●♡》SEJARAH DAN SILSILAH 《♡●
KETURUNAN RASULULLAH MUHAMMAD SAW
Tokoh Pejuang Sulawesi tengah
Idrus bin Salim Al-Jufri (Guru Tua)
Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau lebih dikenal dengan Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri atau Guru Tua (lahir di Taris, Hadramaut, Yaman, 15 Maret 1892 – meninggal di Palu, 22 Desember 1969 pada umur 77 tahun. As-
Silsilah Beliau….Sayyed Idrus bin Salim bin Alwi bin Saqqaf bin Muhammad bin Idrus bin Salim bin Husain bin Abdillah bin Syaikhan bin Alwi bin Abdullah At-Tarisi bin Alwi Al-Khawasah bin Abubakar Aljufri Al-Husain Al-Hadhramiy yang mempunyai jalur keturunan dari Sayyidina Husain bin Fatimah Az-Zahra Puteri Rasulullah SAW.
merupakan tokoh pejuang di Provinsi Sulawesi Tengah dalam bidang pendidikan agama Islam, sepanjang hidupnya, ulama yang akrab disapa Guru Tua ini dikenal sebagai sosok yang cinta ilmu. Tak hanya untuk diri sendiri, ilmu itu juga ia tularkan kepada orang lain. Salah satu wujud cintanya pada ilmu adalah didirikannya lembaga pendidikan Islam Alkhairaat sebagai sumbangsih nyata Guru Tua kepada agama islam. Alkhairaat dirikan di Palu, Sulawesi Tengah, kala usia Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri menginjak 41 tahun.
SIS Al Jufri dianggap sebagai inspirator terbentuknya sekolah di berbagai jenis dan tingkatan di Sulawesi Tengah yang dinaungi organisasi Alkhairaat, dan terus berkembang di kawasan timur Indonesia.
Pada tahun 2014 nama Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri juga diabadikan sebagai nama baru bandara Kota Palu dan Provinsi Sulawesi Tengah, sebelumnya bandara kebanggaan Kota Palu bernama Bandara Mutiara atas pemberian dari presiden Soekarno, saat pertama kali dioperasikan 1954 dengan nama Bandara Masovu, namun kemudian berganti nama sejak 28 Februari 2014 setelah Menteri Perhubungan Evert Ernest Mangindaan membubuhkan tanda tangan di surat keputusan perubahan nama bandara Mutiara.
Perubahan nama bandara itu juga untuk menghargai jasa serta perjuangan Sayyid Idrus bin Salim Aljufri dalam menyebarkan ajaran Islam di kawasan timur Indonesia. Disaksikan Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, dan pejabat Kementerian Perhubungan RI, para bupati/wali kota se-Sulawesi Tengah dan keluarga besar Alkhairaat meresmikan operasional serta mengukuhkan perubahan nama dari Bandara Mutiara Palu menjadi Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu.
Beliau masuk ke Indonesia dan menetap di Pekalongan untuk beberapa waktu lamanya dan menikah dengan pasangan hidupnya Syarifah Aminah binti Thalib Al-Jufri dan bersama menikmati pahit manisnya kehidupan.Ketika itu beliau berdagang kain batik tetapi tidak mendapat kemajuan karena cintanya kepada dunia pendidikan melebihi dari segala-galanya. Dari pernikahan tersebut beliau dikaruniai dua anak perempuan, Syarifah Lulu’ dan Syarifah Nikmah.
Syarifah Lulu’ kemudian menikah dengan Sayyid Segaf bin Syekh AI-Jufri, yang salah seorang anaknya adalah Dr. H. Salim Segaf Al-Jufri, Menteri Sosial Indonesia ke-26 dan Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi dan Kesultanan Oman Periode 2005-2009. Habib Idrus kemudian meninggalkan perdagangan dan beliau pindah ke Solo.
Di Solo, dengan dibantu oleh Sayid Ahmad bin Muhammad (mantan muridnya di Hadramaut) yang sudah lama mukim di Solo, mewujudkan niatnya untuk mendirikan madrasah yang diberi nama “Perguruan Arrabithah Alawiyah”.[5] Beliau dilantik sebagai Guru dan Kepala Sekolah di Madrasah Rabithah Al-Alawiyyah. Setelah beberapa tahun beliau pindah ke Jombang dan tinggal beberapa lama di sana.
Jombang
Pada tahun 1926, beliau pindah ke kota Jombang. Habib Idrus berkenalan dengan beberapa tokoh Islam di antaranya K.H. Hasjim Asy’ari pendiri organisasi Nahdlatul ‘Ulama (NU) di Jombang yang juga pemimpin Pondok Pesantren Tebuireng.
Pertemuan kedua tokoh ini menjalin persahabatan yang sangat baik, karena keduanya sama-sama pimpinan agama, terutama karena keduanya mempunyai ikatan pemahaman yang sama yakni sebagai penganut paham Imam Syafi’I (ahli sunnah wal-jamaah).
Indonesia Timur
Kemudian beliau memulai perjalanannya ke Timur Indonesia untuk memberi petunjuk dan berdakwah di jalan Allah.
Antara lain di Maluku dan menetap untuk beberapa bulan lamanya sambil melakukan lawatan dan dakwah bebeberapa wilayah kecamatan seperti Bacan, Jailolo, Morotai, Patani, Weda, Kayoa dan sebagainya, selanjutnya ke Sulawesi Utara, Sulawesi selatan, Kalimantan dan Irian Barat.
Beliau kemudian berlayar menuju Manado, atas ajakan kakak beliau Habib Alwi bin Salim Aljufrie yang berada di Manado. Ketika kapalnya singgah bersama rombongan menginjakkan kaki pertama di Pelabuhan Wani, Kabupaten Donggala, pada 1929, Habib ldrus menggunakan kesempatan itu untuk berkonsolidasi dengan komunitas Arab yang dipimpin Syekh Nasar bin Khams Al-Amri, di situ beliau mengutarakan tentang rencananya untuk mendirikan madrasah di kota Palu.
Setibanya di Manado, Habib ldrus mendapatkan telegram tentang hasil musyawarah masyarakat arab yang ada di Kota Palu mengenai pendirian Madrasah. Pada akhirnya disepakati bersama bahwa sarana pendidikan berupa gedung akan disiapkan oleh masyarakat arab Palu, sedangkan gaji guru, Habib ldrus yang akan mengusahakannya.
Palu
Pada tahun 1930 M Guru Tua pun pindah ke Kota Palu yang kala itu bernama “Celebes” pada masa penjajahan Belanda, setelah mendapat undangan dari beberapa tokoh bangsa Arab di Palu dan Wani yakni Ibrahim bin Zain, Sayid Muhammad bin Muhsin Rifai dan Sayid Ahmad bin Ali Almuhdar di Wani Kecamatan Tawaeli. Kehadiran Guru Tua di Wani merupakan wujud dari keinginan masyarakat setempat yang ingin mengenal Islam lebih baik, menggunakan ruangan Toko Haji Quraisy di Kampung Ujuna sebagai ruangan belajar mengajar dan kemudian pindah ke rumah Almarhum Haji Daeng Maroca di Kampung Baru (Depan Masjid Jami-Kampung Baru).
Rupanya di Palu inilah memberikan inspirasi yang kuat untuk tinggal dan menetap dalam rangka melakukan dakwahnya setelah menyaksikan keadaan masyarakat yang masih sangat terbelakang dalam pemahaman ajaran Islam. Pemerintah Belanda yang saat itu menduduki Donggala tidak memberikan izin pendirian madrasah karena dianggap bisa memengaruhi pemikiran rakyat saat itu, sebagian pengikut Guru Tua di Wani dituduh terlibat pemberontakan Salumpaga di Tolitoli.
Guru Tua akhirnya mendirikan sekolah di Palu, sekitar 30 kilometer dari Wani. Madrasah tersebut bernama Alkhairaat.Dan pada tanggal 30 Juni 1930 M setelah mengurus perizinan pendirian dan surat-surat lainnya ke pemerintah Hindia Belanda, maka, diresmikanlah Madrasah AI-Khairaat di Kota Palu. Kepindahan perguruan Alkhairaat ke Palu tidak serta merta bebas dari pengawasan Pemerintah Belanda. Pemerintah Belanda dikabarkan juga sempat melarang Perguruan AlKhariraat karena ajaran Guru Tua, khususnya yang bersumber dari kitab Izhatun Nasyi’in, karya Musthafa Al-Ghalayani.
Salah satu strategi yang digunakan agar cepat diterima masyarakat Palu, Sayid Idrus menerima saran dari beberapa tokoh masyarakat, Guru Tua pun memutuskan untuk menikahi salah seorang bangsawan Puteri Kaili yang juga merupakan sosok perempuan yang sangat berperan dalam pengembangan Yayasan Alkhairaat Pusat. Dengan ketetapan hati dan petunjuk dari Allah SWT pada tahun 1931 M Guru Tua pun menikahi Intje Ami Dg.Sute. Dari perkawinan ini beliau dikaruniai dua orang puteri, Syarifah Sidah Aljufrie dan Syarifah Sa’diyah Aljufrie.
Kematian.
Habib ldrus tidak meninggalkan karangan kitab, namun karya besarnya adalah AI-Khairaat dan murid-muridnya yang telah memberikan pengajaran serta pencerahan agama kepada umat. Mereka para murid-murid AI-Khairaat menyebar di seluruh kawasan Indonesia untuk meneruskan perjuangan sang Pendidik yang tak kenal putus asa ini. Salah satu murid beliau yang melanjutkan dakwahnya adalah Ustad Abdullah Awadh Abdun, yang hijrah dari kota Palu ke Kota Malang untuk berdakwah dan mendidik para muridnya dengan mendirikan pesantren Daarut Tauhid di Kota Malang.
Tahun 1968, Habib Idrus mengalami sakit parah, selama delapan bulan ia meminum jus kurma. Walaupun dalam keadaan sakit, ia tetap menjalankan majelis mengajar setiap waktu.[2] Masih dalam suasana ldul Fitri, sakit parah yang telah lama diderita Habib ldrus kembali kambuh. Bertambah hari sakitnya semakin berat. Maka, guru, Ulama dan Sastrawan itu wafat, pada hari senin 12 Syawwal 1389 H betepatan dengan 22 Desember 1969 M. sebelum menjelang detik-detik kewafatannya, Habib ldrus sudah mewasiatkan tentang siapa saja yang memandikan jenazah, imam shalat jenazah, tempat pelaksanaan shalat jenazah, siapa yang menerima jenazah di Liang lahat, muadzin di liang lahad, sampai yang membaca talqin di kubur.
Habib ldrus telah mempertaruhkan seluruh hidupnya dalam mengarungi perjalanan panjang dengan berbagai sarana ke kepulauan di sekitar Sulawesi dan Muluku untuk menyiarkan pengetahuan Islam.
Beliau berpindah dari satu pulau ke pulau yang lain menggunakan perahu sampan, gerobak sapi dan kenderaan lainnya bahkan dengan berjalanan kaki dengan bermacam risiko, tantangan dan bahaya yang selalu mengancam di setiap saat. Akan tetapi Habib ldrus selalu merasakan kenikmatan di antara pertaruhan jiwanya dan beliau rela memberikan apa saja meski jiwanya sekalipun.
Ketabahannya dalam mengarungi pelayaran itu sampai berbulan-bulan lamanya. Dan kadang-kadang perjalanan itu di tempuh dengan berjalan kaki jika tidak mendapatkan alat-alat transportasi.
Hingga akhir hayatnya, Sayid Idrus berhasil membangun 420 madrasah yang tersebar di seluruh wilayah Palu.
Warisan.
Bangunan sekolah yang pertama adalah di bangun atas biaya beliau sendiri di kota Palu, yang merupakan sekolah Islam yang pertama di Negeri Palu dan kemudian berkembang menjadi cabang-cabang mencapai ratusan madrasah tersebar di kota-kota dan kampong-kampung di bagian Timur Indonesia yang diberi nama “ALKHAIRAAT”, dengan harapan optimis dan keberkatan dari nama tersebut yang banyak kali di sebut dalam Al-Qur’an dan secara resmi madrasah tersebut di buka pada tanggal 14 Muharram 1349 H bertepatan dengan 11 Juni 1930. dan pada peresmian itu di hadiri oleh para pemuka-pemuka Arab yang tinggal di Palu dan sebagian petinggi-petinggi negeri.
Dalam perkembangannya, pengelolaan Madrasah sepenuhnya ditangani oleh Habib ldrus. Para murid yang belajar di sana tidak dipungut biaya sama sekali. Hal ini karena Habib ldrus mengadaptasi sistem pendidikan arab yang pada umumnya tidak memungut biaya kepada para muridnya. Sehingga para murid lebih fokus dalam belajar. Habib ldrus memberikan gaji kepada para guru dan staf sekolah dari hasilnya berdagang.
Yang pertama kali di juluki (digelari) “Aljufri” ialah waliyullah Abu Bakar bin Muhammad bin Ali bin Muhammad. So’al gelar (julukan) “Aljufri” yang disandangnya itu karena beliau dipanggil oleh datuk dari ibunya yaitu waliyullah Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladawilah dengan sebutan "Djufratiy" yang berarti anak kecil kesayangan yang berbadan gemuk dan kekar. Dan setelah dewasa menjadi seorang ahli dalam ilmu jafar.
Foto : Al Habib Idrus bin Salim Al Jufri (Palu)
Sedikit cerita hikmah tentang beliau:
Adalah nasihat dari salah seorang gurunya agar beliau dapat menyamai ilmu kakeknya, Al Habib Alwy bin Saggaf Al-jufri, penyusun kitab Syarah Umdatu Salik. "Aku tidak hanya ingin menyamai kakekku, tetapi lebih dari itu, ingin memiliki ilmu datukku, yaitu Imam Ali bin Abi Thalib, yang oleh Rasulullah saw dikatakan, Aku adalah kota ilmu pengetahuan, dan Ali adalah pintunya; ilmu datukku lah yang hendak aku capai."
🙏🙏🙏wasalam..
Kamis, 13 Juni 2019
PENGERTIAN MA’RIFATULLAH & CIRI-CIRI MARIFATULLOH
Ma’rifatullah (mengenal Allah) bukanlah mengenali dzat Allah, karena hal ini tidak mungkin terjangkau oleh kapasitas manusia yang terbatas. Sebab bagaimana mungkin manusia yang terbatas ini mengenali sesuatu yang tidak terbatas?. Segelas susu yang dibikin seseorang tidak akan pernah mengetahui seperti apakah orang yang telah membuatnya menjadi segelas susu.
Menurut Ibn Al Qayyim : Ma’rifatullah yang dimaksudkan oleh ahlul ma’rifah (orang-orang yang mengenali Allah) adalah ilmu yang membuat seseorang melakukan apa yang menjadi kewajiban bagi dirinya dan konsekuensi pengenalannya”.
Ma’rifatullah tidak dimaknai dengan arti harfiah semata, namun ma’riaftullah dimaknai dengan pengenalan terhadap jalan yang mengantarkan manusia dekat dengan Allah, mengenalkan rintangan dan gangguan yang ada dalam perjalanan mendekatkan diri kepada Allah.
CIRI-CIRI DALAM MA’RIFATULLAH
Seseorang dianggap ma’rifatullah (mengenal Allah) jika ia telah mengenali
1. asma’ (nama) Allah
2. sifat Allah dan
3. af’al (perbuatan) Allah, yang terlihat dalam ciptaan dan tersebar dalam kehidupan alam ini.
Kemudian dengan bekal pengetahuan itu, ia menunjukkan :
1. sikap shidq (benar) dalam ber -mu’amalah (bekerja) dengan Allah,
2. ikhlas dalam niatan dan tujuan hidup yakni hanya karena Allah,
3. pembersihan diri dari akhlak-akhlak tercela dan kotoran-kotoran jiwa yang membuatnya bertentangan dengan kehendak Allah SWT
4. sabar/menerima pemberlakuan hukum/aturan Allah atas dirinya
5. berda’wah/ mengajak orang lain mengikuti kebenaran agamanya
6. membersihkan da’wahnya itu dari pengaruh perasaan, logika dan subyektifitas siapapun. Ia hanya menyerukan ajaran agama seperti yang pernah diajarkan Rasulullah SAW.
Figur teladan dalam ma’rifatullah ini adalah Rasulullah SAW. Dialah orang yang paling utama dalam mengenali Allah SWT. Sabda Nabi : “Sayalah orang yang paling mengenal Allah dan yang paling takut kepada-Nya”. HR Al Bukahriy dan Muslim. Hadits ini Nabi ucapkan sebagai jawaban dari pernyataan tiga orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah dengan keinginan dan perasaannya sendiri.
Tingkatan berikutnya, setelah Nabi adalah ulama amilun ( ulama yang mengamalkan ilmunya). Firman Allah : “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” QS. 35:28
Orang yang mengenali Allah dengan benar adalah orang yang mampu mewarnai dirinya dengan segala macam bentuk ibadah. Kita akan mendapatinya sebagai orang yang rajin shalat, pada saat lain kita dapati ia senantiasa berdzikir, tilawah, pengajar, mujahid, pelayan masyarkat, dermawan, dst. Tidak ada ruang dan waktu ibadah kepada Allah, kecuali dia ada di sana. Dan tidak ada ruang dan waktu larangan Allah kecuali ia menjauhinya.
Ada sebagian ulama yang mengatakan : “Duduk di sisi orang yang mengenali Allah akan mengajak kita kepada enam hal dan berpaling dari enam hal, yaitu : dari ragu menjadi yakin, dari riya menjadi ikhlash, dari ghaflah (lalai) menjadi ingat, dari cinta dunia menjadi cinta akhirat, dari sombong menjadi tawadhu’ (randah hati), dari buruk hati menjadi nasehat”
URGENSI MA’RIFATULLAH
a. Ma’rifatullah adalah puncak kesadaran yang akan menentukan perjalanan hidup manusia selanjutnya. Karena ma’rifatullah akan menjelaskan tujuan hidup manusia yang sesungguhnya. Ketiadaan ma’rifatullah membuat banyak orang hidup tanpa tujuan yang jelas, bahkan menjalani hidupnya sebagaimana makhluk hidup lain (binatang ternak). QS.47:12
b. Ma’rifatullah adalah asas (landasan) perjalanan ruhiyyah (spiritual) manusia secara keseluruhan. Seorang yang mengenali Allah akan merasakan kehidupan yang lapang. Ia hidup dalam rentangan panjang antara bersyukur dan bersabar.
Sabda Nabi : Amat mengherankan urusan seorang mukmin itu, dan tidak terdapat pada siapapun selain mukmin, jika ditimpa musibah ia bersabar, dan jika diberi karunia ia bersyukur” (HR.Muslim)
Orang yang mengenali Allah akan selalu berusaha dan bekerja untuk mendapatkan ridha Allah, tidak untuk memuaskan nafsu dan keinginan syahwatnya.
c. Dari Ma’rifatullah inilah manusia terdorong untuk mengenali para nabi dan rasul, untuk mempelajari cara terbaik mendekatkan diri kepada Allah. Karena para Nabi dan Rasul-lah orang-orang yang diakui sangat mengenal dan dekat dengan Allah.
d. Dari Ma’rifatullah ini manusia akan mengenali kehidupan di luar alam materi, seperti Malaikat, jin dan ruh.
e. Dari Ma’rifatullah inilah manusia mengetahui perjalanan hidupnya, dan bahkan akhir dari kehidupan ini menuju kepada kehidupan Barzahiyyah (alam kubur) dan kehidupan akherat.
SARANA MA’RIFATULLAH
Sarana yang mengantarkan seseorang pada ma’rifatullah adalah :
a. Akal sehat
Akal sehat yang merenungkan ciptaan Allah. Banyak sekali ayat-ayat Al Qur’an yang menjelaskan pengaruh perenungan makhluk (ciptaan) terhadap pengenalan al Khaliq (pencipta) seperti firman Allah : Katakanlah “ Perhatikanlah apa yang ada di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman. QS 10:101, atau QS 3: 190-191
Sabda Nabi : “Berfikirlah tentang ciptaan Allah dan janganlah kamu berfikir tentang Allah, karena kamu tidak akan mampu” HR. Abu Nu’aim
b. Para Rasul
Para Rasul yang membawa kitab-kitab yang berisi penjelasan sejelas-jelasnya tentang ma’rifatullah dan konsekuensi-konsekuensinya. Mereka inilah yang diakui sebagai orang yang paling mengenali Allah. Firman Allah :
“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan ) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan..” QS. 57:25
c. Asma dan Sifat Allah
Mengenali asma (nama) dan sifat Allah disertai dengan perenungan makna dan pengaruhnya bagi kehidupan ini menjadi sarana untuk mengenali Allah. Cara inilah yang telah Allah gunakan untuk memperkenalkan diri kepada makhluk-Nya. Dengan asma dan sifat ini terbuka jendela bagi manusia untuk mengenali Allah lebih dekat lagi. Asma dan sifat Allah akan menggerakkan dan membuka hati manusia untuk menyaksikan dengan seksama pancaran cahaya Allah. Firman Allah :
“Katakanlah : Serulah Allah atau serulah Ar Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asma’ al husna (nama-nama yang terbaik) QS. 17:110
Asma’ al husna inilah yang Allah perintahkan pada kita untuk menggunakannya dalam berdoa. Firman Allah :
“ Hanya milik Allah asma al husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma al husna itu…” QS. 7:180
Inilah sarana efektif yang Allah ajarkan kepada umat manusia untuk mengenali Allah SWT (ma’rifatullah). Dan ma’rifatullah ini tidak akan realistis sebelum seseorang mampu menegakkan tiga tingkatan tauhid, yaitu : tauhid rububiyyah, tauhid asma dan sifat. Kedua tauhid ini sering disebut dengan tauhid al ma’rifah wa al itsbat ( mengenal dan menetapkan) kemudian tauhid yang ketiga yaitu tauhid uluhiyyah yang merupakan tauhid thalab (perintah) yang harus dilakukan.
Wallahu a’lam (diambil dari kumpulan artikel motivasi)
Revolusi Pendidikan di 00.35
61 komentar:
Septi Aniz26 Oktober 2013 21.23
Terimakasih ilmunya. Boleh saya ambil buat bahan makalah saya? :)
Balas
Balasan
mau bertanya8 April 2014 00.17
Saya mau bertanya "bumi Dan langit diciptakan Oleh Allah. Dari apa?
Hasbul Adiwijaya4 April 2018 18.54
Nur muhammad (surat an nur: 36) Allah cahaya langit dan bumi.
Balas
Agus Salim14 Januari 2015 19.44
Mengenal Allah tidak cukup dengan asma, sifat dan af al nya saja ttp kita juga harus mengenal wujudnya. Mengenal Allah harus dengan Allah itu sendiri..
Balas
Balasan
Muhamad Habibi20 Juni 2015 22.04
Apakah anda tau dimana allah berada skrg ? Lalu bagaimana rasa allah dan bagaimana wujud allah ?
Muhamad Habibi20 Juni 2015 22.04
Apakah anda tau dimana allah berada skrg ? Lalu bagaimana rasa allah dan bagaimana wujud allah ?
Qallam cinta18 Februari 2017 10.23
Allah hnya akan di kenali diriny sndiri.hilangkan dirimu maka yg ada hnyalah yg empunya diri.serahkan jiwamu dgn mryakini segala sesuatu yg trjadi itu af'alny allah.. bukan lagi af'al dirimu.
iman zira14 November 2017 20.05
Apakah anda bisa mengingat orang tua anda sekarang? sudah pasti anda bisa mengingatya karena anda sangat mengenalnya begitu pula ALLAH kita harus mengenalNYA terlebi dahulu baru kita bisa mengingatNYA. Barang siapa mengenal dirinya sebenar benarnya diri sudah pasti mengenal ALLAH mohon ma'af jika ada yg salah mohon di luruskan. Amin ya Rab..
Balas
maspekok19 Juli 2015 08.28
Allah lebih dekat kepadamu daripada urat lehermu itu kata Allah silahkan anda merenung dan berdoa kepada Allah semoga Allah memberi jawaban di mana Allah berada sekarang
Balas
Balasan
MD Ruhanda5 September 2015 00.32
Lalu bagaimana kita bisa kembali kepadaAllah, kalau di dunia ini kita tidak mengenal Nya. Mohon baca QS al waqi'ah ayat 83 dst...
Balas
Mamank m12 September 2015 16.50
Org yg buta mgkin dapat melihat & merasakan keberadaan allah ,sedangkan org yg tdak buta mgkin tdak dpat mlihat & merasakan keberadaan allah .
Balas
Balasan
Unknown18 September 2015 23.12
Apa sih yang dimaksud buta itu?
Balas
Bina Rakyat13 November 2015 21.50
Buta hatinya
Balas
Bina Rakyat13 November 2015 21.52
Yg paling berbahaya
Balas
Unknown27 November 2015 23.21
wa fi anfusikum afala tubsirun.. "dan apa yang ada didalam dirimu mengapa kamu tidak melihatnya." Allah tidak jauh dari kita, belajar mengenal diri dulu, maka kita akan mengenaal Allah. man arafa nafsahu, faqad arafa robbahu.
Balas
Zain Aufia30 Desember 2015 08.19
Perbaiki dulu dirimu sebelum kamu mengajarkan pada orang lain... Sesungguhnya Allah selalu ada pada diri orang yang berbuat kebaikan namun syaitan tidak akan pernah pergi dari diri manusia sebelum manusia itu mampu melawannya yaitu hawa nafsunya.. Kita lahir dalam keadaan suci maka kembali juga dengan keadaan suci.. Allah ada dalam dirimu maka peliharalah dirimu dengan jalan yang benar.. Selalu ingatlah Allah disetiap waktu.. Berzikirlah kepadanya seperti alam semesta yang tidak pernah berhenti berzikir.. Maka kamu akan selamat dari segala bahaya.. Selalu percaya dan yakin padaNya..
Balas
Balasan
feriandi mertosono11 Agustus 2017 08.00
Mantap
Unknown20 Desember 2018 18.37
Kasihan bila Allah bertempat,apalagi bertempat di dalam diri...
Sungguh amat teramat kecil Allah...
Sejak kapan kita punya diri,.
Kata Allah..
Laa : bulu kulitku
Illaha :darah daging kurban
Illa :urat tulangku
Allah :otak sumsumku...
Maka di manakah kamu yang merasa punya diri.
Dan diri mana pula yang harus di kenal... !!!!!
Balas
Fendy Zau9 Februari 2016 11.50
subhanaallah Allah akbar
Balas
achmad nurfajri14 Februari 2016 04.05
Apa yang dimaksud cahaya dalam marifatuloh ?
Saya pernah mendengarnya, boleh dijelaskan ?
Balas
Balasan
feriandi mertosono11 Agustus 2017 08.08
@achmad nurfajri_cahaya yang sesungguhnya itu,,bukan yg kita lihat ada warna putih or warna lain,melainkan seperti contoh sbb : disaat diri ini dalam masalah,dan diri ini tetap tenang,biasanya kata hati akan menjawab untuk memberikan solusi,itulah yang di namakn cahaya yg sesungguhnya..
Balas
achmad nurfajri14 Februari 2016 04.06
Apa yang dimaksud cahaya dalam marifatuloh ?
Saya pernah mendengarnya, boleh dijelaskan ?
Balas
Balasan
Joe Saputra6 Oktober 2017 04.40
Cahaya di atas cahaya...
Cahaya yg tidak dapat di lihat dgn mata kepala kita,melainkan dgn mata batin...
Mata batin yg di maksud bukan mata batin yg biasa org bilang (teropong)...
Balas
Unknown28 April 2016 22.58
Apakah allah itu terasa/teraba/terlihat/dan apakah ia punya tempat ?
Katanya allah itu tidak sama dengan ciptaanya!
Balas
Gilbert Spy9 Juli 2016 02.30
Teruslah berdzikir kpd allah dimanapun anda berada sehingga anda mengenal siapa sebenarnya diri anda dan anda akan mengenal siapa allah. Semua pertanyaan diatas akan anda temukan jawabannya kalau anda telah mengenal allah
Balas
Hamba Allah16 Juli 2016 21.02
Terimakasih banyak kerna Allah,mudah mudahan kita semua bisa merasakanya,amin ya rabbal alamin...Allahuakbar.
Balas
Nisa Afgani Akmal29 Oktober 2016 19.46
Terimakasih,sangat membantu menyelesaikan tugas
Balas
Balasan
Dedi9 Agustus 2017 21.05
tugas apa tu
Balas
Kamarudin Rudin6 November 2016 06.36
Masukkan komentar Anda...terikasih atas jawaban nya
Balas
abde pipid2 Maret 2017 13.22
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Balas
abde pipid2 Maret 2017 13.23
Terimkasih atas ilmunya..
Balas
Sobri Azizan24 April 2017 09.53
,,,,
Balas
Djauhar syam15 Mei 2017 00.29
Kita selalu mencari Keberadaan Allah Wujud Allah dll...Padahal kita sendiri apa sdh bersih dl dari penyakit Bathin dan Zahir kita. Bersihkan dulu kesemuanya. Dengan thawadhu maka Insya Allah km berjumpa Allah. Zat Wajibal Wujud Aza Wazala.
Balas
Samsi25 Mei 2017 10.09
Jika surga Dan neraka tidak diciptakan Allah. Masih perlukah manusia untuk sholat Dan beribadah
Balas
Balasan
feriandi mertosono11 Agustus 2017 08.32
Klw menurut saya mas samsi,,
Tetap masih perlu manusia itu melaksanakan sholat,,karena berharap insya allah kita sekalian akan berada tepat di Sisi-Nya
Balas
Rury Jang31 Mei 2017 19.53
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Balas
Rury Jang31 Mei 2017 19.53
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Balas
Rury Jang31 Mei 2017 19.58
Sesuatu ilmu apapun itu kalau tidak didasari dengan mengenal Allah dan ibadah. Maka akan sia2.
asal mula shalat itu apa ?
Apabila seorang yg mempelajari ilmu ma'rifat. Trus dia mengatakan tidak perlu shalat. Maka itu ajaran yg sesat. Dengan shalat itulah kesempurnaannya marifat. Karena shalat masuk didalam syariat.
ada 4 kategori syariat, tariqat, hakikat, marifat. Org yg belajar marifat kalau 4 kategori ini tidak berjalan baik. Maka tidak sempurnalah marifatnya.
ini menurut saya. Mohon maaf kalau ada kata2 sYa yg salah. Mohon diluruskan.
Balas
Balasan
Joe Saputra6 Oktober 2017 04.45
Mantap....
Balas
Rury Jang31 Mei 2017 19.59
Sesuatu ilmu apapun itu kalau tidak didasari dengan mengenal Allah dan ibadah. Maka akan sia2.
asal mula shalat itu apa ?
Apabila seorang yg mempelajari ilmu ma'rifat. Trus dia mengatakan tidak perlu shalat. Maka itu ajaran yg sesat. Dengan shalat itulah kesempurnaannya marifat. Karena shalat masuk didalam syariat.
ada 4 kategori syariat, tariqat, hakikat, marifat. Org yg belajar marifat kalau 4 kategori ini tidak berjalan baik. Maka tidak sempurnalah marifatnya.
ini menurut saya. Mohon maaf kalau ada kata2 sYa yg salah. Mohon diluruskan.
Balas
Balasan
feriandi mertosono11 Agustus 2017 08.23
Mhon maaf @ Ruri jang_klw mnurut sya,,itupun klu boleh diterima saran saya,,jgan dlu langsung mem-vonis itu ajaran yang sesat,,secara umum sholat itu adalah pencegah dari perbuatan keji dan munkar,,secara khususnya adalah hubungan manusia dgan allah,,hubungan dgan allah itu akan sempurna tergantung bgmna hubungan kita dengan manusia lain(hablumminannas),ibarat kata persamaanya seperti ini "ridho allah tergantung ridho kedua orang tua.klw mnurut sya seperti itu apabila saya salah tolong dimaafkan..karena sesungguhnya kesempurnaan hanya milik allah..
Balas
Zain Aufia1 Juni 2017 09.40
Syahadatlah yang benar2 syahadat
Shalatlah yang benar2 shalat
Zakatlah yang benar2 zakat
Puasalah yang benar2 puasa
Hajilah yang benar2 haji
Berimanlah kpd Allah, Malaikat, Kitab, Rosul, Kiamat dan Qoda Qodar
Ragamu adalah duniamu
Jiwamu adalah kamu
Tubuhmu adalah Muhammad
Rohmu adalah Allah
Roh yang memerintahkan tubuh
Allah yang memerintahkan Muhammad
Renungilah,, sesungguhnya dimana Tuhanmu...!!!
Balas
Balasan
feriandi mertosono11 Agustus 2017 08.28
Mantap..tpi klu boleh saya bertanya,,truz nafas kita sebagai apa,,karena hanya dia penghubung antara jasad dengan nyawa..mhon maaf klu pertanyaan sya salah,klw salah tolong diluruskan
Balas
Unknown6 Juli 2017 21.44
ni dari sumber dari mana?
Balas
Unknown20 Agustus 2017 06.18
Jika Anda ingin mengenali marifatulloh..belajarlah dengan seorang guru yg sangat mengenal betul ilmu marifatulloh itu. marifatulloh mari merapat ke Gusti Allah..baru anda akan bs mengenal Allah dr ilmu yg ia berikan .. dan orang pilihan Allah sj bs memiliki ilmu Allah..
Balas
Unknown27 Agustus 2017 04.57
Tes
Balas
Dantex powder27 Agustus 2017 05.08
Sebenarnya tidak rumit kalau ada ilmu nya , kalau kita mau belajar dengan orang yang sudah kenal , kalau jaman dulu kita bisa belajar dengan seorang Nabi dan sekarang kita bisa belajar dengan seorang wali ,sesuatu harus di landasi dengan ilmu , kalau kita masih merasa diri kita yang melihat , mendengar , berkata , berjalan dan sebagai nya , itu arti nya ilmu kita belum sampai , karna semua hal yang di lakukan manusia adalah kepunyaan Allah
Balas
Adeeva29 Desember 2017 22.10
Dengan kerendahan hati kita semua umat manusia didunia ini dan mahluk yang hidup dialam ini. Pasti merasakan kehadiran Allah, tetapi medustakannya.
Balas
Resal A. Vulisa6 Juni 2018 05.37
Dengan segala kerendahan hati ini dan ketakutan terhadap sang pencipta sy bertanya kepada saudara.
Wahai saudara yang di muliakan oleh Allah Swt. Alangkah sangat beruntungnya diri ini dapat singgah di forum blog ini, hanya sy sebagai seorang yang awam terbesit didalam pemikiran sehingga sy ingin mengutarakan di pertanyaan dtempat ini. Sebelumnya kita ingin mengetahui dan bersandar kepada ma'rifat, maka sy sedikit bertanya pada pertanyaan yg sesuai dgn pengetahuan sy yaitu syari'at. kiranya saudara dapat membagi pengetahuan kepada sy yg awam ini. Apa itu syari'at dan apa tujuan Allah menciptakan Syari'at itu sendiri? Ibarat sebuah beras takan da tanpa adanya padi, jika ada suatu kesalahan dan ke khilafan pada pertanyaan sy mohon saudara dapat mengkoreksi, sesungguhnya manusia itu selalu berada di dalam ke khilafan. Trima kasih..
Balas
komaruddin yusup j17 Juli 2018 07.06
Mantap
Balas
komaruddin yusup j17 Juli 2018 07.45
Bicara masalah ma'rifatullah ilmu tahapan yg tertinggi dari segala ilmu,
1)Tahapan bejar sareat sampe selesai disebut landasan utama
2) tareqat memahami secara benar
3) haqekat di pahami di mengeti secara baik
4) baru belajar ma'rifat ilmu yg sudah mentok rahmat tertigi dari allah , yg di amalkan para Aulia
Rosululoh pernah perpesan kepada umatnya belajarlah kepada warosatul ambia/ulama yg mumpuni , hati² jaman sekarang mengaku ulama banyak tapi bukan warosatul ambia tidak paham secara betul tentang ma'rifatullah , yg paham betul itu para aulia yg sudah mengamalkan ilmunya yg sudah mumpuni ,
Maaf sy belum bisa menjelaskan secara ditail karna rangkeanya panjang mungkin lain waktu insaalloh . Wasalam trimakasih.
Balas
komaruddin yusup j17 Juli 2018 07.49
Bicara masalah ma'rifatullah ilmu tahapan yg tertinggi dari segala ilmu,
1)Tahapan bejar sareat sampe selesai disebut landasan utama
2) tareqat memahami secara benar
3) haqekat di pahami di mengeti secara baik
4) baru belajar ma'rifat ilmu yg sudah mentok rahmat tertigi dari allah , yg di amalkan para Aulia
Rosululoh pernah perpesan kepada umatnya belajarlah kepada warosatul ambia/ulama yg mumpuni , hati² jaman sekarang mengaku ulama banyak tapi bukan warosatul ambia tidak paham secara betul tentang ma'rifatullah , yg paham betul itu para aulia yg sudah mengamalkan ilmunya yg sudah mumpuni ,
Maaf sy belum bisa menjelaskan secara ditail karna rangkeanya panjang mungkin lain waktu insaalloh . Wasalam trimakasih.
Balas
komaruddin yusup j17 Juli 2018 07.49
Mantap
Balas
komaruddin yusup j17 Juli 2018 08.05
Kl berbicara mengenai asmaul & sifat allah qidam baqo seterusnya, itu baru belajar sareat tahapan yg sangat mendasar,
Maaf ini hanya penjelasan saja.
Balas
komaruddin yusup j17 Juli 2018 08.06
Kl berbicara mengenai asmaul & sifat allah qidam baqo seterusnya, itu baru belajar sareat tahapan yg sangat mendasar,
Maaf ini hanya penjelasan saja.
Balas
Unknown22 Juli 2018 07.44
adkah yg bisa memberiku ptunjuk ke jlan ma'rifatullah (guru) krna sudh 1 thun aku tdk sholat krna ad kata, tidak sah lah sholat kalau belum mengenal allah,
mohon ptunjuknya
Balas
Balasan
Jely Fish5 Agustus 2018 13.16
Perbaiki/bersihkan smua indra jgn smpe mlkukan apa apa yk dilarang allah khususnya hati dan nafsu qmu...
Cintai smua makhluk allah artinya jgn smpe menyakiti makhluk allah..
Jgn pernah berpikir negatif soal apapun itu. Sllu Berpikir positif krna saat kita berpikir positif kita bisa mengambil pelajaran/hikmahnya, jdikan lah smua yk kau liat yk kau dengar sbgai pelajaran/peringatan dari allah...
Klo qmu mendengar sesuatu ilmu jgn langsung kau telan(percaya) jangan juga langsung kau buang(tidak percaya). Simpan aja dlu cari tau kebenarannya smpe kau benar benar yakin...
Dan perbanyak lah membuat pertanyaan pda diri sendiri (dan minta lah jawabannya kpda allah) dan jika kau blum dpt jawabannya brrti blum saatnya kau tau jgn dipaksa...
Slagi kau mencari tahu yk blum kau tahu... Lakukanlah sgla apa yk diperintahkan allah...
Dan jgn menempatkan allah disuatu tempat krna allah di atas sglanya tempat itu sendiri...
Satu lagi jujur lah pada diri sendiri...
Fitra Subodho23 September 2018 15.44
Kalo mau shalat mah shalat aja jngan sampe terhalang oleh faham faham yg menghalangi untuk shalat, kan ada pelajaran fiqih, cukup ikuti tatacara shalat dalam ilmu fiqih, mau udah kenal sama Allah atau tidak tetap saja shalat yang mengenalkan kita terhadap Allah bukan manusia, hakekatnya Allah sendiri, manusia hanya sebagai jalan untuk mengenal Allah, jangan ragu jangan bimbang apalagi risau, sebab yg menerima shalat kita bukan manusia melainkan Allah azza wajalla.... tips atau ramuan untuk melaksnkan sebelum shalat : Tenang, Jauhka pikiran dr bayang2 makhluk, Ihsan (seolah2 kita berhdpan langsung dengan Allah), Yaqin Allah melihat kita. Semoga membantu :)
Balas
abuy bulago25 Juli 2018 12.15
Mantap.... Ijin copy..
MinAllah waLillah... Ilaihi rojiu'un...
Siapa tidak kenal Allah... Tak tau kemana kita pulang...
Balas
Fitra Subodho23 September 2018 14.56
Ass.... mohon Izin koment,
Hati hati dalam belajar marifat, belajar marifat tanpa guru bisa bisa menyesatkan karena belajar marifat tidak bisa d terima oleh nalar manusia, marifat pelajaran batin bukan pelajaran syariat, pelajaran batin harus bertemu langsung dengan guru, beda halnya pelajaran syariat yg bisa kita hafal dan kita baca... maka dari itu jika hendak belajar marifat belajarlah langsung bertemu dengan sang guru, karena pelajaran ini khusus bukan seperti pelajaran fiqh tajwid dan baca tulis Qur'an.... terimakasih wassalam :)
Balas
Ruly Jenar Nakula3 Januari 2019 20.01
Saya jadi ingat " ilmu allah itu sangatlah luas .. biarpun tinta selautan tak akan mampu menuliskannya " tobat saya kepada rabb ku karena saya tidak berkapasitas untuk membahas marifat ... Sirrulloh , dzatulloh , sifatulloh , wuzudulloh ... bagi saya menjalankan rukun iman dan islam pun secara benar" menjalankan nya sungguh tidak punya kekuatan tanpa ridhonya apalagi bicara marifat dan pengertiannya ..ketika shalatpun masih merasakan sakitnya gigitan nyamuk apalagi mempunyai rasa malu dan takut di hadapannya .. sungguh benar" tak berdaya tanpa kuasanya
Balas
‹
›
RAHASIA MAKRIFAT
💓RAHASIA MAKRIFAT:💓
💖 RAHASIANYA MENGENAL ZAT ALLAH DAN ZAT RASULULLAH💖
Ada pun makrifat itu rahsianya ialah mengenal Zat Allah dan Zat Rasulullah,oleh kerana itulah makrifat dimulakan:-
1. Makrifat diri yang zahir.
2. Makrifat diri yang bathin.
3. Makrifat Tuhan.
APA GUNA MAKRIFAT?
Ada pun guna makrifat kerana mencari HAKIKAT iaitu mengenal yang Qadim dan mengenal yang baharu sebagaimana kata:
"AWALUDDIN MAKRIFATULLAH"
Ertinya: Awal ugama mengenal Allah.
Maksudnya mengenal yang mana Qadim dan yang mana baharu serta dapat mengenal yang Qadim dan yang baharu,maka dapatlah membezakan diantara Tuhan dengan hamba.
BAITULLAH KALBU MUKMININ
Sesungguhnya hati ini sewaktu bayi sehingga aqil baliq diibaratkan bunga yang sedang menguntum,tidak ada seekor ulat atau kumbang yang dapat menjelajahnya! apabila dewasa (aqil baliq) maka hati itu ibaratkan bunga yang sedang mengembang,maka masuklah ulat dan kumbang menjelajah bunga itu!
Sesungguhnya amalan makrifat dan zikir yang dibaiah itu adalah untuk membersihkan hati agar dapat menguntum semula seperti hati kanak-kanak yang suci-bersih!
Hati ini juga seperti satu bekas menyimpan gula yang tertutup rapat dan dijaga dengan baik! sekiranya tutup itu tidak jaga dengan baik atau tutupnya sudah rosak,maka masuklah semut hitam yang sememangnya gula itu makanannya!
PEPERANGAN
Peperangan yang lebih besar dari perang UHUD, KHANDAK dan lain-lain peperangan ialah "Peperangan dalam diri sendiri (Hati)", setiap saat denyut jantung ku ini, aku akan terus berperang.Sesungguhnya iblis itu menanti saat dan ketika untuk merosakkan anak Adam !Sekiranya aku tidak ada bersenjata (zikir), nescaya aku pasti kecundang!Keluar masuk nafas anak Adam adalah zikir! 6,666 sehari semalam nafas keluar dan masuk, sekiranya anak Adam tidak bersenjata, pasti ia kecundang!
ASAL USUL MAKRIFAT
Rasulullah SAW mengajar kepada sahabatnya Saidina Ali Karamullah.Saidina Ali Karamullah mengajar kepada Imam Abu Hassan Basri.Imam Abu Hassan Basri mengajar kepada Habib An Najmi.Habib An Najmi mengajar kepada Daud Attaie.Daud Attaie mengajar kepada Maaruf Al Karhi.Maaruf Al Karhi mengajar kepada Sirris Sakatari.Sirris Sakatari mengajar kepada Daud Assakatar.Daud Assakatar mengajar kepada Al Junidi. Maka Al Junidi yang terkenal sebagai pengasas MAKRIFAT.Maka pancaran makrifat itu dari empat sumber iaitu:
1. Pancaran daripada sumber SULUK yang dinamakan
Makrifat Musyahadah.
2. Pancaran daripada sumber KHALUAT yang dinamakan
Makrifat Insaniah.
3. Pancaran daripada Inayah yang dinamakan ROHANI.
4. Pancaran daripada Pertapaan yang dinamakan JIRIM.
Maka dari sumber amalan itulah terbit makrifat yang tinggi dan mempunyai rahsia yang sulit.
API MA'RIFATULLAH
Dengan berlindung kepada Allah Swt, Pencetusan Api Ma’rifattullah dalam kalimah “ALLAH” saya awali.
Syahdan, nama Allah itu tidak akan pernah dapat dihilangkan, sebab nama Allah itu akan menjadikan Zikir bagi para Malaikat, Zikir para burung, Zikir para binatang melata, Zikir tumbuh-tumbuhan dan Zikir dari Nasar yang 4 (tanah, air, angin dan api) serta zikir segala makhluk yang ada pada 7 lapis langit dan 7 lapis bumi, juga zikir makhluk yang berdiam diantara langit dan bumi. (buka…..Al-Qur’an, Surah At-thalaq, ayat 1).
Adapun zikir para makhluk Allah yang kami sebutkan tadi tidaklah sama logatnya, dan tidak sama pula bunyi dan bacaannya. Tidak sedikit para akhli Sufi dan para wali-wali Allah yang telah mendengar akan bunyi zikir para makhluk itu, sungguh sangat beraneka ragam bunyinya.
Dalam Kitab Taurat, nama Zat yang maha Esa itu ada 300 banyaknya yang ditulis menurut bahasa Taurat, dalam Kitab Zabur juga ada 300 banyaknya nama Zat yang maha esa itu yang ditulis dengan bahasa Zabur.
Dalam Kitab Injil juga ada 300 banyaknya nama Zat yang Esa itu yang ditulis dengan bahasa Injil, dan dalam Kitab Al-Qur’an juga ada 99 nama Zat yang esa itu ditulis dalam bahasa Arab. Jika kita berhitung maka dari keempat kitab itu yang ditulis berdasarkan versinya, maka akan ada 999 nama bagi zat yang maha esa itu, dari jumlah tersebut maka yang 998 nama itu, adalah nama dari Sifat Zat yang maha Esa, sedangkan nama dari pada Zat yang maha esa itu hanya satu saja, yaitu “ ALLAH ”.
Diterangkan didalam Kitab Fathurrahman, berbahasa Arab, yaitu pada halaman 523. disebutkan bahwa nama Allah itu tertulis didalam Al-Qur’an sebanyak 2.696 tempat.
Apa kiranya hikmah yang dapat kita ambil mengapa begitu banyak nama Allah, Zat yang maha Esa itu bagi kita…?
Allah, Zat yang maha esa, berpesan :
“ Wahai Hambaku janganlah kamu sekalian lupa kepada namaku “
Maksudnya : Allah itu namaku dan Zatku, dan tidak akan pernah bercerai, Namaku dan Zatku itu satu.
Allah Swt juga telah menurunkan 100 kitab kepada para nabi-nabinya, kemudian ditambah 4 kitab lagi sehingga jumlah keseluruhan kitab yang telah diturunkan-Nya berjumlah 104 buah kitab, dan yang 103 buah kitab itu rahasianya terhimpun didalam Al-Qur’annul karim, dan rahasia Al-Qur’annul karim itu pun rahasianya terletak pada kalimah “ALLAH”.
Begitu pula dengan kalimah La Ilaha Ilallah, jika ditulis dalam bahasa arab ada 12 huruf, dan jika digugurkan 8 huruf pada awal kalimah La Ilaha Ilallah, maka akan tertinggal 4 huruf saja, yaitu Allah.
Ma’na kalimah ALLAH itu adalah sebuah nama saja, sekalipun digugurkan satu persatu nilainya tidak akan pernah berkurang, bahkan akan mengandung ma’na dan arti yang mendalam, dan mengandung rahasia penting bagi kehidupan kita selaku umat manusia yang telah diciptakan oleh Allah Swt dalam bentuk yang paling sempurna.
ALLAH jika diarabkan maka Ia akan berhuruf dasar Alif, Lam diawal, Lam diakhir dan Ha. Seandai kata ingin kita melihat kesempurnaannya maka gugurkanlah satu persatu atau huruf demi hurufnya.
• Gugurkan huruf pertamanya, yaitu huruf Alif (ا ), maka akan tersisa 3 huruf saja dan bunyinya tidak Allah lagi tetapi akan berbunyi Lillah, artinya bagi Allah, dari Allah, kepada Allahlah kembalinya segala makhluk.
• Gugurkan huruf keduanya, yaitu huruf Lam awal (ل ), maka akan tersisa 2 huruf saja dan bunyinya tidak lillah lagi tetapi akan berbunyi Lahu.
Lahu Mafissamawati wal Ardi, artinya Bagi Allah segala apa saja yang ada pada tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi.
• Gugurkan huruf ketiganya, yaitu huruf Lam akhir ( ل), maka akan tersisa 1 huruf saja dan bunyinya tidak lahu lagi tetapi Hu, Huwal haiyul qayum, artinya Zat Allah yang hidup dan berdiri sendirinya.
Kalimah HU ringkasnya dari kalimah Huwa, sebenarnya setiap kalimah Huwa, artinya Zat, misalnya :
Qul Huwallahu Ahad., artinya Zat yang bersifat kesempurnaan yang dinamai Allah. Yang dimaksud kalimah HU itu menjadi berbunyi AH, artinya Zat.
Bagi sufi, napas kita yang keluar masuk semasa kita masih hidup ini berisi amal bathin, yaitu HU, kembali napas turun di isi dengan kalimah ALLAH, kebawah tiada berbatas dan keatas tiada terhingga.
Perhatikan beberapa pengguguran – pengguguran dibawah ini :
Ketahui pula olehmu, jika pada kalimah ALLAH itu kita gugurkan Lam (ل ) pertama dan Lam (ل ) keduanya, maka tinggallah dua huruf yang awal dan huruf yang akhir (dipangkal dan diakhir), yaitu huruf Alif dan huruf Ha (dibaca AH).
Kalimah ini (AH) tidak dibaca lagi dengan nafas yang keluar masuk dan tidak dibaca lagi dengan nafas keatas atau kebawah tetapi hanya dibaca dengan titik.
Kalimah AH, jika dituliskan dengan huruf Arab, terdiri 2 huruf, artinya dalam bahasa disebutkan INTAHA (Kesudahan dan keakhiran), seandai saja kita berjalan mencari Allah tentu akan ada permulaannya dan tentunya juga akan ada kesudahannya, akan tetapi kalau sudah sampai lafald Zikir AH, maka sampailah perjalanan itu ketujuan yang dimaksudkan. (Silahkan bertanya kepada akhlinya)
Selanjutnya gugurkan Huruf Awalnya, yaitu huruf ALIF dan gugurkan huruf akhirnya, yaitu huruf HA, maka akan tersisa 2 buah huruf ditengahnya yaitu huruf LAM pertama (Lam Alif) dan huruf LAM kedua ( La Nafiah). Qaidah para sufi menyatakan tujuannya adalah Jika berkata LA (Tidak ada Tuhan), ILLA (Ada Tuhan), Nafi mengandung Isbat, Isbat mengandung Nafi tiada bercerai atau terpisah Nafi dan Isbat itu.
Selanjutnya gugurkan huruf LAM kedua dan huruf HU, maka yang tertinggal juga dua huruf, yaitu huruf Alif dan huruf Lam yang pertama, kedua huruf yang tertinggal itu dinamai Alif Lam La’tif dan kedua huruf itu menunjukkan Zat Allah, maksudnya Ma’rifat yang sema’rifatnya dalam artian yang mendalam, bahwa kalimah Allah bukan NAKIRAH, kalimah Allah adalah Ma’rifat, yakni Isyarat dari huruf Alif dan Lam yang pertama pada awal kalimah ALLAH.
Gugurkan tiga huruf sekaligus, yaitu huruf LAM pertama, LAM kedua, dan HU maka tinggallah huruf yang paling tunggal dari segala yang tunggal, yaitu huruf Alif (Alif tunggal yang berdiri sendirinya).
Berilah tanda pada huruf Alif yang tunggal itu dengan tanda Atas, Bawah dan depan, maka akan berbunyi : A.I.U dan setiap berbunyi A maka dipahamhan Ada Zat Allah, begitu pula dengan bunyi I dan U, dipahamkan Ada Zat Allah dan jika semua bunyi itu (A.I.U) dipahamkan Ada Zat Allah, berarti segala bunyi/suara didalam alam, baik itu yang terbit atau datangnya dari alam Nasar yang empat (Tanah, Air, Angin dan Api) maupun yang datangnya dan keluar dari mulut makhluk Ada Zat Allah.
Penegasannya bunyi atau suara yang datang dan terbit dari apa saja kesemuanya itu berbunyi ALLAH, nama dari Zat yang maha Esa sedangkan huruf Alif itulah dasar (asal) dari huruf Arab yang banyaknya ada 28 huruf.
Dengan demikian maka jika kita melihat huruf Alif maka seakan-akan kita telah melihat 28 huruf yang ada. Lihat dan perhatikan sebuah biji pada tumbuh-tumbuhan, dari biji itulah asal usul segala urat, batang, daun, ranting, dahan dan buahnya.
Syuhudul Wahdah Fil Kasrah, Syuhudul Kasrah Fil Wahdah.
Pandang yang satu kepada yang banyak dan pandang yang banyak kepada yang satu maka yang ada hanya satu saja yaitu satu Zat dan dari Zat itulah datangnya Alam beserta isinya.
Al-Qur’an yang jumlah ayatnya 6666 ayat akan terhimpun kedalam Suratul Fatekha, dan Suratul Fatekha itu akan terhimpun pada Basmallah, dan Basmallah itupun akan terhimpun pada huruf BA, dan huruf BA akan terhimpun pada titiknya (Nuktah). Jika kita tilik dengan jeli maka titik itulah yang akan menjadi segala huruf, terlihat banyak padahal ia satu dan terlihat satu padahal ia banyak.
Selanjutnya Huruf-huruf lafald Allah yang telah digugurkan maka tinggallah empat huruf yang ada diatas lafald Allah tadi, yaitu huruf TASYDID (bergigi tiga, terdiri dari tiga huruf Alif) diatas Tasydid adalagi satu huruf Alif.
Keempat huruf Tasydid itu adalah isyarat bahwa Tuhan itu Ada, maka wajib bagi kita untuk mentauhidkan Asma Allah, Af’al Allah, Sifat Allah dan Zat Allah.
Langkah terakhir gugurkan keseluruhannya, maka yang akan tinggal adalah kosong.
LA SAUTUN WALA HARFUN, artinya tidak ada huruf dan tiada suara, inilah kalam Allah yang Qadim, tidak bercerai dan terpisah sifat dengan Zat.
Tarku Mayiwallah (meninggalkan selain Allah) Zat Allah saja yang ada.
La Maujuda Illallah (tidak ada yang ada hanya Allah).
Sembilan kali sudah kita menggugurkan kalimah Allah, seandainya juga belum dapat dipahami maka tanyakanlah kepada akhlinya.
Semoga bermanfaat..
🙏🙏🙏wasalam..
Langganan:
Postingan (Atom)
GARIS KETURUNAN ARAB
Suku Arab-Indonesia adalah penduduk Indonesia yang memiliki keturunan etnis Arab dan etnis pribumi Indonesia. Pada mulanya mereka umumnya ...
-
"rahasia Rukun 13" 1. NIAT SEMBAHYANG sebenarnya memelihara taubat kita dari dunia dan akhirat 2. BERDIRI...
-
"MIM HA MIM DAL" 4 KANDUNGAN dalam nama MUHAMMAD. 1. MIM-MAHMUDUN ’ALAIYAH : maksud kepujian pada Muhammad i...
-
{KAFIAT NAPAS ZIKIR ALLAH-HU - PART I} ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ MEMBANGKITKAN TENAGA PRANA DENGAN KAFIAT NAPAS ZIKIR ALLAH-HU Assallammu...



