. Melafazkan NIAT mengikut sholat yang hendak didirikan itu d. Luruskan kedua tangan dan TARIK NAFAS dari ujung kaki hingga sampai ubun ubun, kemudian lafazkan TAKBIR – Allah Hu Akbar. beserta angkat kedua tangan. e. Sewaktu kita berdiri QIAM…tangan kanan diatas tangan kiri lalu kita baca Kalimah ini didalam hati. Aa Uu Zubillah Minash Syaitanurrajim – Bismillah Hir Rahmanirrahim Ya Muhammad RahasiaKU kepadamu. Ya Muhammad AKU yang mengadakan , AKU Dzat Allah Taala menjadi DIRI. f. Baca DOA IFTITAH, Fatihah dan seterusnya sampai akhir g. Selama membaca TAHIYYAT maka hendaklah kita ingat akan MAKSUD Kalam Allah itu seperti berikut : Attahiyya ….hingga …assalamualaika ..wabarakatuh AKU yang BERHAYAT sebenar-benarnya. AKU Yang Esa yang mengadakan engkau Muhammad. AKU Yang Memeberi RAHMAT engkau dan Yang Memberi Rahmat Assalamua ALAI NA…. AKU yang sebenar-benarnya Tuhanmu Wa ala ibadillah….sholihin Dan yang ibadatullah itu yang amat baik itu AKU Ash hadu Ila ha illalallah AKU Tuhan Yang ESA..Tiada Tuhan Yang Disembah Melainkan AKU Wa..ash hadu….rasullullah AKU bersaksi Nabi Muhammad itu Pesuruh Allah Allahuma….wa ala alihi Muhammad.. Ya Tuhanku juga yang memberi ANUGERAH itu ..Yang memberi kepada hambanya dan sekalian umat Salam… Inni ana ZATUL HAQ kekanan … Inni ana SIFATUL HAQ kekiri. . PERHATIKAN HAL DI BAWAH INI : . 1 Sewaktu kita melangkah keatas sejadah dengan KAKI KANAN hendaklah dimulai bacaan BISMILLAH 2 Sewaktu takbir ALLAH HU AKBAR..maka niat dalam hati…AKULAH YANG MAHA BESAR 3 Sewaktu membaca FATIHAH maka hendaklah kita ingat akan SIFAT KITA dalam Fatihah. 4 Sewaktu RUKUK setelah baca subhana rabbial adzim…wabihamdihi 3 x ..maka baca pula ..AKU mempunyai KEBESARAN dan YANG AMAT MENGETAHUI 5 Sewaktu ITTIDAL setelah baca sami allahu liman hamidah 3 x ..lalu kita baca pula ..AKUlah YANG AMAT MENDENGAR dan AKU-lah YANG MEMBERI SEGALA KURNIAAN 1 x didalam hati 6 Sewaktu SUJUD setelah membaca subhana rabbial a’ala wabihamdihi 3 x lalu kita baca pula…AKU jua YANG DISEMBAH dan AKU jua YANG MENYEMBAH pada diriku sendiri 1x didalam hati. 7 Sewaktu DUDUK ANTARA 2 SUJUD setelah membaca rabbigh firgli warhamni wa jeburni warzukni wahdini wa’afni wa’fu anni 3x lalu kita baca AKU-lah YANG MENGAMPUNKAN DOSA dan MENGURNIAKAN RAHMAT dan KESEJAHTERAAN kepadamu 1 x didalam hati. PAHAMI DULU TENTANG SHOLAT . Sebelum kita memulai sholat terlebih dahulu kita fahami akan ETIKA & PEGANGAN dalam sholat itu karena ini amat PENTING bagi kita. Tanpa pengertian ini, sholat kita HAMBAR tidak akan diterima oleh Allah dan tidak diakui oleh Nabi Muhammad SAW. Sabda Nabi : “Shollu kama roai tumuni usholli” Sholat-lah kamu sebagaimana kamu lihat aku sholat . Perkara perkara itu adalah :- 1. AHDAH Kita hendaklah mengerti bahwa DZAT YANG QODIM itulah DIRI BAGI MUHAMMAD (ruh) karena AHDAH itulah MARTABAT DZAT atau MUHAMMAD AWAL (Ta’ain Awal) 2. WAHDAH Sesungguhnya SEGALA PERBUATAN dan KEJADIAN itu DARI NUR MUHAMMAD … DIRI bagi ADAM (Tubuh) karena ia adalah MARTABAT TA’AIN TSANI .. SIFAT bagi DZAT. 3. WAHDIAH PENGAKUAN kita pada Allah karena MENERIMA JASAD, hakekatnya ialah QUDRAT & IRADAT Allah jua didalam sholat itu atau dengan kata lain YANG SEMBAHYANG ITU adalah RUH atau DZATUL BUKTI. Hilangkan perasaan kita pada pebuatan kita. YANG ADA HANYA DIRINYA semata-mata. “La failun filsolati bihakikati illallah” Tidak ada perbuatan dalam sholat itu melainkan Allah. 4. MI’RAJ Sewaktu kita takbiratulihram ALLAH HU AKBAR maka yang naik atau MI’RAJ ialah QUDRAT & IRADAT Allah jua beserta naiknya NAFAS kita . Maka hilanglah UJUD kita pada UJUDNYA dibawa WAHDATUL AF’AL. 5. IHRAM – TERCENGANG Hilang perasaan kita ketika mengatakan ALLAH HU AKBAR, fana’kan perasaan kita sampai kepada LA HAULAWALA QUWWATA ILLA BILLAHI ALIYYU ADZIM. 6. TUBADIL – TERGANTI Gantikan pakaian dzahir atau perbuatan dzahir dengan perbuatanNYA. Jadi yang sholat itu adalah DIA juga pada hakekatnya. 7. MUNAJAT – PERMOHONAN Yang meminta itu adalah sebenarnya QUDRAT IRADATNYA jua…maknanya diri kita bermunajat dengan HAKEKATNYA.
SEKELUMIT KISAH
Suatu hari terjadi dialog antara seorang Mursyid muda dengan seorang Kyai sepuh, yang anaknya telah menjadi murid dari Sang Mursyid Muda tersebut.
Pak kiai: Nak, saya dengar anak muda mengajar ilmu hakekat kepada putra saya.
Guru mursyid: Betul pak kiai.
Pak Kiai: Tolong jelaskan kepada saya, sebab putra saya sekarang bicaranya selalu tentang hakekat saja
Guru mursyid: Apa yang harus saya jelaskan kepada pak kiai?
Pak kiai: Ya. Saya sudah kenyang berguru di banyak pesantren besar, tapi sampai saat ini saya belum bisa menyelesaikan ilmu syareat yang saya pelajari. Coba anak muda renungkan kembali ajaran yang disampaikan kepada putra saya tentang hakehat. Saya sudah berumur tua saja belum menyelesaikan syareat yang saya tahu begitu banyak. Bagaimana mungkin anda anak muda bicara tentang hakekat kepada putra saya yang nyatanya saja lebih tua dari anda. Nanti saja kalau anak muda sudah menyelesaikan semua syaerat lengkap barulah anak muda bicara tentang hakekat. Itu masih jauh anak muda. Apa sih sekarang yang anak muda ketahui tentang Hakekat itu?
Guru mursyid: Betul pak kiai, saya masih muda jauh lebih muda dari putra pak kiai, apalagi dibandingkan umur pak kiai. Rupanya methode yang kita pelajari jauh berbeda dan apa yang kita caripun berbeda.
Pak kiai: Maksud anak muda? Ajaran Islam kan methodenya hanya dua saja, yaitu Al Quran dan Al Hadist. Yang lain bagi saya hanya embel-embel.
Guru mursyid: Bolehkah saya bertanya?
Pak kiai: Silahkan saja, asal masuk akal.
Pak kiai: Belum (pak kiai menjawab dengan agak ragu)
Guru mursyid: Sudahkan pak kiai membuktikan surat Ar Rahman ayat 17?
Pak kiai: Belum. (pak kia menjawab lirih dan agak terbata)
Guru mursyid: Methode kita yang berbeda. Pak kiai mencari surga sedangkan saya mencari Pemilik surga atau saya sebut “Inna lillahi wa ina lillahi roji’un” – Asal (dari) Allah kembali (ke) Allah. Kenapa kata dari dan ke saya beri tanda kurung, Sebab Tuhan yang Maha Tinggi Yang Maha Meliputi, Ada “dimana-mana”. jika saya memakai kata “dari” dan “ke” menjadikan seolah Tuhan Yang Maha Meliputi menjadi “terikat” dengan di satu arah dan tempat. Menurut pak kiai apa yang kekal?
Pak kiai: Hanya Allah yang kekal.
Guru mursyid: Betul. CiptaanNya tidak ada yang kekal. Jadi surgapun tidak kekal. Apakah ini tidak membuat pak kiai mau berfikir?
Pak kiai terdiam, tidak menjawab.
Guru mursyid: Nabi Adam yang lebih mulia dari kita gagal bersaing dengan iblis dan terusir dari surga karena Iblis ternyata lebih licin. Pak kiai siapa dibanding nabi Adam?
Nabi terusir dari surga tetapi iblis masih berada disurga sampai saat ini. Iblis memohon kepada Allah agar diberikan tangguh dan Allah mengabulkannya. Silahkan pak kiai baca surah Al A’raff ayat 14-17, Al Hijr ayat 36-38, Shaad ayat 79-80. Jadi kalau pak kiai mencari surga artinya pak kiai akan kembali dilahirkan kebumi kembali karena masih ingin melihat sungai-sungai yang mengalir dibawahnya gunung-gunung yang hijau masih mengharapkan bidadari cantik, pak kiai masih mendambakan nafsu dan belum melepaskan diri dari lingkaran kelahiran dan kematian.
Bagaimana mungkin pak kiai mencari Allah, ujudnya saja pak kiai tidak tahu karena pak kiai tidak paham marifatullah, apalagi hakekatNya. Pak kiai hanya paham dan “latah” sebatas dongeng yang pak kiai terima sejak kanak-kanak dan disimpan serta diyakini sampai sekarang tanpa diolah, dikaji dan diselaraskan dengan nalar yang berkembang sejalan dengan bertambahnya ilmu, kecerdasan dan umur.
Mudah-mudahan pak kiai paham apa yang difirmankan Allah dalam surah Al Waaqi’ah ayat 7 sampai dengan ayat 10. Saya tidak ingin masuk golongan kanan dari tiga golongan tersebut, karena saya tidak ingin kembali ber”gaul” dengan nafsu rendah lagi dengan masih mengharapkan pemuasan nafsu syahwat di “Surga” bersama bidadari-bidadari, bukankah masih ada satu golongan lain lagi yang lebih mulia?, yaitu golongan mereka yang tulus dan ikhlas, golongan yang menyembah Allah bukan karena pamrih mengharap “hadiah” yang dijanjikanNya.
Betulkah pak kiai sudah berumur sekitar 75 tahun?
Pak kiai tidak menjawab.
Guru mursyid: Saya hitung-hitung pak kiai sudah dapat bonus sekitar 10 tahun dari rata-rata umur orang Indonesia yang hanya sekitar 65 tahun secara statistik. Bolehkan saya bertanya lagi?
Pak kiai:………. Silahkan??!!
Guru mursyid: Saya mengajarkan kepada ikhsan-ikhsan tentang syareat dari bawah dan bersamaan juga mengajarkan hakekat dari atas kebawah. Jadi bertemu ditengah-tengah, sehingga mereka memahami dzat dan benda, juga hal-hal lain yang sebenarnya sama yang dibicarakan dengan bahasa yang berbeda dalam syareat hingga hakekat. Dan syareat /tarekat pun menjadi cepat selesai karena sudah ada keselarasan pemahaman tentang apa yang dibicarakan. Sudahkan pak kiai membuktikan bintang yang (cahayanya) menembus pada surat Ath Thaariq :6, bintang pada langit terdekat pada surat Ash Shaafaat ayat 6?
Pak kiai: ………belum (jawabannya sudah kehilangan kepercayaan diri)
Betulkkah syareat artinya syarat-syarat? Kalau diistilahkan seolah memasak didapur pak kiai di syareat hanya mengumpulkan informasi syarat-syaratnya saja bahwa untuk memasak syaratnya diperlukan adanya benda-benda seperti kompor atau api, panci dll.
Lalu tarekatnya, untuk jalannya pak kiai harus pergi kepasar, berbelanja, membersihkan dan memotong bahan-bahan yang akan dimasak, mengulek bumbu-bumbuan dll apapun yang perlu dikerjakan sebagai cara memasak yang sehat dan benar.
Barulah makrifatnya semua bahan dasar dan bumbu-bumbu dimasak dan dicampur/bertemu/bersatu dalam satu wajan atau panci. Selesai dimasak barulah pak kiai bisa merasakannya, mendapatkan hakekatnya “Oh rasanya sayur asem itu seperti ini rupanya”. Disinilah akal sementara kita lepaskan sebagaimana juga malaikat Jibril terpaksa harus ditinggalkan oleh Nabi, di “puncak” hakekat hanya manusia yang madani yang bisa menyelesaikan hal ini. Disini, ichsan sudah paham dan mengerti apa yang diperTuhankan sehingga syahadatnya syah, bukan mereka-reka dan mengira-ngira saja jadi bukan sumpah palsu seperti selama ini pak kiai ucapkan. Apakah pak kiai anggap nabi Muhammad tidak bisa membedakan kata “bersaksi” dengan “percaya”. Nabi kercerdasannya tinggi dibandingkan manusia sepert kita ini.
Hari ini dalam usia senja pak kiai belum menyelesaikan ilmu syareat yang sangat banyak tidak ada habisnya dan menyita waktu. Pak kiai masih sibuk mengumpulkan syarat-syarat, kapan pak kiai akan mulai “masak”, kapan pak kiai akan mulai menunaikan ma’rifat sampai ke hakekat? Mengapa pak kiai tidak memilih jalan / methode yang pendek dan tepat tapi banyak manfaatnya dan cepat sampainya? Masih sempatkah pak kiai membuktikan ayat-ayat yang saya sebutkan tadi sebelum ajal? Tanyakan kepada putra pak kiai pengandaian saya ini “Apakah seorang kapolres akan bersedia menerima permintaan seorang pesakitan koruptor untuk dipertemukan dengan Kapolres di tahanan?” Tentunya si pesakitan hanya akan menjadi bulan-bulanan “tahanan miskin” yang lain maupun “oknum-oknum”. Apalagi Allah, Yang Maha Tinggi tentu Beliau tidak mau menemui mahluk pesakitan yang belum pernah menemui dan mengenalNYA sebelumnya, apalagi jika orang itu gemar menista orang lain walaupun pemahamannya sendiri masih hanya tebak dan terka tanpa pembuktian. Apa yang akan ditanyakan Allah kepada mahluk seperti itu? Tentang “pertemuannya dengan Allah”? jelas tidak akan paham. Tentang bukit Tursinanya? Tentang gua Kahfi atau gua Hiranya? Tentang surga dan nerakanya? jawaban yang akan diberikan tentu monotype dan klise hanya sekedar “Katanya, yang saya dengar dari kata dan dongeng anak-anak sejak saya kecil yang demikian itu seperti ini dan itu”. Semua serba katanya. Saya tidak mau tebak dan terka seperti itu, Islam adalah agama akal dan ilmiah. Ini sudah senja bagi pak kiai, sambung Guru mursyid mantap.
🙏🙏🙏wasalam..
SYAHADAT DAN SYUHUD BERMAKRIFAT
Latih Ilmu Allah -Dengan KALIMAT Syahadat dan Syuhud (Qudrat"Kuasa",Iradat”berkehendak"Ilmu"ilmu",Hayat"hidup")
=================================
Bagi saya Nafas adalah Imej cermin dari Roh , nafas adalah kembar bagi Ruh. Ruh adalah hakikat dan nafas adalah syariatnya di alam ini.Ruh ibarat kapal, ombak bagaikan nafas.Jika tenang ombak, tenaglah perjalanan kapal. Begitu juga Ruh, jika nafas seorang hamba tenang, maka ia memberi kesan pada ruhnya.
____________________________________________
Kaum Aribillah dan ahli Rohanni amat mementingkan latihan pernafasan. Bila pernafasan bagus, maka akan baguslah perjalanan ruh dengan ROBBnnya. Emosi amat mempengaruhi pernafasan, baik ia dalam keadaan marah “stress” atau tenang.Jika seseorang itu berjaya mengawal emosinya.
____________________________________________
Mereka yang tidak mementingkan rohani adalah seperti jasad yang tiada Roh , mereka amat di perbodohkan oleh syaitan , apa gunanya sebatang jasad walaupun ianya seorang raja , seorang yang cantik dan kaya jika tiada Roh dan Nyawa akan di kebumikan dengan secepat mungkin. Roh dan kerohanian amat penting dalam memahami pengertian hidup dan perjalanan hidup ini .
____________________________________________
Nafas berasal dari Robbul Alamin , Soalan pertama adalah mengenal Bagiamana turunya dan naiknya Nafas ini dari sebatang tubuh yang tidak ada hawl dan quwwah , dan bagaimana ratusan ribuan jutaan makhluk menerimah Nafas turun , Nafas naik dengan secara sistematik dan secara teratur dan tanpa ada gangguan , dan tiada kehilangan satu nafas yang tegendala dalam ribuan juta tahun kecuali sudha sampai ajal maut seseorang itu dengan taqdir Nafas dan usia hayyatnya. Nafas adalah sumber kehidupan, tanpa nafas hancurlah kehidupan.Nafas adalah al-Hayat yang datang dari Tuhan, ia adalah rahsia Illahi.Para ulama sufi mengamalkan zikir nafas untuk pembersihan rohani, manakala para ahli “tenaga dalam” mengamalkan pernafasan untuk mengaktifkan tenaga ghaibnya sehingga dapat melakukan perkara yang luar kekuatan jasad.Kaum sufi menamakan iannya sebagai Nasma iaitu gabungan antara Ruh Jasmani dan jasad.
____________________________________________
Zikir Nafas adalah jentera pengerak kepada semua sistem rohani dan jasmani.Zikir Nafas adalah merupakan IBU kepada segala zikir.Zikir ini mempunyai banyak keistimewaan.Zikir Nafas ini ada pecahan dan rangkaiannya tersendiri.Pecahan zikir ini ialah zikir Nufus, Tanafas dan Amfas.
____________________________________________
Keempat-empat perkara ini berkaitan diantara satu sama lain.Bermula nafas itu kerana anfas, dan hidup anfas itu kerana nuffus, manakala hidup nufus itu dengan rahsia dan rahsia itulah merupakan (diri) rahsia Allah.Nufus,Anfas dan Tanafas itu adalah satu perkara yang ghaib, yang wujud tanpa dapat dirasa dan dilihat seperti mana nafas.Adalah tidak sedap membicarakan sesuatu yang tidak boleh dibuktikan dengan ilmu yakin, ataupun ainul yakin.Kerana ini boleh menimbulkan fitnah besar kepada pembicaranya kelak.Sudah menjadi ghalib manusia ia akan menolak sesuatu yang tidak tercapai oleh akal dan ilmunya, meskipun jalan paling baik jika ia terserempak dengan keadaan demikian ialah dengan mendiamkan diri (tafakur) disamping belajar untuk memahaminya.
____________________________________________
Kedudkan Sistem Bathin dan Spiritual ini bergerak dengan Kuasa Qudrat yang mutlak dan hanya dapat di lihat dengan mati hati oleh mereka yang telah hidup hati mereka secara zahir dan bathin. Tanpa ILMU Mata hati memang hati itu tidak akan terbuka dan hiudp dan tidak akan dapat memerhatikan keajaibaan hati ini. Kedudukan Anfas ialah dihidung.Tanafas ditelinga dan Nufus diJantung, manakala Nafas ialah dimulut.Anfaas,Nafas,Tanafas dan Nufus ini merupakan satu “kuasa” ataupun keadaan yang keluar masuk (bergerak) dalam tubuh seseorang manusia tidak kira itu janda maupun dara sama saja
____________________________________________
Apa kah insan mudah memahami gerakan sistem spiritual dan rohani ini tanpa mengenal Robbnya dan ILLAH nya , dia sekali-kali tidak akan mengenal Robb nya tanpa ILMU KALIMAH LA ILAHA ILLALLAH. Semua sistem pengerakan Nafas , Anfus , tanafas adalah satu sistem Unggul dan yang ajaib yang penuh dengan mukjizat.Tanafas ia bergerak di telinga,Nufus dijantung,Anfas di hidung sementara Nafas pula dimulut.Diantara keempat unsur ini,Nafaslah yang boleh dirasa dan disentuh serta mudah untuk diyakini (kalau kita membicarakan) kerana setiap orang boleh merasakan sengan perasaan zahir.Justeru itu dalam bab ini saya berminat untuk membicarakan Zikir Nafas saja.
____________________________________________
Nafas adalah sumber utama dalam menghidupkan hati dan jasad. memahaminya dan menguasainya akan membawa Insan itu kepada kejayaan.Nafas adalah saluran penting bagi kita meneruskan hidup di atas bumi ini, ada jasad tanpa Nafas , tidak berguna jasad ini. Ada roh tapi tiada Nafas tidak juga bermnafaat Roh itu kepada jaasad itu.
____________________________________________
Dan Bila disebut Nafas orang tau,iaitu angin yang keluar masuk daripada lubang hidung dan mulut (daripada luar tubuh kedalam tubuh)Kalau mengikut pengertian saintifik,udara yang keluar dari mulut atau hidung itu ialah karbondioksida yakni bahan “perkumuhan”, sementara yang disedut masuk itu pula ialah oksigen.Fungsi oksigen ini ialah untuk memutarkan darah dalam jantung, membolehkan nyawa bergerak.Oksigen itu disedut dari luar dimana ianya diproseskan oleh tumbuh-tumbuhan dan alam seluruhnya.
____________________________________________
Fikirlah dn renungkan lah betapa penting nya penguasan Nafas dalam hidup dan tanpa penguasan ini anda tidak akan bahagia secara zahir dan bathin. Ramai ahli sains mengakui hakikat ini bahawa semua punca masalah hidup yang membawa kepada keadaan tidak bahagia adalah kerana tidak wujud harmoni di antara jasad dan qalbu - emosi dan minda coba saja kalau tdk percaya jika putus cinta sama janda Rasanya nafas ini sesak rasanya..
____________________________________________
Mengikut kajian pakar 80% punca pesakit adalah berpunca dari ketidakstabilan emosi atau masalah psikologi.Emosi dan jasad ada kaitan yang amat rapat jika tidak di kawal ianya akan membawa mudarat kepada tubuh badan dan juga anggota badan yang menjalankan tugas penting dalam sistem peredaran darah dan sistem oksigen. Justeru itu rawatan yang paling baik ialah membina motivasi seseorang itu kepada kekuatan dalaman.Tiada pembinaan yang paling baik melainkan mendekatkan manusia itu dengan RabbNya.
____________________________________________
Zikir yang digabungkan dengan teknik pernafasan yang betul,dn benar atau disebut oleh ahli Tasauf sebagai zikir nafas, akan memberi kesan yang hebat . Imam Ghazali mengatakan zikir yang dilakukan dengan cara menahan nafas akan mempercepatkan proses penyucian hati (membakar mazmumah).
____________________________________________
Pernafasan yang benr akan memaksimumkan penyerapan oksigen yang amat penting dalam kehidupan dan kesihatan manusia.Kekurangan oksigen menyebabkan seseorang terdedah kepada pelbagai penyakit seperti kanser,gangguan saraf, leukemia dan lain-lain.
____________________________________________
Teknik Terapi Zikir pernafasan:
Perut dikempeskan se-kempes mungkin dan dikeraskan, agar energi yang dibangkitkan besar.
> Tarik nafas perlahan-lahan dan kemudian dalam-dalam, dada digembungkan, perut dikecilkan, tahan selama beberapa detik agar diproses oleh paru-paru, dan lepaskan.
> Penarikan Nafas harus dengan tertib dan juga secara natural tanpa di paksa atau pun di desak - kaedah ini akan gagal menghasilkan satu proses yang mukammil.
> Kemudian tarik nafas kembali dalam-dalam, tahan selama beberapa detik, dan selanjutnya( sebaik nya 5-1-5 atau 10-1-10 atau pun 3-1-3) , tarik 3 saat - tahan 1 saat - dan lepas 3 saat ] atau ikut kekuatan daya tarikan dan hembusan.
> Lanjutkan terapi pernapasan dengan dada tetap digembungkan, dan perut tetap dikempeskan dan dikeraskan.
Menarik nafas dengan membayangkan menghirup udara yang bersih dan sehat, lepaskan napas dengan membayangkan membuang penyakit, racun dan udara kotor.
____________________________________________
Nafas ditahan agar proses biologis didalam paru-paru berlangsung sempurna, yaitu : oksigen yang diudara diserap oleh paru-paru ( secara maximal ) dan udara kotor beracun dilepaskan ke-udara untuk kemudian dibuang keluar saat melepaskan napas. ( Dengan bernapas biasa maka proses berlangsung tidak sempurna, karena belum sempat terjadi pertukaran secara lengkap, udara sudah dikeluarkan lagi dari paru-paru ) saya jugak sdh blajar biologi dlu heuheu
____________________________________________
Waktu ingin melakukan zikir nafas kita wajib memulangkan Zat, Sifat, Af’al kita kepada Zat, Sifat, Af’al Allah yang bererti memulangkan segala wujud kita yang zahir kepada wujud kita yang batin iaitu Ruh dan pulangkan wujud Ruh pada hakikatnya Wujud Yang Qadim Zat Allah jua.La maujud illaLlah yang bermaksud tiada yang ada di ala mini pada hakikatnya melainkan Allah jua.Hakikat nafi pada diri kita ialah la wujud(tiada yg wujud) , la qadir(tiada yg Maha kuasa) , la hayun, la muridun, la alimun(tiada yg Maha mengetahui) , la samiiun(tiada yg mendengar) , la basirun (tiada yg Maha melihat) , la mutakalimun fil haqiqah illaLah.
____________________________________________
Sebb itu saya Berkata ”matikan dirimu sebelum kamu dimatikan tapi elu pada gublok geramnya akuuu”perhatikn ini Mati disini dibahagikan kepada empat:
PERTAMA"Mati Hissii iaitu seolah-olah sudah bercerai ruh dari jasad, tiada daya upaya walau sezarah jua pada hakikatnya hanya Allah jua yang berkuasa, kemudian dimusyahadahkan didalam hati dengan menyaksikan kebesaran iaitu sifat Jalal dan JamalNya dan kesucianNya.
KEDUA"Apa dia hakikat Asolatu Miraju lil Mukminin. Miraj iaitu selepas sempurna mematikan diri kita hendaklah malakukan miraj ertinya iaitu menaikkan nafas kita malalyui alam “Qaba qawsain au adna” iaitu antara kening merasa penuh limpah dalam alam Qudus iaitu dalam benak kepala kita hingga hilang segala ingatan yang lainnya.Ia dinamakan mati ma’nawi iaitu hilang segala sesuatu didalam hatimu melainkan hanya berhadapan pada Allah jua.
KETIGA"Mati dalam Hidup dan Hidup dalam kematian , ini lah hakikat mati lah kamu sebelum kamu di matikan. Mati segala usaha ikhtiar segala daya upaya diri kita hanya kita mendirikan sembahyang dengan melihat pada matahatinya dari Allah,degan Allah dan untuk Allah.Dari Allah mengerakkan Ruhaniah,dari ruhaniah mengerakan Al-Hayat, dari Al-Hayat menggerakkan nafas dan dari nafas menggerakkan jasad dan adalah pada hakikatnya itu Allah jua yang menggerakkan sekaliannya sebagaimana firmaNya: “Dan tiadalah yang melontar oleh engkau ya Muhammad Sala Allahu Alaihi Wasalam - ketika engkau melontar tetapi Allah yang melontarnya…”.Pada pandangan dzahirnya perbuatan hamba tetapi pada pandangan matahati perbuatan Allah jua.
*EMPAT"Mati dalam tidur - Ini adalah satu rahsia maarifah dalam hidup yang hanya di ketahui oleh para Arif Billah dan Alimbillah - bukan nya oleh alimbil kitaab, Banyak orang alim bili kitaab tetapi jahil tentang Allah dan segala ilmu tauhid dan maarifahtullah.
____________________________________________
Zikir Nafas adalah Ummul Zikir. Dan seafdal-afdal Zikir yang mampu memberi kekuatan Rohanni adalah Zikir Khafi ini di jelaskan oleh Guru saya sendiri Almarhum ayahanda M.sibbwaihimutawali.Zikir Nafas adalah selaku Nurr Cahaya yang memancar keseluruh jiwa seorang pengamal Zikir Nafas.Zikir nafas ini adalah besar faedah.Dengan melakukan zikir nafas saja ia bisa memecahkan ketulan darah hitam yang berada dihati yang dianggap sebagai istana iblis itu.Selagi istana Iblis tidak terpecah dan hancur musnah Nur Qalbi sebagai penyuluh lampu ma’rifat yang diharapkan itu tidak mungkin diperolehi.Nur itu tidak akan bersinar menyuluh kegelapan dalam diri.Kalau pun ia menyala tetapi cahayanya tidak terus.Zikir Nafas adalah ibu segala zikir. Ianya mampu membersihkan segala kotoran dalaman dan rohanni ngopi dlu guru..
__________________
🙏🙏🙏wasalam..
=================================
Bagi saya Nafas adalah Imej cermin dari Roh , nafas adalah kembar bagi Ruh. Ruh adalah hakikat dan nafas adalah syariatnya di alam ini.Ruh ibarat kapal, ombak bagaikan nafas.Jika tenang ombak, tenaglah perjalanan kapal. Begitu juga Ruh, jika nafas seorang hamba tenang, maka ia memberi kesan pada ruhnya.
____________________________________________
Kaum Aribillah dan ahli Rohanni amat mementingkan latihan pernafasan. Bila pernafasan bagus, maka akan baguslah perjalanan ruh dengan ROBBnnya. Emosi amat mempengaruhi pernafasan, baik ia dalam keadaan marah “stress” atau tenang.Jika seseorang itu berjaya mengawal emosinya.
____________________________________________
Mereka yang tidak mementingkan rohani adalah seperti jasad yang tiada Roh , mereka amat di perbodohkan oleh syaitan , apa gunanya sebatang jasad walaupun ianya seorang raja , seorang yang cantik dan kaya jika tiada Roh dan Nyawa akan di kebumikan dengan secepat mungkin. Roh dan kerohanian amat penting dalam memahami pengertian hidup dan perjalanan hidup ini .
____________________________________________
Nafas berasal dari Robbul Alamin , Soalan pertama adalah mengenal Bagiamana turunya dan naiknya Nafas ini dari sebatang tubuh yang tidak ada hawl dan quwwah , dan bagaimana ratusan ribuan jutaan makhluk menerimah Nafas turun , Nafas naik dengan secara sistematik dan secara teratur dan tanpa ada gangguan , dan tiada kehilangan satu nafas yang tegendala dalam ribuan juta tahun kecuali sudha sampai ajal maut seseorang itu dengan taqdir Nafas dan usia hayyatnya. Nafas adalah sumber kehidupan, tanpa nafas hancurlah kehidupan.Nafas adalah al-Hayat yang datang dari Tuhan, ia adalah rahsia Illahi.Para ulama sufi mengamalkan zikir nafas untuk pembersihan rohani, manakala para ahli “tenaga dalam” mengamalkan pernafasan untuk mengaktifkan tenaga ghaibnya sehingga dapat melakukan perkara yang luar kekuatan jasad.Kaum sufi menamakan iannya sebagai Nasma iaitu gabungan antara Ruh Jasmani dan jasad.
____________________________________________
Zikir Nafas adalah jentera pengerak kepada semua sistem rohani dan jasmani.Zikir Nafas adalah merupakan IBU kepada segala zikir.Zikir ini mempunyai banyak keistimewaan.Zikir Nafas ini ada pecahan dan rangkaiannya tersendiri.Pecahan zikir ini ialah zikir Nufus, Tanafas dan Amfas.
____________________________________________
Keempat-empat perkara ini berkaitan diantara satu sama lain.Bermula nafas itu kerana anfas, dan hidup anfas itu kerana nuffus, manakala hidup nufus itu dengan rahsia dan rahsia itulah merupakan (diri) rahsia Allah.Nufus,Anfas dan Tanafas itu adalah satu perkara yang ghaib, yang wujud tanpa dapat dirasa dan dilihat seperti mana nafas.Adalah tidak sedap membicarakan sesuatu yang tidak boleh dibuktikan dengan ilmu yakin, ataupun ainul yakin.Kerana ini boleh menimbulkan fitnah besar kepada pembicaranya kelak.Sudah menjadi ghalib manusia ia akan menolak sesuatu yang tidak tercapai oleh akal dan ilmunya, meskipun jalan paling baik jika ia terserempak dengan keadaan demikian ialah dengan mendiamkan diri (tafakur) disamping belajar untuk memahaminya.
____________________________________________
Kedudkan Sistem Bathin dan Spiritual ini bergerak dengan Kuasa Qudrat yang mutlak dan hanya dapat di lihat dengan mati hati oleh mereka yang telah hidup hati mereka secara zahir dan bathin. Tanpa ILMU Mata hati memang hati itu tidak akan terbuka dan hiudp dan tidak akan dapat memerhatikan keajaibaan hati ini. Kedudukan Anfas ialah dihidung.Tanafas ditelinga dan Nufus diJantung, manakala Nafas ialah dimulut.Anfaas,Nafas,Tanafas dan Nufus ini merupakan satu “kuasa” ataupun keadaan yang keluar masuk (bergerak) dalam tubuh seseorang manusia tidak kira itu janda maupun dara sama saja
____________________________________________
Apa kah insan mudah memahami gerakan sistem spiritual dan rohani ini tanpa mengenal Robbnya dan ILLAH nya , dia sekali-kali tidak akan mengenal Robb nya tanpa ILMU KALIMAH LA ILAHA ILLALLAH. Semua sistem pengerakan Nafas , Anfus , tanafas adalah satu sistem Unggul dan yang ajaib yang penuh dengan mukjizat.Tanafas ia bergerak di telinga,Nufus dijantung,Anfas di hidung sementara Nafas pula dimulut.Diantara keempat unsur ini,Nafaslah yang boleh dirasa dan disentuh serta mudah untuk diyakini (kalau kita membicarakan) kerana setiap orang boleh merasakan sengan perasaan zahir.Justeru itu dalam bab ini saya berminat untuk membicarakan Zikir Nafas saja.
____________________________________________
Nafas adalah sumber utama dalam menghidupkan hati dan jasad. memahaminya dan menguasainya akan membawa Insan itu kepada kejayaan.Nafas adalah saluran penting bagi kita meneruskan hidup di atas bumi ini, ada jasad tanpa Nafas , tidak berguna jasad ini. Ada roh tapi tiada Nafas tidak juga bermnafaat Roh itu kepada jaasad itu.
____________________________________________
Dan Bila disebut Nafas orang tau,iaitu angin yang keluar masuk daripada lubang hidung dan mulut (daripada luar tubuh kedalam tubuh)Kalau mengikut pengertian saintifik,udara yang keluar dari mulut atau hidung itu ialah karbondioksida yakni bahan “perkumuhan”, sementara yang disedut masuk itu pula ialah oksigen.Fungsi oksigen ini ialah untuk memutarkan darah dalam jantung, membolehkan nyawa bergerak.Oksigen itu disedut dari luar dimana ianya diproseskan oleh tumbuh-tumbuhan dan alam seluruhnya.
____________________________________________
Fikirlah dn renungkan lah betapa penting nya penguasan Nafas dalam hidup dan tanpa penguasan ini anda tidak akan bahagia secara zahir dan bathin. Ramai ahli sains mengakui hakikat ini bahawa semua punca masalah hidup yang membawa kepada keadaan tidak bahagia adalah kerana tidak wujud harmoni di antara jasad dan qalbu - emosi dan minda coba saja kalau tdk percaya jika putus cinta sama janda Rasanya nafas ini sesak rasanya..
____________________________________________
Mengikut kajian pakar 80% punca pesakit adalah berpunca dari ketidakstabilan emosi atau masalah psikologi.Emosi dan jasad ada kaitan yang amat rapat jika tidak di kawal ianya akan membawa mudarat kepada tubuh badan dan juga anggota badan yang menjalankan tugas penting dalam sistem peredaran darah dan sistem oksigen. Justeru itu rawatan yang paling baik ialah membina motivasi seseorang itu kepada kekuatan dalaman.Tiada pembinaan yang paling baik melainkan mendekatkan manusia itu dengan RabbNya.
____________________________________________
Zikir yang digabungkan dengan teknik pernafasan yang betul,dn benar atau disebut oleh ahli Tasauf sebagai zikir nafas, akan memberi kesan yang hebat . Imam Ghazali mengatakan zikir yang dilakukan dengan cara menahan nafas akan mempercepatkan proses penyucian hati (membakar mazmumah).
____________________________________________
Pernafasan yang benr akan memaksimumkan penyerapan oksigen yang amat penting dalam kehidupan dan kesihatan manusia.Kekurangan oksigen menyebabkan seseorang terdedah kepada pelbagai penyakit seperti kanser,gangguan saraf, leukemia dan lain-lain.
____________________________________________
Teknik Terapi Zikir pernafasan:
Perut dikempeskan se-kempes mungkin dan dikeraskan, agar energi yang dibangkitkan besar.
> Tarik nafas perlahan-lahan dan kemudian dalam-dalam, dada digembungkan, perut dikecilkan, tahan selama beberapa detik agar diproses oleh paru-paru, dan lepaskan.
> Penarikan Nafas harus dengan tertib dan juga secara natural tanpa di paksa atau pun di desak - kaedah ini akan gagal menghasilkan satu proses yang mukammil.
> Kemudian tarik nafas kembali dalam-dalam, tahan selama beberapa detik, dan selanjutnya( sebaik nya 5-1-5 atau 10-1-10 atau pun 3-1-3) , tarik 3 saat - tahan 1 saat - dan lepas 3 saat ] atau ikut kekuatan daya tarikan dan hembusan.
> Lanjutkan terapi pernapasan dengan dada tetap digembungkan, dan perut tetap dikempeskan dan dikeraskan.
Menarik nafas dengan membayangkan menghirup udara yang bersih dan sehat, lepaskan napas dengan membayangkan membuang penyakit, racun dan udara kotor.
____________________________________________
Nafas ditahan agar proses biologis didalam paru-paru berlangsung sempurna, yaitu : oksigen yang diudara diserap oleh paru-paru ( secara maximal ) dan udara kotor beracun dilepaskan ke-udara untuk kemudian dibuang keluar saat melepaskan napas. ( Dengan bernapas biasa maka proses berlangsung tidak sempurna, karena belum sempat terjadi pertukaran secara lengkap, udara sudah dikeluarkan lagi dari paru-paru ) saya jugak sdh blajar biologi dlu heuheu
____________________________________________
Waktu ingin melakukan zikir nafas kita wajib memulangkan Zat, Sifat, Af’al kita kepada Zat, Sifat, Af’al Allah yang bererti memulangkan segala wujud kita yang zahir kepada wujud kita yang batin iaitu Ruh dan pulangkan wujud Ruh pada hakikatnya Wujud Yang Qadim Zat Allah jua.La maujud illaLlah yang bermaksud tiada yang ada di ala mini pada hakikatnya melainkan Allah jua.Hakikat nafi pada diri kita ialah la wujud(tiada yg wujud) , la qadir(tiada yg Maha kuasa) , la hayun, la muridun, la alimun(tiada yg Maha mengetahui) , la samiiun(tiada yg mendengar) , la basirun (tiada yg Maha melihat) , la mutakalimun fil haqiqah illaLah.
____________________________________________
Sebb itu saya Berkata ”matikan dirimu sebelum kamu dimatikan tapi elu pada gublok geramnya akuuu”perhatikn ini Mati disini dibahagikan kepada empat:
PERTAMA"Mati Hissii iaitu seolah-olah sudah bercerai ruh dari jasad, tiada daya upaya walau sezarah jua pada hakikatnya hanya Allah jua yang berkuasa, kemudian dimusyahadahkan didalam hati dengan menyaksikan kebesaran iaitu sifat Jalal dan JamalNya dan kesucianNya.
KEDUA"Apa dia hakikat Asolatu Miraju lil Mukminin. Miraj iaitu selepas sempurna mematikan diri kita hendaklah malakukan miraj ertinya iaitu menaikkan nafas kita malalyui alam “Qaba qawsain au adna” iaitu antara kening merasa penuh limpah dalam alam Qudus iaitu dalam benak kepala kita hingga hilang segala ingatan yang lainnya.Ia dinamakan mati ma’nawi iaitu hilang segala sesuatu didalam hatimu melainkan hanya berhadapan pada Allah jua.
KETIGA"Mati dalam Hidup dan Hidup dalam kematian , ini lah hakikat mati lah kamu sebelum kamu di matikan. Mati segala usaha ikhtiar segala daya upaya diri kita hanya kita mendirikan sembahyang dengan melihat pada matahatinya dari Allah,degan Allah dan untuk Allah.Dari Allah mengerakkan Ruhaniah,dari ruhaniah mengerakan Al-Hayat, dari Al-Hayat menggerakkan nafas dan dari nafas menggerakkan jasad dan adalah pada hakikatnya itu Allah jua yang menggerakkan sekaliannya sebagaimana firmaNya: “Dan tiadalah yang melontar oleh engkau ya Muhammad Sala Allahu Alaihi Wasalam - ketika engkau melontar tetapi Allah yang melontarnya…”.Pada pandangan dzahirnya perbuatan hamba tetapi pada pandangan matahati perbuatan Allah jua.
*EMPAT"Mati dalam tidur - Ini adalah satu rahsia maarifah dalam hidup yang hanya di ketahui oleh para Arif Billah dan Alimbillah - bukan nya oleh alimbil kitaab, Banyak orang alim bili kitaab tetapi jahil tentang Allah dan segala ilmu tauhid dan maarifahtullah.
____________________________________________
Zikir Nafas adalah Ummul Zikir. Dan seafdal-afdal Zikir yang mampu memberi kekuatan Rohanni adalah Zikir Khafi ini di jelaskan oleh Guru saya sendiri Almarhum ayahanda M.sibbwaihimutawali.Zikir Nafas adalah selaku Nurr Cahaya yang memancar keseluruh jiwa seorang pengamal Zikir Nafas.Zikir nafas ini adalah besar faedah.Dengan melakukan zikir nafas saja ia bisa memecahkan ketulan darah hitam yang berada dihati yang dianggap sebagai istana iblis itu.Selagi istana Iblis tidak terpecah dan hancur musnah Nur Qalbi sebagai penyuluh lampu ma’rifat yang diharapkan itu tidak mungkin diperolehi.Nur itu tidak akan bersinar menyuluh kegelapan dalam diri.Kalau pun ia menyala tetapi cahayanya tidak terus.Zikir Nafas adalah ibu segala zikir. Ianya mampu membersihkan segala kotoran dalaman dan rohanni ngopi dlu guru..
__________________
🙏🙏🙏wasalam..
TAFAKUL
TAFAKUR ATAU MEMFANAKAN DIRI
” Wahai manusia ! Sesungguhnya kamu harus berusaha dengan usaha yang sungguh-sungguh untuk bertemu dengan Tuhanmu, sampai kamu bertemu dengan-Nya “. ( QS Al Insyiqoq 84 : 6 )
Abu Huroiroh r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Solallohu Alaihi Wasallam bersabda, “Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: Apabila hamba-Ku senang untuk bertemu dengan-Ku, Aku pun senang untuk bertemu ...dengannya. Dan jika dia tidak suka untuk bertemu dengan-Ku, Aku pun tidak suka untuk bertemu dengannya.” (HR. Imam Malik, hadits shahih)
Membuka Rahasia Diri melalui ILMU TAFAKUR.” “Membina kekuatan jiwa,mental dan penyembuhan penyakit zahir dan batin” Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala “Maka ingatlah kepada-Ku, nescaya Aku ingat kepadamu (bersama dan melindungi hambaNya)… “(al-Baqoroh: 152)
adalah tenaga dari Illahi, ia mempunyai cahaya yang hebat yang datang dari alam Lahut. Energi zikir akan menysucikan segala kekotoran pada qolbu sehingga qolbunya akan terkeluar cahaya alam Lahut yang tertutup selama ini disebabkan kekotorannya.
Cahaya ini akan bersinar dan meningkatkan frekuensi cahaya pada qolbi dan seterusnya mengeluarkan segala tenaga yang rendah pada jiwanya (mazmumah). Ia juga akan bergerak menguatkan Ruh Sultoni yaitu cahaya akal sehingga akalnya mempunyai daya ketahanan yang kuat, berfikir tajam dan kreatif.
Zikir yang digabungkan dengan teknik pernafasan yang betul, akan memberikan kesan yang lebih hebat.
Imam Ghazali mengatakan zikir yang dilakukan dengan cara menahan nafas akan mempercepatkan proses penyucian hati (membakar mazhumah). Pernafasan yang betul akan memaksimumkan penyerapan oksigen yang amat penting dalam kehidupan dan kesehatan manusia.Kekurangan oksigen menyebabkan seseorang terdedah pada berbagai penyakit.
Tafakur juga dapat merawat gangguan halus sama ada dari sihir atau pun jin ialah dengan mengeluarkan penyakit dari diri serta memastikan pesakit mempunyai sistem pertahanan yang kuat agar segala iblis atau sihir tidak dapat menembusinya lagi setelah ia sembuh. Rawatan energi zikir juga akan menumpukan pengumpulan tenaga zikir pada qolbu untuk mengeluarkan syaitan dari dalam darah. Apabila tenaga zikir terkumpul di jantung, maka ia akan menghantar tenaga itu ke seluruh badan melalui sistem peredaran darah, seterusnya menghancurkan segala tenaga yang rendah (jin dan syaitan) tidak kira di mana ia berada dalam tubuh pesakit.
(Zikir Nafas)
Setiap kita yang hidup mesti mempunyai nafas, melihat, mendengar, merasa dan ini semua termasuk di dalam sifat al hayat. Kita boleh hidup tanpa mata, telinga, tangan dan anggota tubuh yang lain tetapi kita tidak boleh hidup tanpa nafas. Kita boleh berjalan, berkata-kata dan melakukan apa saja, ini semua berlaku kerana qudrot dan irodat dari Allah. Dan nafas berada didalam qudrot dan irodat Allah.
Di mana permulaan dan letaknya nafas ini?
Untuk mengetahuinya kita harus kembali pada asal kejadian kita yaitu di antara pertalian ibu dan anaknya. Mula terjadi benih diperut ibu ialah di bagian PUSAT. Di situlah mulanya nafas dan dari situ bermula benih itu membesar menjadi anggota tubuh yang sempurna.
Dimanakah letaknya rahasia diri kita yang sebenarnya?
Letaknya rahsia diri kita ialah di atas PUSAT (jaraknya dua jari diatas pusat). Kerana di situlah mulanya kejadian kita. Dan situlah letaknya pengenalan kita pada Allah. Untuk mencapai kemaqom tersebut ada 3 tahap atau latihan yang perlu kita lakukan.
-Menfanakan diri (mematikan diri)
-Mengqasadkan diri dalam afal Allah (perbuatan Allah)
-Mengqasadkan diri dalam ilmu Allah (pengetahuan Allah)
Pengetahuan Allah amat luas dan tidak terbatas.
Kalau Dia tidak berpengetahuan, munkinkah terjadi segala sesuatu ini?
Tentu tidak akan terjadi.
Mustahil kalau Allah itu tidak tahu. Adapun pengetahuan manusia makhluk tetap terbatas. Sedang Allah Yang Maha Ada, justeru Dialah yang mencipta akal dan pengetahuan.
Dan kunci/pokoknya amalan ini ialah: Lahaulawala quwwata illa billahil aliyyil azhim
Tahap 1:
Ucapkan Dua Kalimah Syahadah secara tidak putus sebanyak 3 kali. Iaitu ﻻﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻟﻠﻪ tarik nafas ( memberi makna ﻫﻮ tanpa kita sebut samada melalui mulut atau dengan hati)
Perhatikan turun naiknya nafas kita. Tarik dan hembuskan nafas kita dengan menggunakan kaedah pernafasan perut.
Apabila kita tarik nafas perut kita akan kembung, bukannya dada (boleh dilakukan samada nak menahan nafas selama mana yang kita mampu - atau tidak menahan nafas. Ingat saja kepada Allah - semasa menarik nafas biarkan udara masuk melalui hidung)
Jika kita guna kaedah menahan nafas, - Bila nafas tak tertahan lagi lepaskan perlahan-lahan. dan semasa kita menghembuskan nafas perut kita menjadi kempes seolah-olah kulit perut bertemu dengan tulang belakang. ( juga biarkan udara keluar ikut hidung )
Apabila kita melakukan kaedah diatas secara automatik akan berlaku kaedah yang dipanggil Mematikan diri dengan cara mengumpulkan segala nafas kita di bahgian qolbu (maqomnya alam malakut) lalu ditarik ke atas di bahgian ubun-ubun kepala (maqomnya alam jabarut) sambil tarik nafas dan bila sudah sampai kebahgian umbun-umbun kepala lalu tahan nafas untuk seketika. Selepas itu turunkan/lepaskan nafas hingga kebagian 2 jari di atas PUSAT (maqomnya alam lahut) lalu tahan nafas untuk seketika. Kosongkan fikiran dan tumpukan pada point iaitu 2 jari di atas PUSAT. Rasakan pada waktu itu kewujudan kita telah tiada yang ada hanya Allah. Selepas itu ambil nafas seperti biasa seketika dan lakukan lagi latihan 1.( tidak perlu diingat akan pergerakkan nafas itu ianya berlaku secara automatik - dengan sendiri)
Tahap 2
Mengqasadkan diri kita pada pergerakan Allah yaitu segala gerakan yang berlaku pada diri kita bukan lagi gerakan kita tetapi adalah gerakan Allah. Kembali pada pokoknya Lahalauwala quwata illabillahil aliyil azhim. Bahawasanya apa saja gerakan yang berlaku pada diri kita bukan lagi gerakan kita tapi adalah qudrat dan iradat Allah.
Misalnya: Kita lakukan latihan 1 dan bila sampai saja di point (PUSAT - setelah nafas habis dilepaskan) kita bermohan pada Allah agar memberi kita pergerakan . Dan selepas itu serahkan segala-galanya pada gerakan Allah. jangan difikirkan apakah gerakan yang hendak kita lakukan. Pergerakan ini boleh digunakan dalam membantu dalam kesusahan seperti scan tubuh pesakit. Kosongkan fikiran kita dan biarkan tubuh kita beregrak dengan sendirinya. Waktu itu bukan kita lagi yang mengawal tubuh kita tetapi adalah dari gerakan qudrat iradat Allah. Setiap apapun yang disaksikan oleh mata hendaklah ditanggapi oleh hati bahwa itu adalah af’al Allah (perbuatan) dari pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Tahap 3
Mengqasadkan diri kita di dalam ilmu Allah iatu segala apa yang akan berlaku semuanya adalah di dalam ilmu dan ketentuan Allah. (LA HAULA WA LA QUWWATA ILLA BILLAHIL-ALIYYIL AZHIM) Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan(daya dan kekuatan) Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.
Hadis Rosulullah Solallohu Alayhi Wasallam
LA TATAHARROKU DZARROTUN ILLA BI IDZNILLAHI.
Tidak bergerak satu zarrah juapun melainkan atas izin Allah.
Untuk mencapai tahap yang sempurna harus perbanyakanlah kita beribadah kepada Allah kerana semakin kita dekat dan mesra dengan Allah semakin tinggi dan menyerahlah apa yang kita tuntut ini.
Di dalam mengamalkan amalan ini janganlah ada sifat sombong, riya, takabbur, hasad dengki di dalam diri kita kerana sekiranya ada salah satu dari sifat-sifat ini di dalam diri kita maka amalan ini tidak akan menjadi kerana ilmu ini juga berada di dalam qudrot irodat Allah. Serahkan segala-galanya pada urusan Allah kerana kita adalah manusia yang lemah yang tiada daya dan kekuatan.
Siapa yang mengenal dirinya, tentu dia mengenal Tuhannya dan siapa yang mengenal Tuhannya, maka binasalah dirinya.”
Tambahan :-
Ucapkan Dua Kalimah Syahadah secara tidak putus sebanyak 3 kali. Iaitu ﻻﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻟﻠﻪ tarik nafas ( memberi makna ﻫﻮ tanpa kita sebut samada melalui mulut atau dengan hati)
Sesudah nafas tak tertarik lagi lalu sebutkan kalimah ﻣﺤﻤﺪ ﺭﻭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ kemudian teruskan dengan berzikir ﺍﻟﻠﻪ ...... ﺍﻟﻠﻪ ...... ﺍﻟﻠﻪ kalau boleh yang sedang menyebut ﺍﻟﻠﻪ itu ialah Allah.. ( tanpa ada kesedaran kita sedang berzikir )
URUTAN AMALAN ( tertib )
1-Pembukaan Amalan...
2-Perjalanan GERAK..
3-Pengisian NURILAHI...
4-Kunci Wasiat..
5-Tafakur Nafas
6-Tafakur Nafas 3 – Segi
7-Simpan Amal
Tafakkur atau Gerak Bapak Bagindo Muchtar
Boleh dilakukan setiap masa tanpa apa apa syarat ..dalam keadaan duduk selesa atau baring …
CARA PERSEDIAAN
Matikan segala gerak fizikal
Mati segala gerakan otak = fikiran
Letakkan kedua tapaktangan diatas kepala lutut atau didepan dada selaras dgn kedudukan JANTUNG
Tundukkan kepala dan pandang jantung
Boleh buka mata atau lelap mata
Fokuskan perhatian kepada keluar masuk nafas
Ujudkan RASA TENANG ..kemudian
Baca …Istiqfar…….3x
Baca…Auzubillahi minash syaitonil rojim
Baca….Bismilahi rahmani rahim
Mengucap…….3x
PERJALANAN SIROTHOL MUSTAQIM
(HAKIKAT GERAK KALIMAH TAUHID)
PEMBUKAAN AMALAN
Auzubillahi minassyaitonir rojim
Bismillahi rahmani rahim
Ashadu an la ilaha illallah wa ashadu anna muhammadur rosulullah
La haula wala quwwata illa billahi aliyul adzim
Astaqfirullahal adzim………3x
Selawat……..3x
1) ila hadratin nabi muhammadin Mustafa rosulillahi s.a.w saiun lillahi lahu………al-fatihah
2) ya Allah hamba hadiahkan al-fatihah ini kepada….rasul-rasul,nabi-nabi Allah,keluarga dan sahabat-sahabat Rasulullah,para wali-wali Allah,kedua ibu bapaku,kepada arwah bapak bagindo muchtar dan guru-guru serta kepada kaum muslimin dan muslimat,mukminin dan mukminat dan juga kepada diriku sendiri…………..al-fatihah.
AMALAN PERJALANAN / GERAK
Bismillah & Mengucap 3 x
BACA DOA INI
Ya Allah Ya Rabbi Ya Tuhanku
Makbulkanlah permintaanku Ya Allah
Ampunilah dosa dosaku zahir dan batin Ya Allah
Bersihkanlah Ruhani, Jasmaniku serta Jasadku
Tiada aku yang berkuasa – Allah Yang Berkuasa
Allah Maha Tahu segala-galanya
Ya Allah Tunjukkanlah PENGAKUAN DIRIKU yang sebenar-benarnya
Ya Allah Tunjukkanlah SIAPA AKU SEBENARNYA
Ya Allah Tunjukkanlah PERJALANAN AKU yang sebenarnya yakni PERJALANAN SIRATUL MUSTAQIM
Ya Allah KEMBALIKAN aku ke PANGKAL JALAN.
Tiada aku yang berkuasa – Allah-lah Yang Maha Berkuasa
Plus DOA PERIBADI ( jika ada )
DOA PENUTUP / KEMBALI
Ya Allah Ya Rabbi Ya Tuhanku
MAKBULKAN-lah permintaanku Ya Allah
KEMBALIKAN-lah aku SEPERTI BIASA
Tiada aku yang berkuasa – Allah –lah Yang Maha Berkuasa
CARA
Tutup 10 jari
Istighafar 3 x
Alhamdulillah 1 xSalam kekanan – Ya Allah - Salam kekiri – Ya Muhammad
PENGISIAN CAHAYA NURILAHI
Bismillah
Mengucap
DOA
Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim
Makbulkan permohonanku ini
ISIKAN-lah PANCARAN CAHAYA NURILAHI
melalui UBUN UBUNKU
kedua belah tapak tanganku
seluruh anggotaku
seluruh jasadku
ruhani dan jasmaniku
Tiada aku yang berkuasa
Allah-lah Yang Maha Berkuasa
BERZIKIR-lah
Allah – Allah - Allah
RAHSIA KUNCI WASIAT
Anak kunci Serbaguna - Cara Cara mengamalkannya
Ayahdi PakNgah
Ucapkan Password
Istighafar 3 X
A-uuzubillah minash syaitonil rojim
Bismillahi Rahmani Rahim
MENGUCAP 3 X
Mohon hajat kepada Allah
kemudian pegang kunci itu (Alif,Lam,Mim)
Tarik nafas sambil silang kedua tangan=kanan didalam dan kiri diluar berbentuk lam jalallah,
sambil zikr allah 9x,
kemudian letak kunci didahi sambil ucapkan
kalimah syahadah 1 X,
dan turun kearah pusat kemudian telan air liur,
pastu buat kalimah lam jalallah dengan jari kanan dimulai di bahu kanan sambil membaca bismillahi rahmani rahim dan allahu akbar.....
PENUTUP ..sama dengan amalan sebelumnya
UNTUK PAGAR DIRI CARANYA SAMA SEPERTI DIATAS.
kalau kita nak buat ubat guna air jadi guna tangan kanan yg ada kunci tu atau kedua dua tangan...pun boleh juga arahkan kepada air tu.....
SEMIDI / ZIKIR NAFAS 3 SEGI
Pilihan je – tak buat takpe
Baca Password
Sambil tangan diletakkan atas peha dengan keadaan terbuka, dan pejamkan mata serta memandang dengan mata hati kedalam diri sambil berzikir ikut aturan nafas
Iaitu…
Nafas masuk……….5 hitungan
Tahan nafas…………5 hitungan
Nafas keluar………..5 hitungan
Jika kita telah lama membawa hitungan ini maka naikkanlah bilangan nya itu
10……..hitungan
15……..hitungan
20……..hitungan
*masuk dan keluar nafas melalui hidung
PENUTUP – SAMA DENGAN AMALAN SEBELUMNYA
SIMPAN AMAL
Ya Allah Ya Tuhanku…
Simpanlah amal rahsiaku didalam
SIFAT MA’BUD ZAT TUHAN,
simpan didalam FUAD, didalam JANTUNG didalam INSAN .
Insan BERKAMIL INSAN dengan SIFAT 20..
Sifat yang terkandung didalam Kalimah ….
LA ILAHA ILLALLAH HU HAQ.
.............................................................................
TAFAKUR 1 (TATA CARA BERSERAH DIRI KEPADA ALLAH)
Ibarat Bayi Tidak Bisa Apa-apa
Tafakur adalah perilaku seseorang dalam rangka berserah diri pada Tuhan.Ia tidak tahu apa-apa,karenanya tidak mempunyai tujuan.Ibarat bayi yg hanya manut-manut saja,menjalankan pepesten(takdir).Apa saja diterima.Duduk tafakur melakukan perenungan.Bagaimana tafakur yg benar?
Tafakur berbeda dengan meditasi.Perbedaannya pada: tata cara dan aturan-aturan khusus.Tafakur adalah mengheningkan cipta,tafakur memusatkan segenap pikiran (dengan meniadakan segala hasrat jasmaniah).Aturan khususnya,diam dengan posisi duduk tegak(bersila).Mengatur pernapasan sedemikian rupa,halus,keluar masuknya nafas tidak boleh tersedak-sedak (megap-megap).
orang yg melakukan tafakur adalah orang yg tidak tahu,belum mengerti apa-apa,tidak memiliki apa-apa.Bertafakur berarti melakukan perenungan.Berserah diri.Intinya pendekatan diri kepada tuhan sama sekali tidak memiliki tujuan juga tidak memiliki keinginan atau tuntutan.
Orang yg melakukan tafakur diibaratkan bayi.Tidak tahu apa-apa,tidak tahu mana arah utara,selatan,timur maupun barat.Ia tidak memiliki kemampuan apa-apa,sehingga dipukul,dibentak,dibunuh atau diapakan diam saja.apakah bayi itu akan diberi umur hanya 2tahun atau hidup sampai 100tahun,hanya menjalani saja.
Panembahan
Orang yg berserah diri pada tuhan sudah barang tentu berkaidah dengan panembahan(menyembah).Orang yg beribadah,yg perlu dipahami bahwa panembahan yg dimaksud bukan sholat.Sebab,bertafakur tidak sama dengan sholat.Tetapi menyembah dalam arti beribadah.Tata caranya dengan duduk bersila,mengosongkan pikiran,berkonsentrasi penuh.
Karena menyembah ,maka berhubungan dengan tuhan.orang yg sedang melakukan kontak dengan Tuhan,alam pikir harus dikosongkan.Pikiran yg macam-macam,ingatan yg macam-macam,keinginan keinginan yg macam-macam,harus diusir jauh-jauh.Yg harus difungsikan adalah hati.suara hati,jeritan hati,keinginan hati untuk menuju Tuhan.
Melakukan tafakur bukan berarti diam membisu dan mematung.Secara fisik memang demikian,tapi dalam ruhani harus ramai,bergemuruh ramai dalam diam,bergemuruh dalam kesunyian.Yg ramai ialah suara hati.
Selaras
Agar pikiran tidak melayang ke mana-mana,maka harus diisi.Isinya adalah dzikir.Dzikir yg harus dibaca,harus selaras antara hati dan pikiran.Artinya,dzikir yg dibaca didengar sendiri,dibaca terus menerus,diresapi dan dijaga sedemikian rupa agar alam pikir tidak melayang kemana-mana.kalau pikiran keluar jalur,harus dikembalikan ke jalur hati,sehingga terjaga terus.Dzikir yg harus dibaca banyak sekali.Setiap guru punya anjuran sendiri-sendiri.ada yg mewajibkan berdzikir kalimat tauhid”Laa ilaaha illallah”.Ada yg kalimat pendek mengambil dari asmaul husna ,misalnya ” Yaa hayyu yaa Qoyyum”.
Tapi,biasanya untuk penyerahan diri adalah berdzikir memuji Tuhan,yaitu membaca tasbih “Subhaanallah walhamdulilah walaailla haillallahu allahu akbar laa haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim.Kalimat dzikir tsb dibaca dalam kondisi duduk bersila secara terus menerus.Tidak merasa bosan.Malahan harus merasa enjoy.Jika sudah merasa enak,maka senantiasa akan kurang.Lamanya juga tidak diperdulikan
Waktu untuk bertafakur sebenarnya tidak ada aturan,bisa siang,sore,pagi,atau malam.Tetapi yg paling baik dilakukan pada tengah malam tatkala orang-orang sudah terlelap,sehingga memperoleh kesunyian-kesunyian di malam hari.
Dzikir dalam tafakur berarti suara hati.Tanpa suara,tanpa kata-kata juga gerakan-gerakan.Ini berbeda dengan tata cara berdzikir yg ada cara duduk,gerakan badan dan suara.Ada geleng-geleng ,manggut-manggut dan lainnya.
by, Ki Tapak Nur Sejagat
Aryikel ini dipetik dari laman SAMUDRA HIKMAH - pandangan penulis sendiri..berkaitan apa yg dikatakan TAFAKUR itu.
🙏🙏🙏wasalam..
” Wahai manusia ! Sesungguhnya kamu harus berusaha dengan usaha yang sungguh-sungguh untuk bertemu dengan Tuhanmu, sampai kamu bertemu dengan-Nya “. ( QS Al Insyiqoq 84 : 6 )
Abu Huroiroh r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Solallohu Alaihi Wasallam bersabda, “Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: Apabila hamba-Ku senang untuk bertemu dengan-Ku, Aku pun senang untuk bertemu ...dengannya. Dan jika dia tidak suka untuk bertemu dengan-Ku, Aku pun tidak suka untuk bertemu dengannya.” (HR. Imam Malik, hadits shahih)
Membuka Rahasia Diri melalui ILMU TAFAKUR.” “Membina kekuatan jiwa,mental dan penyembuhan penyakit zahir dan batin” Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala “Maka ingatlah kepada-Ku, nescaya Aku ingat kepadamu (bersama dan melindungi hambaNya)… “(al-Baqoroh: 152)
adalah tenaga dari Illahi, ia mempunyai cahaya yang hebat yang datang dari alam Lahut. Energi zikir akan menysucikan segala kekotoran pada qolbu sehingga qolbunya akan terkeluar cahaya alam Lahut yang tertutup selama ini disebabkan kekotorannya.
Cahaya ini akan bersinar dan meningkatkan frekuensi cahaya pada qolbi dan seterusnya mengeluarkan segala tenaga yang rendah pada jiwanya (mazmumah). Ia juga akan bergerak menguatkan Ruh Sultoni yaitu cahaya akal sehingga akalnya mempunyai daya ketahanan yang kuat, berfikir tajam dan kreatif.
Zikir yang digabungkan dengan teknik pernafasan yang betul, akan memberikan kesan yang lebih hebat.
Imam Ghazali mengatakan zikir yang dilakukan dengan cara menahan nafas akan mempercepatkan proses penyucian hati (membakar mazhumah). Pernafasan yang betul akan memaksimumkan penyerapan oksigen yang amat penting dalam kehidupan dan kesehatan manusia.Kekurangan oksigen menyebabkan seseorang terdedah pada berbagai penyakit.
Tafakur juga dapat merawat gangguan halus sama ada dari sihir atau pun jin ialah dengan mengeluarkan penyakit dari diri serta memastikan pesakit mempunyai sistem pertahanan yang kuat agar segala iblis atau sihir tidak dapat menembusinya lagi setelah ia sembuh. Rawatan energi zikir juga akan menumpukan pengumpulan tenaga zikir pada qolbu untuk mengeluarkan syaitan dari dalam darah. Apabila tenaga zikir terkumpul di jantung, maka ia akan menghantar tenaga itu ke seluruh badan melalui sistem peredaran darah, seterusnya menghancurkan segala tenaga yang rendah (jin dan syaitan) tidak kira di mana ia berada dalam tubuh pesakit.
(Zikir Nafas)
Setiap kita yang hidup mesti mempunyai nafas, melihat, mendengar, merasa dan ini semua termasuk di dalam sifat al hayat. Kita boleh hidup tanpa mata, telinga, tangan dan anggota tubuh yang lain tetapi kita tidak boleh hidup tanpa nafas. Kita boleh berjalan, berkata-kata dan melakukan apa saja, ini semua berlaku kerana qudrot dan irodat dari Allah. Dan nafas berada didalam qudrot dan irodat Allah.
Di mana permulaan dan letaknya nafas ini?
Untuk mengetahuinya kita harus kembali pada asal kejadian kita yaitu di antara pertalian ibu dan anaknya. Mula terjadi benih diperut ibu ialah di bagian PUSAT. Di situlah mulanya nafas dan dari situ bermula benih itu membesar menjadi anggota tubuh yang sempurna.
Dimanakah letaknya rahasia diri kita yang sebenarnya?
Letaknya rahsia diri kita ialah di atas PUSAT (jaraknya dua jari diatas pusat). Kerana di situlah mulanya kejadian kita. Dan situlah letaknya pengenalan kita pada Allah. Untuk mencapai kemaqom tersebut ada 3 tahap atau latihan yang perlu kita lakukan.
-Menfanakan diri (mematikan diri)
-Mengqasadkan diri dalam afal Allah (perbuatan Allah)
-Mengqasadkan diri dalam ilmu Allah (pengetahuan Allah)
Pengetahuan Allah amat luas dan tidak terbatas.
Kalau Dia tidak berpengetahuan, munkinkah terjadi segala sesuatu ini?
Tentu tidak akan terjadi.
Mustahil kalau Allah itu tidak tahu. Adapun pengetahuan manusia makhluk tetap terbatas. Sedang Allah Yang Maha Ada, justeru Dialah yang mencipta akal dan pengetahuan.
Dan kunci/pokoknya amalan ini ialah: Lahaulawala quwwata illa billahil aliyyil azhim
Tahap 1:
Ucapkan Dua Kalimah Syahadah secara tidak putus sebanyak 3 kali. Iaitu ﻻﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻟﻠﻪ tarik nafas ( memberi makna ﻫﻮ tanpa kita sebut samada melalui mulut atau dengan hati)
Perhatikan turun naiknya nafas kita. Tarik dan hembuskan nafas kita dengan menggunakan kaedah pernafasan perut.
Apabila kita tarik nafas perut kita akan kembung, bukannya dada (boleh dilakukan samada nak menahan nafas selama mana yang kita mampu - atau tidak menahan nafas. Ingat saja kepada Allah - semasa menarik nafas biarkan udara masuk melalui hidung)
Jika kita guna kaedah menahan nafas, - Bila nafas tak tertahan lagi lepaskan perlahan-lahan. dan semasa kita menghembuskan nafas perut kita menjadi kempes seolah-olah kulit perut bertemu dengan tulang belakang. ( juga biarkan udara keluar ikut hidung )
Apabila kita melakukan kaedah diatas secara automatik akan berlaku kaedah yang dipanggil Mematikan diri dengan cara mengumpulkan segala nafas kita di bahgian qolbu (maqomnya alam malakut) lalu ditarik ke atas di bahgian ubun-ubun kepala (maqomnya alam jabarut) sambil tarik nafas dan bila sudah sampai kebahgian umbun-umbun kepala lalu tahan nafas untuk seketika. Selepas itu turunkan/lepaskan nafas hingga kebagian 2 jari di atas PUSAT (maqomnya alam lahut) lalu tahan nafas untuk seketika. Kosongkan fikiran dan tumpukan pada point iaitu 2 jari di atas PUSAT. Rasakan pada waktu itu kewujudan kita telah tiada yang ada hanya Allah. Selepas itu ambil nafas seperti biasa seketika dan lakukan lagi latihan 1.( tidak perlu diingat akan pergerakkan nafas itu ianya berlaku secara automatik - dengan sendiri)
Tahap 2
Mengqasadkan diri kita pada pergerakan Allah yaitu segala gerakan yang berlaku pada diri kita bukan lagi gerakan kita tetapi adalah gerakan Allah. Kembali pada pokoknya Lahalauwala quwata illabillahil aliyil azhim. Bahawasanya apa saja gerakan yang berlaku pada diri kita bukan lagi gerakan kita tapi adalah qudrat dan iradat Allah.
Misalnya: Kita lakukan latihan 1 dan bila sampai saja di point (PUSAT - setelah nafas habis dilepaskan) kita bermohan pada Allah agar memberi kita pergerakan . Dan selepas itu serahkan segala-galanya pada gerakan Allah. jangan difikirkan apakah gerakan yang hendak kita lakukan. Pergerakan ini boleh digunakan dalam membantu dalam kesusahan seperti scan tubuh pesakit. Kosongkan fikiran kita dan biarkan tubuh kita beregrak dengan sendirinya. Waktu itu bukan kita lagi yang mengawal tubuh kita tetapi adalah dari gerakan qudrat iradat Allah. Setiap apapun yang disaksikan oleh mata hendaklah ditanggapi oleh hati bahwa itu adalah af’al Allah (perbuatan) dari pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Tahap 3
Mengqasadkan diri kita di dalam ilmu Allah iatu segala apa yang akan berlaku semuanya adalah di dalam ilmu dan ketentuan Allah. (LA HAULA WA LA QUWWATA ILLA BILLAHIL-ALIYYIL AZHIM) Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan(daya dan kekuatan) Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.
Hadis Rosulullah Solallohu Alayhi Wasallam
LA TATAHARROKU DZARROTUN ILLA BI IDZNILLAHI.
Tidak bergerak satu zarrah juapun melainkan atas izin Allah.
Untuk mencapai tahap yang sempurna harus perbanyakanlah kita beribadah kepada Allah kerana semakin kita dekat dan mesra dengan Allah semakin tinggi dan menyerahlah apa yang kita tuntut ini.
Di dalam mengamalkan amalan ini janganlah ada sifat sombong, riya, takabbur, hasad dengki di dalam diri kita kerana sekiranya ada salah satu dari sifat-sifat ini di dalam diri kita maka amalan ini tidak akan menjadi kerana ilmu ini juga berada di dalam qudrot irodat Allah. Serahkan segala-galanya pada urusan Allah kerana kita adalah manusia yang lemah yang tiada daya dan kekuatan.
Siapa yang mengenal dirinya, tentu dia mengenal Tuhannya dan siapa yang mengenal Tuhannya, maka binasalah dirinya.”
Tambahan :-
Ucapkan Dua Kalimah Syahadah secara tidak putus sebanyak 3 kali. Iaitu ﻻﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻟﻠﻪ tarik nafas ( memberi makna ﻫﻮ tanpa kita sebut samada melalui mulut atau dengan hati)
Sesudah nafas tak tertarik lagi lalu sebutkan kalimah ﻣﺤﻤﺪ ﺭﻭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ kemudian teruskan dengan berzikir ﺍﻟﻠﻪ ...... ﺍﻟﻠﻪ ...... ﺍﻟﻠﻪ kalau boleh yang sedang menyebut ﺍﻟﻠﻪ itu ialah Allah.. ( tanpa ada kesedaran kita sedang berzikir )
URUTAN AMALAN ( tertib )
1-Pembukaan Amalan...
2-Perjalanan GERAK..
3-Pengisian NURILAHI...
4-Kunci Wasiat..
5-Tafakur Nafas
6-Tafakur Nafas 3 – Segi
7-Simpan Amal
Tafakkur atau Gerak Bapak Bagindo Muchtar
Boleh dilakukan setiap masa tanpa apa apa syarat ..dalam keadaan duduk selesa atau baring …
CARA PERSEDIAAN
Matikan segala gerak fizikal
Mati segala gerakan otak = fikiran
Letakkan kedua tapaktangan diatas kepala lutut atau didepan dada selaras dgn kedudukan JANTUNG
Tundukkan kepala dan pandang jantung
Boleh buka mata atau lelap mata
Fokuskan perhatian kepada keluar masuk nafas
Ujudkan RASA TENANG ..kemudian
Baca …Istiqfar…….3x
Baca…Auzubillahi minash syaitonil rojim
Baca….Bismilahi rahmani rahim
Mengucap…….3x
PERJALANAN SIROTHOL MUSTAQIM
(HAKIKAT GERAK KALIMAH TAUHID)
PEMBUKAAN AMALAN
Auzubillahi minassyaitonir rojim
Bismillahi rahmani rahim
Ashadu an la ilaha illallah wa ashadu anna muhammadur rosulullah
La haula wala quwwata illa billahi aliyul adzim
Astaqfirullahal adzim………3x
Selawat……..3x
1) ila hadratin nabi muhammadin Mustafa rosulillahi s.a.w saiun lillahi lahu………al-fatihah
2) ya Allah hamba hadiahkan al-fatihah ini kepada….rasul-rasul,nabi-nabi Allah,keluarga dan sahabat-sahabat Rasulullah,para wali-wali Allah,kedua ibu bapaku,kepada arwah bapak bagindo muchtar dan guru-guru serta kepada kaum muslimin dan muslimat,mukminin dan mukminat dan juga kepada diriku sendiri…………..al-fatihah.
AMALAN PERJALANAN / GERAK
Bismillah & Mengucap 3 x
BACA DOA INI
Ya Allah Ya Rabbi Ya Tuhanku
Makbulkanlah permintaanku Ya Allah
Ampunilah dosa dosaku zahir dan batin Ya Allah
Bersihkanlah Ruhani, Jasmaniku serta Jasadku
Tiada aku yang berkuasa – Allah Yang Berkuasa
Allah Maha Tahu segala-galanya
Ya Allah Tunjukkanlah PENGAKUAN DIRIKU yang sebenar-benarnya
Ya Allah Tunjukkanlah SIAPA AKU SEBENARNYA
Ya Allah Tunjukkanlah PERJALANAN AKU yang sebenarnya yakni PERJALANAN SIRATUL MUSTAQIM
Ya Allah KEMBALIKAN aku ke PANGKAL JALAN.
Tiada aku yang berkuasa – Allah-lah Yang Maha Berkuasa
Plus DOA PERIBADI ( jika ada )
DOA PENUTUP / KEMBALI
Ya Allah Ya Rabbi Ya Tuhanku
MAKBULKAN-lah permintaanku Ya Allah
KEMBALIKAN-lah aku SEPERTI BIASA
Tiada aku yang berkuasa – Allah –lah Yang Maha Berkuasa
CARA
Tutup 10 jari
Istighafar 3 x
Alhamdulillah 1 xSalam kekanan – Ya Allah - Salam kekiri – Ya Muhammad
PENGISIAN CAHAYA NURILAHI
Bismillah
Mengucap
DOA
Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim
Makbulkan permohonanku ini
ISIKAN-lah PANCARAN CAHAYA NURILAHI
melalui UBUN UBUNKU
kedua belah tapak tanganku
seluruh anggotaku
seluruh jasadku
ruhani dan jasmaniku
Tiada aku yang berkuasa
Allah-lah Yang Maha Berkuasa
BERZIKIR-lah
Allah – Allah - Allah
RAHSIA KUNCI WASIAT
Anak kunci Serbaguna - Cara Cara mengamalkannya
Ayahdi PakNgah
Ucapkan Password
Istighafar 3 X
A-uuzubillah minash syaitonil rojim
Bismillahi Rahmani Rahim
MENGUCAP 3 X
Mohon hajat kepada Allah
kemudian pegang kunci itu (Alif,Lam,Mim)
Tarik nafas sambil silang kedua tangan=kanan didalam dan kiri diluar berbentuk lam jalallah,
sambil zikr allah 9x,
kemudian letak kunci didahi sambil ucapkan
kalimah syahadah 1 X,
dan turun kearah pusat kemudian telan air liur,
pastu buat kalimah lam jalallah dengan jari kanan dimulai di bahu kanan sambil membaca bismillahi rahmani rahim dan allahu akbar.....
PENUTUP ..sama dengan amalan sebelumnya
UNTUK PAGAR DIRI CARANYA SAMA SEPERTI DIATAS.
kalau kita nak buat ubat guna air jadi guna tangan kanan yg ada kunci tu atau kedua dua tangan...pun boleh juga arahkan kepada air tu.....
SEMIDI / ZIKIR NAFAS 3 SEGI
Pilihan je – tak buat takpe
Baca Password
Sambil tangan diletakkan atas peha dengan keadaan terbuka, dan pejamkan mata serta memandang dengan mata hati kedalam diri sambil berzikir ikut aturan nafas
Iaitu…
Nafas masuk……….5 hitungan
Tahan nafas…………5 hitungan
Nafas keluar………..5 hitungan
Jika kita telah lama membawa hitungan ini maka naikkanlah bilangan nya itu
10……..hitungan
15……..hitungan
20……..hitungan
*masuk dan keluar nafas melalui hidung
PENUTUP – SAMA DENGAN AMALAN SEBELUMNYA
SIMPAN AMAL
Ya Allah Ya Tuhanku…
Simpanlah amal rahsiaku didalam
SIFAT MA’BUD ZAT TUHAN,
simpan didalam FUAD, didalam JANTUNG didalam INSAN .
Insan BERKAMIL INSAN dengan SIFAT 20..
Sifat yang terkandung didalam Kalimah ….
LA ILAHA ILLALLAH HU HAQ.
.............................................................................
TAFAKUR 1 (TATA CARA BERSERAH DIRI KEPADA ALLAH)
Ibarat Bayi Tidak Bisa Apa-apa
Tafakur adalah perilaku seseorang dalam rangka berserah diri pada Tuhan.Ia tidak tahu apa-apa,karenanya tidak mempunyai tujuan.Ibarat bayi yg hanya manut-manut saja,menjalankan pepesten(takdir).Apa saja diterima.Duduk tafakur melakukan perenungan.Bagaimana tafakur yg benar?
Tafakur berbeda dengan meditasi.Perbedaannya pada: tata cara dan aturan-aturan khusus.Tafakur adalah mengheningkan cipta,tafakur memusatkan segenap pikiran (dengan meniadakan segala hasrat jasmaniah).Aturan khususnya,diam dengan posisi duduk tegak(bersila).Mengatur pernapasan sedemikian rupa,halus,keluar masuknya nafas tidak boleh tersedak-sedak (megap-megap).
orang yg melakukan tafakur adalah orang yg tidak tahu,belum mengerti apa-apa,tidak memiliki apa-apa.Bertafakur berarti melakukan perenungan.Berserah diri.Intinya pendekatan diri kepada tuhan sama sekali tidak memiliki tujuan juga tidak memiliki keinginan atau tuntutan.
Orang yg melakukan tafakur diibaratkan bayi.Tidak tahu apa-apa,tidak tahu mana arah utara,selatan,timur maupun barat.Ia tidak memiliki kemampuan apa-apa,sehingga dipukul,dibentak,dibunuh atau diapakan diam saja.apakah bayi itu akan diberi umur hanya 2tahun atau hidup sampai 100tahun,hanya menjalani saja.
Panembahan
Orang yg berserah diri pada tuhan sudah barang tentu berkaidah dengan panembahan(menyembah).Orang yg beribadah,yg perlu dipahami bahwa panembahan yg dimaksud bukan sholat.Sebab,bertafakur tidak sama dengan sholat.Tetapi menyembah dalam arti beribadah.Tata caranya dengan duduk bersila,mengosongkan pikiran,berkonsentrasi penuh.
Karena menyembah ,maka berhubungan dengan tuhan.orang yg sedang melakukan kontak dengan Tuhan,alam pikir harus dikosongkan.Pikiran yg macam-macam,ingatan yg macam-macam,keinginan keinginan yg macam-macam,harus diusir jauh-jauh.Yg harus difungsikan adalah hati.suara hati,jeritan hati,keinginan hati untuk menuju Tuhan.
Melakukan tafakur bukan berarti diam membisu dan mematung.Secara fisik memang demikian,tapi dalam ruhani harus ramai,bergemuruh ramai dalam diam,bergemuruh dalam kesunyian.Yg ramai ialah suara hati.
Selaras
Agar pikiran tidak melayang ke mana-mana,maka harus diisi.Isinya adalah dzikir.Dzikir yg harus dibaca,harus selaras antara hati dan pikiran.Artinya,dzikir yg dibaca didengar sendiri,dibaca terus menerus,diresapi dan dijaga sedemikian rupa agar alam pikir tidak melayang kemana-mana.kalau pikiran keluar jalur,harus dikembalikan ke jalur hati,sehingga terjaga terus.Dzikir yg harus dibaca banyak sekali.Setiap guru punya anjuran sendiri-sendiri.ada yg mewajibkan berdzikir kalimat tauhid”Laa ilaaha illallah”.Ada yg kalimat pendek mengambil dari asmaul husna ,misalnya ” Yaa hayyu yaa Qoyyum”.
Tapi,biasanya untuk penyerahan diri adalah berdzikir memuji Tuhan,yaitu membaca tasbih “Subhaanallah walhamdulilah walaailla haillallahu allahu akbar laa haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim.Kalimat dzikir tsb dibaca dalam kondisi duduk bersila secara terus menerus.Tidak merasa bosan.Malahan harus merasa enjoy.Jika sudah merasa enak,maka senantiasa akan kurang.Lamanya juga tidak diperdulikan
Waktu untuk bertafakur sebenarnya tidak ada aturan,bisa siang,sore,pagi,atau malam.Tetapi yg paling baik dilakukan pada tengah malam tatkala orang-orang sudah terlelap,sehingga memperoleh kesunyian-kesunyian di malam hari.
Dzikir dalam tafakur berarti suara hati.Tanpa suara,tanpa kata-kata juga gerakan-gerakan.Ini berbeda dengan tata cara berdzikir yg ada cara duduk,gerakan badan dan suara.Ada geleng-geleng ,manggut-manggut dan lainnya.
by, Ki Tapak Nur Sejagat
Aryikel ini dipetik dari laman SAMUDRA HIKMAH - pandangan penulis sendiri..berkaitan apa yg dikatakan TAFAKUR itu.
🙏🙏🙏wasalam..
ISTINJA DALAM BERMAKRIFAT
Istinja Awal dan istinja ahir
Istinja adalah hal yang berhubungan dengan kotoran atau najis, sholat berkaitan erat dengan istinja karena jika istinja tidak benar, wudhunya tidak sah akhirnya sholatnya batal, begitukah?
Kalau demikian berarti istinja sangat penting untuk kita pahami karena kalau istinja salah maka semuanya ikut salah.
Ulama sufi mengatakan “bagi mereka yang tidak mengerti maka air satu lautanpun tidak akan mampu untuk membersihkan diri mereka dari najis“ ini mengambarkan seakan-akan istinja itu sulit, tapi “bagi yang mengerti air satu gelas saja sudah cukup untuk membersihkan“
Mengapa dikatakan demikian?
Selama ini kebanyakan orang mengartikan istinja sebatas membersihkan kotoran fisik yang melekat pada dirinya, mereka mengira kalau sudah mereka bersihkan kotoran tersebut sehingga hilang rupa, warna dan rasanya maka mereka sudah suci padahal mereka lupa kalau yang mereka bersihkan itu tadinya adalah ampas dari apa yang mereka masukan kedalam tubuh mereka.
Disinilah letak masalahnya, bahwa selama ini mereka sibuk dengan istinja akhir (setelah menjadi ampas) tapi istinja awal (makanan yang mereka makan) tidak mereka perhatikan.
Apakah istinja awal itu?
Istinja awal adalah ketika kita mensucikan apa–apa yang akan kita makan, mulai dari makanan (rezeki) yang kita cari, apakah sudah suci atau ada hak orang lain yang ikut pada makanan itu, karena apakah mungkin ketika makanan yang kita masukan kedalam diri berasal dari barang yang bukan hak kita atau barang haram kemudian bisa kita sucikan dengan hanya menghilangkan rupa, warna dan rasa saja?
Suatu saat..
Ketika kita sedang menghadapi makanan yang telah dihidangkan, tentunya kita tidak tahu asal muasal makanan itu hingga ada di piring kita seperti, apakah ayam yang kita makan itu di sembelih dengan benar, atau mungkin juga ayam itu mati sebelum disembelih (bangkai), atau lauk pauk lainnya yang ada di piring kita, apakah sudah benar cara mendapatkannya.
Nah! Disinilah kita harus mensucikan dulu semuanya sebelum masuk kedalam diri.
Bahwa makanan atau rezeki yang ada dihadapan kita memang kita yang cari tapi semua itu bukan kita yang punya, kita harus minta izin kepada yang punya, apa kita pikir barang yang bernyawa yang ada dihadapan kita itu iklas kita makan jasadnya? Ingatlah bahwa makanan itu semua nantinya yang akan menjaga dan memelihara diri kita, tubuh kita, jiwa kita,supaya sehat dan segar, karena nantinya makanan yang masuk itu akan diproses oleh tubuh kemudian saripati dari makanan tadi diserap oleh jantung untuk kemudian diedarkan keseluruh tubuh dan akan menjadi “ NUR ” yang masuk ke sel sperma kita, ke hati, ke jantung ke darah ke semua organ tubuh kita untuk membentuk karakter kita dan menerangi pikiran kita.
Bagaimana jadinya kalau yang masuk itu bukan hak kita, apa tidak pikirkan efeknya nanti untuk diri dan untuk turunan kita?
Tuhan tidak pernah mendholimi umatnya tapi kitalah yang telah mendholimi diri kita dengan diri kita.
Saya lanjutkan..,
Sisa dari saripati makanan tadilah yang akan menjadi kotoran atau disebut rumput turmain yang kemudian kita buang melalui dubur sebagai najis.
Najis ini bukan tempatnya di bumi walau sekarang bumi telah menerimanya, memang bumi kita ini bergelar mukmin yang sabar, jadi apapun yang kita berikan sekalipun kotor akan diolah untuk kemudian dipersembahkan kepada kita hasil yang baik-baik saja, tapi kita perlu ingat bahwa bumi mengharhagai kita karena kita adalah khalifah yang memerintah di muka bumi, tapi itu kalau amanah sebagai pemerintah (khalifah) bisa kita pertanggung jawabkan, karena pemerintah yang baik itu tidak “mentang-mentang” tapi bisa mengenal siapa yang di perintahnya, apakah kita sudah mengenal siapa bumi ini? Atau minimal Bertegur sapa dengannya?
Ingatlah, Semua ada hitung-hitunganya, tidak ada yang gratis di muka bumi ini, sudah berapa banyak kotoran yang kita berikan kepada bumi ini semenjak pertama kali kita hadir di bumi? Apakah kita pikir bumi mau menerimanya begitu saja? Dimanakah harus kita tempatkan kotoran ini agar suatu saat kotoran ini tidak menutup jalan kita untuk kembali?
Istinja Awal :
Hanya memakan yang benar-benar hak kita.Berterima kasih (menyadari) atas rezki yang diberikan,Mensucikan-nya…Kembalikan ke asal-nya…Saripati makanan akan menjadi nur untuk menerangi.. dan
1. Pelihara tubuh..
2. Pelihara roh..
3. Pelihara nyawa..
Ampas makanan menjadi rumput turma’in
Istinja Akhir :
Jaga nafas..
Cuci dari pusat kemudian depan kemudian belakang.
Cuci tubuh aku..
Cuci roh aku..
Cuci nyawa aku..
Cuci dunia..
Cuci akhirat..
…Tutup pintu neraka.
....Buka pintu surga.
1" Sucikan mulut dari kata-kata kotor, dusta, ghibah dan sejenisnya
2" Sucikan perut dari makanan haram dan subhat atau meragukan
3" Sucikan hati dari niat-niat yang akan menimbulkan dosa
4" Sucikan seluruh tubuh dari gejala-gejala perbuatan dosa.
Niat sebelum makan :
Ya Allah…, terima kasih atas rezki yang Kau berikan, walau kami mencarinya namun rezki yang kami dapatkan ini adalah milikMu, lindungi kami dari sifat-sifat buruk dan naluri jahat yang ada pada makanan ini, dengan izinMu ya Allah ya Rabb.., aku kembalikan yang halus kepada yang halus yang kasar kepada yang kasar, sekarang makanan ini suci lagi menyucikan, saripati dari makanan ini akan diserap jantung dan diedarkan menjadi ‘nur’ untuk menerangi hati kami, ruh kami, jiwa kami, akal pikiran kami, mata kami, telinga kami dan menjaga serta pelihara seluruh anggota tubuh kami, guna menjalankan amanahMu, kemudian sisa dari makanan ini akan menjadi ‘rumput turma’in’ dan nantinya kami tempatkan antara langit dan bumi selanjutnya bersih tiada menghalangi jalan kami kembali.
(Tasbih+tahmid+tahlil+takbir)(mensucikan+mensyukuri+mentauhidkan+mengagungkan)
dengan kalimat :"Subhaanallah,walhamdulillah,wa laailaaha illallahu, wallahu akbar"
🙏🙏🙏wasalam..
Istinja adalah hal yang berhubungan dengan kotoran atau najis, sholat berkaitan erat dengan istinja karena jika istinja tidak benar, wudhunya tidak sah akhirnya sholatnya batal, begitukah?
Kalau demikian berarti istinja sangat penting untuk kita pahami karena kalau istinja salah maka semuanya ikut salah.
Ulama sufi mengatakan “bagi mereka yang tidak mengerti maka air satu lautanpun tidak akan mampu untuk membersihkan diri mereka dari najis“ ini mengambarkan seakan-akan istinja itu sulit, tapi “bagi yang mengerti air satu gelas saja sudah cukup untuk membersihkan“
Mengapa dikatakan demikian?
Selama ini kebanyakan orang mengartikan istinja sebatas membersihkan kotoran fisik yang melekat pada dirinya, mereka mengira kalau sudah mereka bersihkan kotoran tersebut sehingga hilang rupa, warna dan rasanya maka mereka sudah suci padahal mereka lupa kalau yang mereka bersihkan itu tadinya adalah ampas dari apa yang mereka masukan kedalam tubuh mereka.
Disinilah letak masalahnya, bahwa selama ini mereka sibuk dengan istinja akhir (setelah menjadi ampas) tapi istinja awal (makanan yang mereka makan) tidak mereka perhatikan.
Apakah istinja awal itu?
Istinja awal adalah ketika kita mensucikan apa–apa yang akan kita makan, mulai dari makanan (rezeki) yang kita cari, apakah sudah suci atau ada hak orang lain yang ikut pada makanan itu, karena apakah mungkin ketika makanan yang kita masukan kedalam diri berasal dari barang yang bukan hak kita atau barang haram kemudian bisa kita sucikan dengan hanya menghilangkan rupa, warna dan rasa saja?
Suatu saat..
Ketika kita sedang menghadapi makanan yang telah dihidangkan, tentunya kita tidak tahu asal muasal makanan itu hingga ada di piring kita seperti, apakah ayam yang kita makan itu di sembelih dengan benar, atau mungkin juga ayam itu mati sebelum disembelih (bangkai), atau lauk pauk lainnya yang ada di piring kita, apakah sudah benar cara mendapatkannya.
Nah! Disinilah kita harus mensucikan dulu semuanya sebelum masuk kedalam diri.
Bahwa makanan atau rezeki yang ada dihadapan kita memang kita yang cari tapi semua itu bukan kita yang punya, kita harus minta izin kepada yang punya, apa kita pikir barang yang bernyawa yang ada dihadapan kita itu iklas kita makan jasadnya? Ingatlah bahwa makanan itu semua nantinya yang akan menjaga dan memelihara diri kita, tubuh kita, jiwa kita,supaya sehat dan segar, karena nantinya makanan yang masuk itu akan diproses oleh tubuh kemudian saripati dari makanan tadi diserap oleh jantung untuk kemudian diedarkan keseluruh tubuh dan akan menjadi “ NUR ” yang masuk ke sel sperma kita, ke hati, ke jantung ke darah ke semua organ tubuh kita untuk membentuk karakter kita dan menerangi pikiran kita.
Bagaimana jadinya kalau yang masuk itu bukan hak kita, apa tidak pikirkan efeknya nanti untuk diri dan untuk turunan kita?
Tuhan tidak pernah mendholimi umatnya tapi kitalah yang telah mendholimi diri kita dengan diri kita.
Saya lanjutkan..,
Sisa dari saripati makanan tadilah yang akan menjadi kotoran atau disebut rumput turmain yang kemudian kita buang melalui dubur sebagai najis.
Najis ini bukan tempatnya di bumi walau sekarang bumi telah menerimanya, memang bumi kita ini bergelar mukmin yang sabar, jadi apapun yang kita berikan sekalipun kotor akan diolah untuk kemudian dipersembahkan kepada kita hasil yang baik-baik saja, tapi kita perlu ingat bahwa bumi mengharhagai kita karena kita adalah khalifah yang memerintah di muka bumi, tapi itu kalau amanah sebagai pemerintah (khalifah) bisa kita pertanggung jawabkan, karena pemerintah yang baik itu tidak “mentang-mentang” tapi bisa mengenal siapa yang di perintahnya, apakah kita sudah mengenal siapa bumi ini? Atau minimal Bertegur sapa dengannya?
Ingatlah, Semua ada hitung-hitunganya, tidak ada yang gratis di muka bumi ini, sudah berapa banyak kotoran yang kita berikan kepada bumi ini semenjak pertama kali kita hadir di bumi? Apakah kita pikir bumi mau menerimanya begitu saja? Dimanakah harus kita tempatkan kotoran ini agar suatu saat kotoran ini tidak menutup jalan kita untuk kembali?
Istinja Awal :
Hanya memakan yang benar-benar hak kita.Berterima kasih (menyadari) atas rezki yang diberikan,Mensucikan-nya…Kembalikan ke asal-nya…Saripati makanan akan menjadi nur untuk menerangi.. dan
1. Pelihara tubuh..
2. Pelihara roh..
3. Pelihara nyawa..
Ampas makanan menjadi rumput turma’in
Istinja Akhir :
Jaga nafas..
Cuci dari pusat kemudian depan kemudian belakang.
Cuci tubuh aku..
Cuci roh aku..
Cuci nyawa aku..
Cuci dunia..
Cuci akhirat..
…Tutup pintu neraka.
....Buka pintu surga.
1" Sucikan mulut dari kata-kata kotor, dusta, ghibah dan sejenisnya
2" Sucikan perut dari makanan haram dan subhat atau meragukan
3" Sucikan hati dari niat-niat yang akan menimbulkan dosa
4" Sucikan seluruh tubuh dari gejala-gejala perbuatan dosa.
Niat sebelum makan :
Ya Allah…, terima kasih atas rezki yang Kau berikan, walau kami mencarinya namun rezki yang kami dapatkan ini adalah milikMu, lindungi kami dari sifat-sifat buruk dan naluri jahat yang ada pada makanan ini, dengan izinMu ya Allah ya Rabb.., aku kembalikan yang halus kepada yang halus yang kasar kepada yang kasar, sekarang makanan ini suci lagi menyucikan, saripati dari makanan ini akan diserap jantung dan diedarkan menjadi ‘nur’ untuk menerangi hati kami, ruh kami, jiwa kami, akal pikiran kami, mata kami, telinga kami dan menjaga serta pelihara seluruh anggota tubuh kami, guna menjalankan amanahMu, kemudian sisa dari makanan ini akan menjadi ‘rumput turma’in’ dan nantinya kami tempatkan antara langit dan bumi selanjutnya bersih tiada menghalangi jalan kami kembali.
(Tasbih+tahmid+tahlil+takbir)(mensucikan+mensyukuri+mentauhidkan+mengagungkan)
dengan kalimat :"Subhaanallah,walhamdulillah,wa laailaaha illallahu, wallahu akbar"
🙏🙏🙏wasalam..
RAHASIA NUR MUHAMMAD
[MENGKAJI RAHASIA HURUF - MUHAMMAD NUR]
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""'"
Awalnya huruf itu hanya melambangkan sebuah rumus yang tidak memiliki arti apa-apa
--------------------------------
Kemudian..
Huruf disusun menjadi sebuah kata, susunan kata menjadi sebuah kalimat dan dalam kalimat mengandung sebuah pengertian
tetapi..
“Pengertian itu bukanlah sebuah kalimat..!!”
--------------------------------
Dahulu,
sebelum ada kesepakatan manusia mengenai Rumusan Huruf..
--------------------------------
Maka.. Huruf adalah sebuah artikulasi yang keluar dari dorongan udara yang terhalang oleh pita suara pada tenggorokan, sehingga menghasilkan suatu bunyi…
Seandainya rumus-rumus itu tidak ada..
Maka Huruf dan Kata dan Kalimat pun tidak ada, …
--------------------------------
Namun..
Walaupun rumus-rumus dan huruf-huruf tidak ada..,
Tapi.. Hakekat pengertian dalam diri manusia tetap ada.
--------------------------------
Kita bisa menemukan bahasa yang sama pada diri manusia seluruh dunia yaitu BAHASA JIWA, yang..
Tidak berhuruf..
Tidak bersuara,..
Tidak bergambar…
--------------------------------
Maka.. benarlah adanya jika demikian bahwa AL-QUR'AN itu awalnya adalah bahasa WAHYU (Bahasa ALLAH)
--------------------------------
“LA SHAUTIN WALA HARFUN”
“Tidak berupa suara dan bukan berupa huruf”
--------------------------------
Yang kemudian di-translate kedalam bahasa manusia yaitu Bahasa Arab.
--------------------------------
Saat itu..
Rasulullah hanya mengerti dengan jelas apa yang telah turun kedalam jiwanya.
Bahasa ALLAH itu berupa ILHAM atau WAHYU
--------------------------------
Menurut kamus bahasa Arab dalam Munzid, ILHAM itu berarti memasukkan pengertian kedalam JIWA seseorang dengan cepat.
--------------------------------
Dimasukkan dengan cepat = dituangkan sesuatu pengetahuan-pengetahuan ke dalam JIWA dalam sekaligus dengan tidak lebih dahulu timbul fikiran dan muqadimahnya, …
--------------------------------
Seperti sesekor lebah..,
Ketika menerima WAHYU dari ALLAH , binatang itu tidak mengenal huruf, akan tetapi.. Lebah mampu menangkap ajaran ALLAH ..
--------------------------------
ketika ALLAH meng-instruksi-kan untuk membuat rumahnya, maka lihatlah bagaimana Lebah membuat rumah yang indah dan tersusun rapi.
--------------------------------
PENGERTIAN itu tidak terdiri dari rangkaian huruf atau suara..
--------------------------------
Seperti perasaan CINTA..
Perasaan ini tidak tertulis huruf C-I-N-T-A. Walaupun anda tidak menggunakan rangkaian huruf dan suara mengapa anda memahami cinta itu ??
--------------------------------
Yang akhirnya anda menterjemahkan kedalam bahasa manusia menjadi aku cinta ….
Selanjutnya..
Setelah anda mengerti uraian diatas..
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Maka mari-lah kita membahas mengenai Rahasia Huruf dalam AL-QUR'AN:
--->
AL-QUR'AN mengandung 6666 ayat, Terhimpun dalam AL FATIHAH Dan AL FATIHAH pula terhimpun dalam BISMILLAHIRRAHMAN NIRRAHIM
Dan BISMILLAHIRRAHMAN NIRRAHIM terhimpun dalam ALIF
Sedangkan ALIF terhimpun dalam BA’ Dan BA’ terhimpun pada TITIK/ NOKTAHnya.
--------------------------------
Pada TITIK/NOKTAH inilah AWAL MULA semua kejadian bentuk huruf….
--------------------------------
Jadi..
Pada seluruh rangkaian firman sebanyak 30 juz itu ternyata terangkum dalam Ummul QUR’AN (AL FATIHAH).
--------------------------------
Pada Ummul QUR’AN (AL FATIHAH). menyimpulkan inti ajaran AL-QUR'AN :
--->
Tentang masalah Ketuhanan yaitu Sifat, Af’al dan Zat Allah…
--------------------------------
Dia-lah Allah yang memiliki Sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang.., Tidak ada yang berhak menyandang pujian kecuali Dia. Dia- lah tempat segalanya bergantung.., Karena Dia adalah penguasa alam semesta dan diri manusia
--------------------------------
Berarti rangkaian ayat-ayat dalam AL FATIHAH tertumpu pada huruf BA’ (dalam tata bahasa Arab sebagai BA’ Sababiyah)
--------------------------------
Artinya..
Semua yang ada berasal dari huruf BA’ dengan sebab Ismi/ Nama.
--------------------------------
Kalau di pisah BI- ISMI- ALLAH
Semua yang ada karena adanya Asma, Pada Asma terdapat yang memiliki Asma yaitu Dzat, Ini terangkum dalam arti TITIK, Huruf BA’ .. akan tidak bermakna apa-apa jika tidak mempunyai TITIK,
--------------------------------
Maka.. pada TITIK itulah Rahasia dari segala Rahasia ini di mulai..
Karena TITIK baru bersifat KUN (jadilah) maka terjadilah segala sesuatu.
--------------------------------
Karena KUN-NYA yang dilambangkan dengan TITIK, merupakan asal dari segala coretan huruf berasal dari titik-titik yang beraturan sehingga menjadi garis dan garis menjadi bentuk atau wujud.
--------------------------------
Sedangkan Zat tidak berupa titik, karena titik masih merupakan sifat dari pada DzAT.
--------------------------------
Artinya..
KUN ALLAH bukanlah DZAT.
Karena KUN ( KALAM atau WAHYU ) adalah sifat dari pada Dzat, (bukan Dzat itu sendiri) Sehingga arti TITIK adalah akhir dari segala ciptaan, HURUF yang berTITIK menjadi NYAWA bagi AL-QURAN itu sendiri.
--------------------------------
Pada TITIK ini terkandung ide-ide yang akan tergores suatu bentuk dan pada wilayah inilah yang dimaksud dalam Ilmu Hakekat Usul Diri sebagai NUR MUHAMMAD (Cahaya Terpuji),
--------------------------------
Karena segala sesuatu akan memuja dan mengikuti kehendak Dzat, Dan Dzat berkata melalui KUN-NYA, maka jadilah semuanya.
__________________________________
AL-QUR’AN DALAM DIRI MANUSIA
Di dalam AL-QUR'AN ada 2 ayat yang jelas-jelas menyebutkan bahwa AL-QUR'AN itu di turunkan oleh ALLAH di dalam diri manusia dengan menggunakan istilah HATI dan DADA.
--------------------------------
Pertama :
Surah Al-Baqarah ayat 97.
“Man kaana ‘aduwwan lijibriila fa-innahu nazzalahu ‘alaa qalbika bi-idznillaahi mushaddiqan limaa bayna yadayhi wahudan wabusyraa lilmu’miniin.”
--------------------------------
Katakanlah : “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya ( AL-QUR'AN ) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.
--------------------------------
Kedua :
Surah Al-Qiyamah ayat 16.
Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkan AL-QUR'AN (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.
--------------------------------
Telah kita ketahui bersama bahwa :
AL-QUR'AN itu terbentuk dari titik kemudian menjadi huruf dan seterusnya menjadi ayat yang ber-jumlah 6666 ayat dan menjadi panduan hidup manusia… kemudian… di masuk-kan pula oleh Allah ke dalam diri manusia
--------------------------------
Pada kesempatan ini mari-lah sama-sama kita coba untuk mengkaji maksud sebenar-nya ayat di-atas karena ayat tersebut sangat JELAS dan MUDAH untuk di-pahami,
--------------------------------
Yang menjadi persoalan-nya sekarang ialah..
--------------------------------
AL-QUR'AN yang mana-kah yang di-maksud itu ?
--------------------------------
AL-QUR'AN itu sudah berada di dalam hati manusia (Al-Baqarah 97)
--------------------------------
AL-QUR'AN itu sudah berada di dalam dada manusia (Al-Qiyamah 16)
…… sebaiknya tidak perlu di-perdebatkan lagi ….!!
--------------------------------
Namun…
Siapa-kah AL-QUR'AN itu..?
Setiap apa yang di katakan AL-QUR'AN itu adalah Qadim (Kalam Qadim) ini ber-arti AL-QUR'AN itu bersifat Qidam.., Jika ia bersifat Qidam maka AL-QUR'AN bukan-lah Muhadas (yang baru)
--------------------------------
Sebab..
Yang baru itu adalah makhluk yang di-ciptakan-NYA dan yang di-cipta-kan jika ia ber-bentuk Roh maka jelas ia makhluk..
--------------------------------
Pandangan sebagian Ulama mengatakan bahwa AL-QUR'AN itu adalah Qadim yaitu : Awal tiada permulaan.
--------------------------------
Artinya ..
Kalam yang Qadim yang menjadi Hak ALLAH, Jika ia menjadi Hak ALLAH
--------------------------------
Maka..
Ia tidak boleh bersifat Roh akan tetapi harus bersifat DZAT
--------------------------------
Jadi..
Yang bersifat Dzat itulah yang di turunkan oleh ALLAH di dalam dada atau hati manusia,
--------------------------------
Siapakah dia..?
Apakah AL-QUR'AN yang berbentuk Jirim..?
atau Jisim ?
atau Jauharul Fardhi ?
atau Jauharul Basits ?
--------------------------------
Jika AL-QUR'AN itu berbentuk seperti istilah di atas..
maka apakah dia sebenarnya yang di masukan oleh Allah di dalam hati manusia atau di dalam dada manusia..?
--------------------------------
Kita wajib mengetahui hal ini sebab dia berada di-dalam diri kita sendiri, dan juga menjadi Panduan Hidup kita…, Jika ia sebagai panduan hidup manusia.., maka dapat kita katakan bahwa dia itu menjadi panduan kepada ROH, AKAL, NAFSU dan TUBUH yang terdiri dari tulang, daging, urat, darah, rambut, dsb,
--------------------------------
Tanpa ia semua yang ada pada sebuah batang tubuh manusia menjadi tiada berarti sama sekali,
Oleh sebab itu-lah dikatakan agar mencari sesuatu di dalam Diri..
--------------------------------
Apa yang dicari dalam Diri..?
Ini adalah isyarat untuk memahami bahwa AL-QUR'AN itu ada di dalam hati manusia dan ada di dalam dada manusia,
--------------------------------
Mungkin awal-nya kita merasa sulit untuk memahami bahwa AL-QUR'AN itu ada di dalam Diri manusia, Walau apapun itu…… inilah ketentuan ALLAH dalam AL-QUR'AN ,
--------------------------------
Tapi…
Dalam bentuk apa ..?
Jika berbentuk AL-QUR'AN sebagaimana yang kita ketahui (bentuk kitab yang ada huruf dan rupa) Maka itu adalah MUSTAHIL, karena tidak mungkin AL-QUR'AN ber-bentuk spt itu di masukan ke-dalam jasad kita.
--------------------------------
AL-QUR'AN adalah panduan hidup dan mati manusia…
--------------------------------
AL-QUR'AN adalah Kalam Tuhan, yang bersifat NUR untuk seluruh alam ciptaan Tuhan..
--------------------------------
Bagi orang yang berfikir.. akan melihatnya sebagai sesuatu yang Benar dan Suci dan Bersih dengan tiada keraguan terhadapnya,
--------------------------------
Oleh karena itu layak-lah AL-QUR'AN di namakan Kalam yang Qadim yaitu Kalamullah,
--------------------------------
Rasullullah sendiri tidak akan ber-bicara melainkan pembicaraan-nya adalah AL-QUR'AN ini ber-arti berbicara yang benar dan Haq itu di dalam AL-QUR'AN
--------------------------------
Ada ayat yang meng-gatakan AL-QUR'AN ini sebagai Hablillah (tali Allah) yaitu tali yang mengaitkan antara hamba dengan Tuhannya.
--------------------------------
Jika tali ini tidak di pegang teguh..
maka akan bercerai berai-lah manusia bersama Allah.
--------------------------------
Sedangkan..
Hablillah ini mengenal Tuhan-nya sejak dari alam ROH dan ROH-lah yang mengakui bahwa Tuhan itu adalah Rabbi yaitu Tuhan yang mencipta-nya,
--------------------------------
Kalam-Nya tidak pernah dusta..
Sebagaimana Rasullullah bersabda tidak mengikut perasaan-nya melainkan mengikut panduan AL-QUR'AN semata-mata,
__________________________________
KESIMPULAN :
AL-QUR'AN itu bukanlah berbentuk Jirim, Jisim atau Jauhar yang Fardhi karena istilah tersebut adalah berbentuk dalam wujud ke-benda-an.
--------------------------------
AL-QUR'AN yang di maksud-kan oleh ALLAH swt ini bukanlah berbentuk kitab yang ber-jilid dan naskah, akan tetapi ia adalah berbentuk JAUHAR yang sulit untuk di lihat dengan mata kasar.
--------------------------------
AL-QUR'AN tersebut adalah berbentuk Zat, karena Basits itu adalah sebagian dari pada Zat yang di ujud-kan oleh ALLAH dan sesuai dengan Asma ALLAH yang Ma’anawiyah di samping ia adalah IMAM
--------------------------------
Fungsi-nya sebagai IMAM atau Pemimpin sebagaimana yang di kehendaki oleh ALLAH pada setiap muslim menjawab-nya ketika di tanya oleh malaikat Mungkar dan Nangkir di dalam kubur atau berbentuk Hablillah (tali Allah).
--------------------------------
Karena ia IMAM maka ia adalah makhluk yang bertaraf Zat Di alam ROH…
--------------------------------
Ketika ROH itu di tanya oleh ALLAH swt (QS. Bani Isroil ayat 85 dan 86) Maka yang menjawab pertanyaan tersebut ialah yang menjadi ketua atau IMAM kepada ROH, AKAL dan NAFSU
--------------------------------
AL-QUR'AN adalah NUR MUHAMMAD atau HAKEKATUL MUHAMMADIYAH atau di kenal sebagai NYAWA atau NAFS kepada sumber segala kehidupan (Al-Basit)
--------------------------------
Maka dia juga di kenal sebagai makhluk La Yakhluqu = Zat yang tidak menjadikan sesuatu (An-Nahl ayat 17),
--------------------------------
Yang jelas…
AL-QUR'AN yang di masuk-kan oleh ALLAH ke dalam DIRI manusia itu ialah :
--->
NUR MUHAMMAD atau HAKEKATUL MUHAMMADIYAH atau DIRI KEBATINAN manusia yang sebenarnya atau DIRI SEBENAR DIRI yang tidak menanggung dosa.
Karena ia adalah makhluk bertaraf Dzat
--------------------------------
maka..
Ia tidak terkecuali dari beribadah kepada Allah swt ,
--------------------------------
Karena..
Ia beribadah dengan nama Shuhud kepada Wahdah dan juga Kasrah dan Sir.
--------------------------------
Ia juga-lah yang di kenal sebagai NAFSAHU pada ayat mengenal diri dan Tuhan,
--------------------------------
Ia juga-lah yang di kenal sebagai INSAN yang Sempurna yang tidak ada cacat dan celanya.
--------------------------------
ALAM adalah firman ALLAH yang tak tertulis (ayat-ayat KAUNIYAH)
AL-QUR’AN adalah ayat-ayat KAULIYAH. Semua ALAM SEMESTA ter-kandung dalam Asma ALLAH ( BISMILLAH )
--------------------------------
Asma terkandung Kehendak …
Kehendak terkandung dalam Sifat…
Sifat terkandung dalam Af’al
Af’al terkandung pada Dzat
Semua itu adalah HIJAB,
--------------------------------
Karena Asma, Sifat, Af’al bukanlah DZAT itu sendiri …
--------------------------------
Itulah yang dimaksud bahwa segala yang tergambarkan adalah HURUF, dan merupakan HIJAB..
--------------------------------
Sedangkan Dzat berada dibalik TITIK …
Dzat tidak bisa digambarkan oleh sesuatu, …
--------------------------------
Untuk mengetahui Zat ALLAH kita harus MENYINGKIRKAN HURUF dan TITIK.
🙏🙏🙏wasalam..
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""'"
Awalnya huruf itu hanya melambangkan sebuah rumus yang tidak memiliki arti apa-apa
--------------------------------
Kemudian..
Huruf disusun menjadi sebuah kata, susunan kata menjadi sebuah kalimat dan dalam kalimat mengandung sebuah pengertian
tetapi..
“Pengertian itu bukanlah sebuah kalimat..!!”
--------------------------------
Dahulu,
sebelum ada kesepakatan manusia mengenai Rumusan Huruf..
--------------------------------
Maka.. Huruf adalah sebuah artikulasi yang keluar dari dorongan udara yang terhalang oleh pita suara pada tenggorokan, sehingga menghasilkan suatu bunyi…
Seandainya rumus-rumus itu tidak ada..
Maka Huruf dan Kata dan Kalimat pun tidak ada, …
--------------------------------
Namun..
Walaupun rumus-rumus dan huruf-huruf tidak ada..,
Tapi.. Hakekat pengertian dalam diri manusia tetap ada.
--------------------------------
Kita bisa menemukan bahasa yang sama pada diri manusia seluruh dunia yaitu BAHASA JIWA, yang..
Tidak berhuruf..
Tidak bersuara,..
Tidak bergambar…
--------------------------------
Maka.. benarlah adanya jika demikian bahwa AL-QUR'AN itu awalnya adalah bahasa WAHYU (Bahasa ALLAH)
--------------------------------
“LA SHAUTIN WALA HARFUN”
“Tidak berupa suara dan bukan berupa huruf”
--------------------------------
Yang kemudian di-translate kedalam bahasa manusia yaitu Bahasa Arab.
--------------------------------
Saat itu..
Rasulullah hanya mengerti dengan jelas apa yang telah turun kedalam jiwanya.
Bahasa ALLAH itu berupa ILHAM atau WAHYU
--------------------------------
Menurut kamus bahasa Arab dalam Munzid, ILHAM itu berarti memasukkan pengertian kedalam JIWA seseorang dengan cepat.
--------------------------------
Dimasukkan dengan cepat = dituangkan sesuatu pengetahuan-pengetahuan ke dalam JIWA dalam sekaligus dengan tidak lebih dahulu timbul fikiran dan muqadimahnya, …
--------------------------------
Seperti sesekor lebah..,
Ketika menerima WAHYU dari ALLAH , binatang itu tidak mengenal huruf, akan tetapi.. Lebah mampu menangkap ajaran ALLAH ..
--------------------------------
ketika ALLAH meng-instruksi-kan untuk membuat rumahnya, maka lihatlah bagaimana Lebah membuat rumah yang indah dan tersusun rapi.
--------------------------------
PENGERTIAN itu tidak terdiri dari rangkaian huruf atau suara..
--------------------------------
Seperti perasaan CINTA..
Perasaan ini tidak tertulis huruf C-I-N-T-A. Walaupun anda tidak menggunakan rangkaian huruf dan suara mengapa anda memahami cinta itu ??
--------------------------------
Yang akhirnya anda menterjemahkan kedalam bahasa manusia menjadi aku cinta ….
Selanjutnya..
Setelah anda mengerti uraian diatas..
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Maka mari-lah kita membahas mengenai Rahasia Huruf dalam AL-QUR'AN:
--->
AL-QUR'AN mengandung 6666 ayat, Terhimpun dalam AL FATIHAH Dan AL FATIHAH pula terhimpun dalam BISMILLAHIRRAHMAN NIRRAHIM
Dan BISMILLAHIRRAHMAN NIRRAHIM terhimpun dalam ALIF
Sedangkan ALIF terhimpun dalam BA’ Dan BA’ terhimpun pada TITIK/ NOKTAHnya.
--------------------------------
Pada TITIK/NOKTAH inilah AWAL MULA semua kejadian bentuk huruf….
--------------------------------
Jadi..
Pada seluruh rangkaian firman sebanyak 30 juz itu ternyata terangkum dalam Ummul QUR’AN (AL FATIHAH).
--------------------------------
Pada Ummul QUR’AN (AL FATIHAH). menyimpulkan inti ajaran AL-QUR'AN :
--->
Tentang masalah Ketuhanan yaitu Sifat, Af’al dan Zat Allah…
--------------------------------
Dia-lah Allah yang memiliki Sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang.., Tidak ada yang berhak menyandang pujian kecuali Dia. Dia- lah tempat segalanya bergantung.., Karena Dia adalah penguasa alam semesta dan diri manusia
--------------------------------
Berarti rangkaian ayat-ayat dalam AL FATIHAH tertumpu pada huruf BA’ (dalam tata bahasa Arab sebagai BA’ Sababiyah)
--------------------------------
Artinya..
Semua yang ada berasal dari huruf BA’ dengan sebab Ismi/ Nama.
--------------------------------
Kalau di pisah BI- ISMI- ALLAH
Semua yang ada karena adanya Asma, Pada Asma terdapat yang memiliki Asma yaitu Dzat, Ini terangkum dalam arti TITIK, Huruf BA’ .. akan tidak bermakna apa-apa jika tidak mempunyai TITIK,
--------------------------------
Maka.. pada TITIK itulah Rahasia dari segala Rahasia ini di mulai..
Karena TITIK baru bersifat KUN (jadilah) maka terjadilah segala sesuatu.
--------------------------------
Karena KUN-NYA yang dilambangkan dengan TITIK, merupakan asal dari segala coretan huruf berasal dari titik-titik yang beraturan sehingga menjadi garis dan garis menjadi bentuk atau wujud.
--------------------------------
Sedangkan Zat tidak berupa titik, karena titik masih merupakan sifat dari pada DzAT.
--------------------------------
Artinya..
KUN ALLAH bukanlah DZAT.
Karena KUN ( KALAM atau WAHYU ) adalah sifat dari pada Dzat, (bukan Dzat itu sendiri) Sehingga arti TITIK adalah akhir dari segala ciptaan, HURUF yang berTITIK menjadi NYAWA bagi AL-QURAN itu sendiri.
--------------------------------
Pada TITIK ini terkandung ide-ide yang akan tergores suatu bentuk dan pada wilayah inilah yang dimaksud dalam Ilmu Hakekat Usul Diri sebagai NUR MUHAMMAD (Cahaya Terpuji),
--------------------------------
Karena segala sesuatu akan memuja dan mengikuti kehendak Dzat, Dan Dzat berkata melalui KUN-NYA, maka jadilah semuanya.
__________________________________
AL-QUR’AN DALAM DIRI MANUSIA
Di dalam AL-QUR'AN ada 2 ayat yang jelas-jelas menyebutkan bahwa AL-QUR'AN itu di turunkan oleh ALLAH di dalam diri manusia dengan menggunakan istilah HATI dan DADA.
--------------------------------
Pertama :
Surah Al-Baqarah ayat 97.
“Man kaana ‘aduwwan lijibriila fa-innahu nazzalahu ‘alaa qalbika bi-idznillaahi mushaddiqan limaa bayna yadayhi wahudan wabusyraa lilmu’miniin.”
--------------------------------
Katakanlah : “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya ( AL-QUR'AN ) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.
--------------------------------
Kedua :
Surah Al-Qiyamah ayat 16.
Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkan AL-QUR'AN (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.
--------------------------------
Telah kita ketahui bersama bahwa :
AL-QUR'AN itu terbentuk dari titik kemudian menjadi huruf dan seterusnya menjadi ayat yang ber-jumlah 6666 ayat dan menjadi panduan hidup manusia… kemudian… di masuk-kan pula oleh Allah ke dalam diri manusia
--------------------------------
Pada kesempatan ini mari-lah sama-sama kita coba untuk mengkaji maksud sebenar-nya ayat di-atas karena ayat tersebut sangat JELAS dan MUDAH untuk di-pahami,
--------------------------------
Yang menjadi persoalan-nya sekarang ialah..
--------------------------------
AL-QUR'AN yang mana-kah yang di-maksud itu ?
--------------------------------
AL-QUR'AN itu sudah berada di dalam hati manusia (Al-Baqarah 97)
--------------------------------
AL-QUR'AN itu sudah berada di dalam dada manusia (Al-Qiyamah 16)
…… sebaiknya tidak perlu di-perdebatkan lagi ….!!
--------------------------------
Namun…
Siapa-kah AL-QUR'AN itu..?
Setiap apa yang di katakan AL-QUR'AN itu adalah Qadim (Kalam Qadim) ini ber-arti AL-QUR'AN itu bersifat Qidam.., Jika ia bersifat Qidam maka AL-QUR'AN bukan-lah Muhadas (yang baru)
--------------------------------
Sebab..
Yang baru itu adalah makhluk yang di-ciptakan-NYA dan yang di-cipta-kan jika ia ber-bentuk Roh maka jelas ia makhluk..
--------------------------------
Pandangan sebagian Ulama mengatakan bahwa AL-QUR'AN itu adalah Qadim yaitu : Awal tiada permulaan.
--------------------------------
Artinya ..
Kalam yang Qadim yang menjadi Hak ALLAH, Jika ia menjadi Hak ALLAH
--------------------------------
Maka..
Ia tidak boleh bersifat Roh akan tetapi harus bersifat DZAT
--------------------------------
Jadi..
Yang bersifat Dzat itulah yang di turunkan oleh ALLAH di dalam dada atau hati manusia,
--------------------------------
Siapakah dia..?
Apakah AL-QUR'AN yang berbentuk Jirim..?
atau Jisim ?
atau Jauharul Fardhi ?
atau Jauharul Basits ?
--------------------------------
Jika AL-QUR'AN itu berbentuk seperti istilah di atas..
maka apakah dia sebenarnya yang di masukan oleh Allah di dalam hati manusia atau di dalam dada manusia..?
--------------------------------
Kita wajib mengetahui hal ini sebab dia berada di-dalam diri kita sendiri, dan juga menjadi Panduan Hidup kita…, Jika ia sebagai panduan hidup manusia.., maka dapat kita katakan bahwa dia itu menjadi panduan kepada ROH, AKAL, NAFSU dan TUBUH yang terdiri dari tulang, daging, urat, darah, rambut, dsb,
--------------------------------
Tanpa ia semua yang ada pada sebuah batang tubuh manusia menjadi tiada berarti sama sekali,
Oleh sebab itu-lah dikatakan agar mencari sesuatu di dalam Diri..
--------------------------------
Apa yang dicari dalam Diri..?
Ini adalah isyarat untuk memahami bahwa AL-QUR'AN itu ada di dalam hati manusia dan ada di dalam dada manusia,
--------------------------------
Mungkin awal-nya kita merasa sulit untuk memahami bahwa AL-QUR'AN itu ada di dalam Diri manusia, Walau apapun itu…… inilah ketentuan ALLAH dalam AL-QUR'AN ,
--------------------------------
Tapi…
Dalam bentuk apa ..?
Jika berbentuk AL-QUR'AN sebagaimana yang kita ketahui (bentuk kitab yang ada huruf dan rupa) Maka itu adalah MUSTAHIL, karena tidak mungkin AL-QUR'AN ber-bentuk spt itu di masukan ke-dalam jasad kita.
--------------------------------
AL-QUR'AN adalah panduan hidup dan mati manusia…
--------------------------------
AL-QUR'AN adalah Kalam Tuhan, yang bersifat NUR untuk seluruh alam ciptaan Tuhan..
--------------------------------
Bagi orang yang berfikir.. akan melihatnya sebagai sesuatu yang Benar dan Suci dan Bersih dengan tiada keraguan terhadapnya,
--------------------------------
Oleh karena itu layak-lah AL-QUR'AN di namakan Kalam yang Qadim yaitu Kalamullah,
--------------------------------
Rasullullah sendiri tidak akan ber-bicara melainkan pembicaraan-nya adalah AL-QUR'AN ini ber-arti berbicara yang benar dan Haq itu di dalam AL-QUR'AN
--------------------------------
Ada ayat yang meng-gatakan AL-QUR'AN ini sebagai Hablillah (tali Allah) yaitu tali yang mengaitkan antara hamba dengan Tuhannya.
--------------------------------
Jika tali ini tidak di pegang teguh..
maka akan bercerai berai-lah manusia bersama Allah.
--------------------------------
Sedangkan..
Hablillah ini mengenal Tuhan-nya sejak dari alam ROH dan ROH-lah yang mengakui bahwa Tuhan itu adalah Rabbi yaitu Tuhan yang mencipta-nya,
--------------------------------
Kalam-Nya tidak pernah dusta..
Sebagaimana Rasullullah bersabda tidak mengikut perasaan-nya melainkan mengikut panduan AL-QUR'AN semata-mata,
__________________________________
KESIMPULAN :
AL-QUR'AN itu bukanlah berbentuk Jirim, Jisim atau Jauhar yang Fardhi karena istilah tersebut adalah berbentuk dalam wujud ke-benda-an.
--------------------------------
AL-QUR'AN yang di maksud-kan oleh ALLAH swt ini bukanlah berbentuk kitab yang ber-jilid dan naskah, akan tetapi ia adalah berbentuk JAUHAR yang sulit untuk di lihat dengan mata kasar.
--------------------------------
AL-QUR'AN tersebut adalah berbentuk Zat, karena Basits itu adalah sebagian dari pada Zat yang di ujud-kan oleh ALLAH dan sesuai dengan Asma ALLAH yang Ma’anawiyah di samping ia adalah IMAM
--------------------------------
Fungsi-nya sebagai IMAM atau Pemimpin sebagaimana yang di kehendaki oleh ALLAH pada setiap muslim menjawab-nya ketika di tanya oleh malaikat Mungkar dan Nangkir di dalam kubur atau berbentuk Hablillah (tali Allah).
--------------------------------
Karena ia IMAM maka ia adalah makhluk yang bertaraf Zat Di alam ROH…
--------------------------------
Ketika ROH itu di tanya oleh ALLAH swt (QS. Bani Isroil ayat 85 dan 86) Maka yang menjawab pertanyaan tersebut ialah yang menjadi ketua atau IMAM kepada ROH, AKAL dan NAFSU
--------------------------------
AL-QUR'AN adalah NUR MUHAMMAD atau HAKEKATUL MUHAMMADIYAH atau di kenal sebagai NYAWA atau NAFS kepada sumber segala kehidupan (Al-Basit)
--------------------------------
Maka dia juga di kenal sebagai makhluk La Yakhluqu = Zat yang tidak menjadikan sesuatu (An-Nahl ayat 17),
--------------------------------
Yang jelas…
AL-QUR'AN yang di masuk-kan oleh ALLAH ke dalam DIRI manusia itu ialah :
--->
NUR MUHAMMAD atau HAKEKATUL MUHAMMADIYAH atau DIRI KEBATINAN manusia yang sebenarnya atau DIRI SEBENAR DIRI yang tidak menanggung dosa.
Karena ia adalah makhluk bertaraf Dzat
--------------------------------
maka..
Ia tidak terkecuali dari beribadah kepada Allah swt ,
--------------------------------
Karena..
Ia beribadah dengan nama Shuhud kepada Wahdah dan juga Kasrah dan Sir.
--------------------------------
Ia juga-lah yang di kenal sebagai NAFSAHU pada ayat mengenal diri dan Tuhan,
--------------------------------
Ia juga-lah yang di kenal sebagai INSAN yang Sempurna yang tidak ada cacat dan celanya.
--------------------------------
ALAM adalah firman ALLAH yang tak tertulis (ayat-ayat KAUNIYAH)
AL-QUR’AN adalah ayat-ayat KAULIYAH. Semua ALAM SEMESTA ter-kandung dalam Asma ALLAH ( BISMILLAH )
--------------------------------
Asma terkandung Kehendak …
Kehendak terkandung dalam Sifat…
Sifat terkandung dalam Af’al
Af’al terkandung pada Dzat
Semua itu adalah HIJAB,
--------------------------------
Karena Asma, Sifat, Af’al bukanlah DZAT itu sendiri …
--------------------------------
Itulah yang dimaksud bahwa segala yang tergambarkan adalah HURUF, dan merupakan HIJAB..
--------------------------------
Sedangkan Dzat berada dibalik TITIK …
Dzat tidak bisa digambarkan oleh sesuatu, …
--------------------------------
Untuk mengetahui Zat ALLAH kita harus MENYINGKIRKAN HURUF dan TITIK.
🙏🙏🙏wasalam..
Langganan:
Postingan (Atom)
GARIS KETURUNAN ARAB
Suku Arab-Indonesia adalah penduduk Indonesia yang memiliki keturunan etnis Arab dan etnis pribumi Indonesia. Pada mulanya mereka umumnya ...
-
"rahasia Rukun 13" 1. NIAT SEMBAHYANG sebenarnya memelihara taubat kita dari dunia dan akhirat 2. BERDIRI...
-
{KAFIAT NAPAS ZIKIR ALLAH-HU - PART I} ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ MEMBANGKITKAN TENAGA PRANA DENGAN KAFIAT NAPAS ZIKIR ALLAH-HU Assallammu...
-
DZIKIR DALAM7 LATIFAH TAREKAT NAQSABANDIYA. Suatu zikir hanyalah untuk menyelamatkan hati dari nafsu keduniawian dan nafsu keinginan, na...